Monday, February 25, 2013

Posted by shy_ | File under :


Risiko adalah probabilitas suatu bahaya menjadi nyata, yang ditentukan oleh frekuensi dan durasi pajanan, aktivitas kerja, serta upaya yang telah dilakukan untuk pencegahan dan pengendalian tingkat pajanan.

Faktor risiko adalah potensi bahaya (hazard) yang menyebabkan terjadinya peningkatkan kejadian penyakit. Faktor risiko dalam kecelakaan menurut Suardi (2005) : faktor lingkungan kerja (environmental), faktor pekerjaan (agent) dan faktor manusia (host). 

Hazard adalah sumber, situasi atau tindakan yang berpotensi menciderai manusia atau kondisi kelainan fisik lain yang berpotensi berasal dan atau bertambah buruk karena kegiatan kerja atau situasi yang terkait dengan pekerjaan.

Bahaya kesehatan kerja (health hazard) berdampak pada kesehatan, menyebabkan gangguan kesehatan dan penyakit akibat kerja. Bersifat kronis.

Jenis-jenis health hazard :
1. Bahaya Fisik :
Radiasi ; pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi.
Cth : televisi, lampu penerangan, alat pemanas makanan, komputer, dll

Radiasi dibagi 2 :
- Radiasi pengion : radiasi yang menyebabkan proses ionisasi apabila bertumbukkan dengan materi. 
Cth : partikel alfa (α), partikel beta (β), sinar gamma (γ), sinar-X, partikel neutron. 
- Radiasi non pengion : radiasi yang tidak menyebabkan proses ionisasi.
Cth : gelombang radio , gelombang, sinar inframerah, cahaya tampak, sinar ultraviolet
Efek radiasi pada kesehatan adalah dapat menyebabkan penyakit kanker dan mutasi gen.
Kebisingan : segala bunyi yg tidak dikehendaki,memberi pengaruh negatif terhadap kesehatan dan kesejahteraan seseorang maupun suatu populasi.
 
Aspek yang berkaitan dengan kebisingan antara lain : jumlah energi bunyi, distribusi frekuensi, dan lama pajanan.

Efek Kebisingan :

Pada kesehatan : gangguan pendengaran sampai ketulian.  Bunyi dikategorikan bising adalah 60 dB.
Gangguan komunikasi (miss communication)
Gangguan konsentrasi

Diperlukan penutup telinga. Penggunaan proteksi dengan sumbatan telinga dapat mengurangi kebisingan 
sekitar 20-25 dB. 

Pencahayaan : Pencahayaan di tempat kerja dipengaruhi  faktor besar-kecil objek dan umur pekerja.
Efek pencahayaan yang silau bagi kesehatan :

Kelelahan mata yang akan berakibat berkurangnya daya dan efisiensi kerja.
Kelemahan mental
Kerusakan alat penglihatan (mata).
Keluhan pegal di daerah mata dan sakit kepala di sekitar mata
 
Getaran : Parameter getaran hampir sama dengan bising seperti: frekuensi, amplitudo, lama pajanan dan
apakah sifat getaran terus menerus atau intermitten. Getaran memberi efek negatif pada sistem saraf dan
sistem musculo-skeletal dengan mengurangi kekuatan cengkram dan sakit tulang belakang.  Contoh :
Loaders, forklift truck, pneumatic tools, chain saws.

2. Bahaya Kimia
Korosi :  menyebabkan kerusakan pada permukaan tempat dimana terjadi kontak. Kulit, mata dan sistem 
pencernaan adalah bagain tubuh yang paling umum terkena. Contoh : konsentrat asam dan basa , fosfor.

Iritasi : menyebabkan peradangan pada permukaan di tempat kontak. Iritasi kulit menyebabkan reaksi 
seperti eksim atau dermatitis. Iritasi pada alat-alat pernapasan  menyebabkan sesak napas, peradangan dan 
oedema ( bengkak ). Cth : Kulit : asam, basa,pelarut, minyak. Pernapasan : aldehydes, alkaline dusts, 
amonia, nitrogen dioxide, phosgene, chlorine ,bromine, ozone.

