Posts

Showing posts from September, 2020

P A N D E M I

Image
  sumber : Google *meskipun judulnya pandemi dan gambarnya tentang Black Death, tapi tulisan ini delapan puluh persen adalah tentang curahan pemikiran :D Pandemi, yang dulunya hanya kupelajari dari sejarah epidemiologi, lihat di film yang diputarkan dosen saat mata kuliah wabah (judulnya contagion) atau kuhafal banget artinya, sekarang menjadi nyata. Pandemi yang tengah dialami dunia memaksa penduduk bumi untuk hidup berbeda dari biasanya. Diiringi dengan lelah dan air mata. Namun, semuanya masih berjuang sampai saat ini. Ngomong-ngomong tentang pandemi, bagiku, ada yang lebih buruk dari pandemi untukku, (kata-kata ini terinspirasi dari cerpen anyar Raditya Dika), yaitu *Teettt*. Aku tak mampu menuliskannya. Hal buruk yang menimpaku di tengah pandemi ini cukup mengguncang psikologisku yang sebelumnya sudah mulai bosan #dirumahaja. Bahkan, aku pernah mencoba untuk melukai diri sendiri lantaran tak sanggup menahannya lagi. Sungguh, tak pernah aku sangka kalau aku akan mengala...

Prison PlayBook : Menyesali Perbuatan

Image
Minus Jung KyungHo :( Nungguin jadwal mengajar yang tak kunjung keluar (alesan aja sih :P), membuatku akhirnya melanjutkan menyaksikan drama selanjutnya karya sutradara Shin WonHo setelah Reply 1988. Sebagai penggemar drama korea dari kelas empat SD (haha), harus kuakui kalau ide cerita drama korea semakin berkembang. Pesan tersirat yang ingin disampaikan di dalam drama pun semakin kreatif cara penyampaiannya. Sebelum nonton Prison Playbook, saya sudah menonton beberapa film box office korea selatan yang mengambil penjara sebagai lokasi syuting. Ada yang menyajikan sisi humanisnya kayaknya film Miracle in Cell No 7 atau Harmony yang lucu dan inspiratif. Atau yang agak ekstrim kayak film Midnight Runner atau The Prison yang terdapat dengan adegan adu pukulan dan berdarah-darah. Jadi saya mengira Prison Playbook pasti serupa dengan film-film tersebut. Tapi ternyata aku salah. Sewaktu nonton The Prison, aku bahkan meng-skip adegan adu jotos ala gangsters nya yang lumayan mengeri...

Reply 1988 (2015) : Tegas Memutuskan Tanpa Ragu Itulah Timing

Image
Love this part   And this, saat JungPal rela dan ikhasin DeokSun buat Taek. Love this Friendship! Lagi. Aku mau review drama Reply 1988. Bukan review sih, tapi lebih ke ‘pengen nulis aja’ tentang Reply 1988. Drama yang tayang tahun 2015-2016 ini hype banget. Beberapa temanku bahkan bilang sejauh ini serial reply yang paling buat jatuh hati adalah yang reply 1988 ini. Namun, karena masih belum move on sama reply 1994, jadi belum ada niat untuk menonton serial ketiga ini. Lima tahun kemudian... (haha!) Setelah cukup lama absen marathon drakor, kangen juga aku. Pas muncul di timeline situs nonton film, akhirnya aku menonton lagi episode pertama dari Reply 1988. Anehnya, sewaktu dulu pernah mencoba nonton episode 1 nya, aku sama sekali nggak tertarik. Eh pas kemarin nonton kok drama ini jadi lucu banget. Baru episode 1 aku sudah dibuat ngakak tengah malam dengan adegannya yang konyol. Plus dapet feel sedih dan pesan morilnya juga. Sebagai penggemar series Reply, Reply 1988 se...