JOGJA, semoga pilihanku untuk menghilang di sini, di restui...
Rasanya ada yang aneh dengan perjalananku kali ini. Meskipun tetap di awali dengan antuasiasme dan tanpa rasa takut, tapi aku merasa bahwa aku benar-benar percaya diri untuk hidup sendirian di sini. Jogja yang ramai ternyata tidak seperti bayanganku. Keinginanku untuk hidup bebas terhambat masalah kendaraan. Sesulit-sulitnya aku kesana kemari di Jayapura, tetap tidak sesulit di Jogja. Di sini semua orang melaluinya dengan berkendara. Public transportasi yang ada hanyalah Trans Jogja. Yeah, rasa percaya diri yang kupupuk sejak aku merasa sangat jatuh dalam lubang kegagalan, kembali sirna. Mungkin aku telah berdosa. Yeah, memang aku telah berdosa. Melupakan visi dan misiku untuk larut dalam kesenangan melihat dunia baru. Tahukah, jatuh yang aku alami dulu membuat enggan untuk berlama-lama di dalam kamar sekarang. Aku merasakan kesepian mencengkeramku begitu mencium udara kamar kos. dinding-dinding yang membisu membuatku ingin berlari. Suaraku, suaraku ingin kuteriakkan d...