Alergi :Bahan kimia alergen atau sensitizers dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit atau organ
pernapasan. Kulit : colophony ( rosin), formaldehyde, logam seperti chromium atau nickel. Pernapasan :
isocyanates, fibre-reactive dyes, formaldehyde, nickel.

Kanker : Karsinogen pada manusia adalah bahan kimia yang secara jelas telah terbukti pada manusia. Cth :
benzene ( leukaemia);  vinylchloride  ( liver angiosarcoma) ; 2-naphthylamine, benzidine (kanker kandung
kemih ); asbestos (kanker paru-paru , mesothelioma).

Efek Reproduksi : Perkembangan bahan2 racun dapat memberikan pengaruh negatif pada keturunan 
orang yang terpapar, sebagai contoh :aborsi spontan. Cth : Manganese, carbondisulphide, monomethyl dan 
ethyl ethers dari ethylene glycol, mercury.

Racun Sistemik : 
agen-agen yang menyebabkan luka pada organ atau sistem tubuh.
Otak : pelarut, lead, mercury, manganese
Sistem syaraf peripheral : n-hexane, lead, arsenic, carbon disulphide
Sistem pembentukan darah : benzene, ethylene glycol ethers
Ginjal : cadmium, lead, mercury, chlorinated hydrocarbons
Paru-paru : silica, asbestos, debu batubara ( pneumoconiosis )

3. Bahaya Biologis 
Daerah pertanian : mikroorganisme seperti : Tetanus, Leptospirosis, cacing, Asma bronkhiale atau
keracunan Mycotoxins yang merupakan hasil metabolisme jamur.

Pertambangan/pabrik : mikroorganisme penyebab penyakit saluran napas, seperti : Tbc, Bronchitis dan
Infeksi saluran pernapasan lainnya seperti Pneumonia.

Peternakan : Penyakit di peternakan misalnya : Anthrax yang penularannya melalui bakteri yang tertelan
atau terhirup, Brucellosis, Infeksi Salmonella.

Laboratorium : pekerja di laboratorium mempunyai risiko yang besar terinfeksi, terutama untuk
laboratorium yang menangani organisme atau bahan-bahan yang megandung organisme pathogen.

Perkantoran : berisiko mengidap penyakit seperti : Humidifier fever , penyakit pada saluran pernapasan dan alergi yang disebabkan organisme yang hidup pada air yang terdapat pada system pendingin.

4. Bahaya Fisiologis/Ergonomi
Beban kerja fisik bagi pekerja kasar perlu memperhatikan kondisi iklim, sosial ekonomi dan derajat 
kesehatan. Pembebanan tidak melebihi 30 – 40% dari kemampuan kerja maksimum tenaga kerja dalam 
jangka waktu 8 jam sehari. penetapan kemampuan kerja maksimum dg parameter praktis yang digunakan 
adalah pengukuran denyut nadi yang diusahakan tidak melebihi 30-40 permenit di atas denyut nadi sebelum 
bekerja.

5. Bahaya Psikologis

Stress :  tanggapan tubuh (respon) yang sifatnya non-spesifik terhadap setiap tuntutan atasnya. Manakala tuntutan terhadap tubuh itu berlebihan, maka hal ini dinamakan stress.
Gangguan emosional yang di timbulkan : cemas, gelisah, gangguan kepribadian, penyimpangan seksual, ketagihan alkohol dan psikotropika.
Penyakit-penyakit psikosomatis antara lain : jantung koroner, tekanan darah tinggi, gangguan pencernaan, luka usus besar, gangguan pernapasan, asma bronkial, penyakit kulit seperti eksim,dll.


Dari berbagai sumber.

Dari gadis yang mengutamakan kenyamanan ^^ 
 

 
 

 

 



Reaksi:

0 komentar: