Posts

Showing posts with the label Risalah Hati

Satu Rabu di Januari

Image
You know life is not only about happiness, but there are sadness, difficulties, and other unpleasant things. Through it all together..   Lama tak bersua. Sehabis beres-beres rumah, masak, dan menyelesaikan segala pekerjaan rumah (yang biasanya jarang kulakukan), akhirnya punya waktu untuk duduk cantik di depan laptop. Lagi lagi depan laptop. Tak bosan apa? Kalau kata pak Lebah sih gitu. Bosen dia lihat aku depan laptop terus. Haha Oke, terlalu jauh dari topik… “Akhirnya” adalah ungkapan kelegaan yang biasanya tertuju pada hal yang bisa didapatkan setelah menanti sekian lama. Namun, “akhirnya” yang semestinya adalah sebuah akhir nyatanya adalah sebuah awal. A new start dalam fase-fase kehidupan manusia. Before Akad Menikah bagiku adalah sebuah fase dalam kehidupan normal. Yang cepat lambatnya tergantung pada takdir-Nya. Seperti aku yang lama dalam mendapatkan pekerjaan, aku belajar memaklumi lamanya Tuhan memimbingku untuk memantapkan hati melangkah pada fase kehidupan...

Anak Rantau

Image
 Suka Duka Anak Rantau Minjem judul novel Ahmad Fuadi ya. Novel yang waktu rilisnya kebetulan aku ada di Jakarta dan bisa ketemu penulisnya langsung, dapat tanda tangan langsung, plus kalimat motivasi yang entah mengapa relate banget sama aku yang lagi butuh jawaban saat itu. Bisa dibaca disini. Eheh Berbicara mengenai rantau, aku adalah anak perempuan yang cukup berani. Kata Bapak aku berani banget tinggal sendirian, padahal aku bukan anak pertama. Mandiri yang kubentuk karena waktu itu aku bosan banget sama Jayapura. Dan, aku ingin bebas mengatur hidupku sendiri, serta meyakinkan orang tua kalau aku bukan anak yang manja. Aku gak tau mewarisi sifat siapa sampai aku hidup dengan penuh cita-cita yang ingin terus kugapai. Maka, sewaktu lulus SMA aku bertekad untuk kuliah di luar Jayapura. Alhamdulillah, Allah memeluk doaku dan membawaku ke universitas Si Jago Merah yang semakin memperkuat mimpi-mimpiku untuk menjadi yang tidak biasa. Tak puas, aku merasa belum selesai deng...

Don’t Judge A Book By Its Cover

Image
  Pelajaran penting kedua yang kudapat di tahun duapuluh duapuluh adalah Don’t Judge a Book By Its Cover. Yup! Terkadang, bahkan sering banget kita menilai seseorang hanya dari tampak luarnya. Penilaian dari tampak luar itu kemudian menentukkan bagaimana kita berprilaku kepada orang lain yang kita nilai. Misalnya nih, sebagai anak muda yang sudah bekerja sebagai dosen, membuat kita berpakaian seperti layaknya anak muda aja. Santai, selow, sampai-sampai kita masih dianggap sebagai mahasiswa ketika berkunjung ke salah satu instansi untuk keperluan penelitian. Begitu kami menjelaskan pekerjaan kami, perilaku orang tersebut berubah seratus delapan puluh derajat. Yak, itu contoh kecil aja sih yang cukup bikin aku semakin meyakini bahwa jangan pernah menilai orang dari tampak luar. Sering sih, aku mencoba meniru kesederhanaan Mark Zuckenberg dan istri. Janganlah menilai seseorang dari cara dia berpakaian. Karena kita enggak pernah tahu isi dompetnya. Hahaha! But, yang terpara...