Penyakit Tidur yang Mematikan



Penyakit tidur atau African trypanosomiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoa genus Trypanosoma. Penyakit tidur (Sleeping sickness) ini bukanlah masalah kantuk biasa. Penyakit tidur ini ditularkan oleh lalat Tsetse kepada manusia dengan cara parasit yang menyerang system saraf pusat. Apabila seseorang terjangkit, maka penderita akan merasakan rasa kantuk yang amat sangat di siang hari, tetapi pada malam harinya penderita akan mengalami insomnia. Apabila tidur menjadi sulit dikendalikan maka dapat menyebabkan koma bahkan kematian.
Ketika seseorang terinfeksi gigitan lalat Tsetse, akan terasa sakit dan menyebabkan bengkak merah di tempat gigitan. Infeksi ini kemudian menyebar ke dalam darah dan mengakibatkan demam, sakit kepala, berkeringat dan pembengkakan getah bening. Jika infeksi sudah menyebar ke sistem saraf pusat dapat mengakibatkan gejala kantuk yang berlebihan. Ketika mencapai otak, penderita akan mengalami perubahan perilaku seperti rasa takut dan tidak memiliki gairah, sakit kepala, demam, lemah dan bisa terjadi peradangan jantung. Jadi, dengan hanya gigitan lalat dapat mengantarkan kita pada kematian.

Gejala awal yang diakibatkan oleh gigitan lalat Tseste ini adalah demam, sakit kepala, sakit di persendian, pembengkakan kelenjar limfa, dan penyakit ginjal. Penderita kemudian mengalami perubahan siklus tidur dimana ia menjadi sangat kantuk pada siang hari dan menjadi susah tidur pada malam hari. Apabila tidak dirawat, maka penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan system saraf pusat, koma, dan kematian. Selain dapat ditularkan oleh lalat Tsetse, penyakit ini juga dapat ditularkan dari ibu hamil kepada janinnya.
Penyakit tidur ini adalah penyakit yang sulit didiagnosa karena memiliki persamaan gejala dengan penyakit malaria. Namun, apabila penyakit ini tidak diobati maka dapat berujung pada gangguan mental dan kematian. Lalat Tsetse menyebabkan penyakit serius di dunia. Penyakit tidur ini banyak menjadi wabah pada negara-negara di Afrika dan beberapa negara di dunia. Sekitar 50.000 hingga 70.000 orang Afrika meninggal karena penyakit tidur ini. Bahkan, orang-orang yang pernah bekunjung ke Afrika pun rawan terkena infeksi lalat Tsetse. Oleh karena itu, penyakit ini menjadi penyakit yang cukup berbahaya di Afrika setelah penyakit HIV/AIDS.
Penyakit tidur ini adalah penyakit yang cukup berbahaya, namun masih banyak orang yang tidak terlalu peduli dengan perkembangan penyakit tidur. Penyakit tidur dapat dicegah dengan cara mengendalikan penyebaran lalat Tsetse di Afrika. Hal ini disebabkan karena sulitnya mendiagnosa penyakit ini. Apabila dilakukan pemeriksaan di laboratorium, maka hasil yang diperoleh biasanya menunjukkan tanda-tanda meningoencephalitis (radang otak). Padahal, penyakit itu adalah akibat dari infeksi lalat Tsetse. Tidak banyak obat yang ditemukan di dunia ini untuk menyembuhkan penyakit tidur. Padalah, tanpa pengobatan kematian dapat terjadi dalam waktu 6 bulan. Salah satu obatnya adalah dengan menyuntikkan Pentamidin pada penderita. Namun, tindakan ini hanya bias membantu sedikit dalam melindungi gagal jantung. Pada akhir Maret 2010, ilmuwan Kanada dan Inggris berhasil menemukan obat yang bisa menyerang enzim parasit tersebut yang diharapkan bisa mempertahankan hidup seseorang. Obat ini sudah siap di uji klinis (percobaan pada manusia) dalam 18 bulan ke depan. Dengan penemuan hebat ini maka diharapkan dapat mengurangi angka kematian akibat penyakit tidur di dunia.













TUGAS
BAHASA INDONESIA


Copy of Unhas hitam.JPG


OLEH :
ASRIATI
K 111 10 026
KESMAS A


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2010/2011

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y