keluar dari zona nyaman
Sejak bisa jalan lagi, aku banyak berpikir tentang bagaimana aku harus menjalani hari-hari ke depanku. Cap sebagai orang sakit jelas sudah tidak ada padaku. Aku sebagai orang yang sedang mengawali masa-masa pulih kembali. Bayang-bayang untuk kembali belajar berkendara aku buang jauh-jauh karena entah mengapa aku sadar kalau semua yang aku jalani begitu sulit jika harus mengalami yang kedua kalinya. Sehingga aku bersabar dengan segala kesusahan mobilitas saat ini dan kenyataan bahwa kamu harus mengeluarkan banyak uang untuk menutupi biaya penelitian yang tidak semuanya dicover pemberi beasiswa. Terutama masalah transportasi. Dan dengan banyak pemikiran tersebut, aku lebih memilih untuk sering tidak berada di kamar lagi, meskipun WiFi kosan masih sangat kencang (haha). Keinginan itu sebenarnya juga tercipta karena suatu keadaan yang tiba-tiba membuatku berpikir dua kali dengan memberikan cap nyaman pada kamar kos ketigaku di Jogja. Pascanya suatu malam yang tenang dan tidurku y...