Posts

Showing posts from August, 2020

J O D O H

Image
  Suka banget sama couple ini jadi kujadikan ilustrasi aja huahahaha             Ada penjual mie ayam yang bisa dibilang legendaris di dekat rumahku. Dia jualan dari zaman aku SMP berarti 2004 sampai sekarang. Sudah 14 tahun dan mie ayam nya cukup terkenal di kota ku. Aku yang kuliah di luar kota pun kadang rindu sama mie ayamnya. Singkat cerita kemarin aku singgah untuk membeli ayam saat pulang kantor. Pas aku datang, beberapa pengunjung sudah selesai makan dan bersiap meninggalkan tempat. Meninggalkan aku sendiri sebagai pembeli dengan penjualnya yang adalah pasangan suami istri. Sang istri pun mengajakku cerita. “Baru pulang kerja ya?” “Iya.” “Kerjanya dimana ya?” tanya suaminya. Aku pun menjawab tempatku bekerja. “Oh jauh ya. Terus tiap hari naik ojek?” “Iya” jawabku nyengir. “Kok gak naik motor sendiri?” “Gak bisa pak.” “Wah harus belajar itu.” Tiba-tiba sang istri yang sejak tadi sibuk membungkus...

I LOST TIME

Image
Yang fana adalah waktu, kita abadi – Sapardi Djoko Damono             Bekerja dari rumah memberikanku banyak waktu untuk mengecek sosial media. Sebenarnya banyak deadline kerjaan yang mesti diselesaikan, tapi karena kesepian di rumah terus sometime kuhabiskan waktuku dengan bersosial media ria. Sampai kemudian aku merasa sudah membuang waktuku suangaaaat banyak hanya untuk melihat postingan orang lain. Ya walaupun tidak semua postingan yang aku lihat itu worst, terkadang beberapa memang bagus seperti pemandangan yang indah, caption yang menarik, tulisan motivasi yang menyetuh, video yang bermakna, dan lain sebagainya. But , aku lelah.             Beberapa saat kemudian aku mengetahui kalau ternyata salah satu sosial media seperti instagram punya fitur untuk membatasi aktivitas kita disana. Maklum, dulu sebelum WFH aku jarang sekali untuk membuka aplikasi ini. Kuputuskan...

Mengapa Kau Menangis Lagi Hari Ini?

Image
Karena foto di atas. Foto yang kuambil dari kabin pesawat pertengahan Januari tahun ini. Ada Mama, Pakde, Bude, Alm. Mamabia, Om, Tante, dan Raffi. Foto yang kupotret sambil menahan isak tangis karena harus kembali ke Jayapura, sendirian, kesepian lagi. Satu-satu nya foto yang kuambil karena permintaan Alm. Mamabia.  “Lambaikan tanganmu, Ci. Kamu duduk di dekat jendela kan?” pesan whatsapp Alm. Mamabia masuk. Aku pun melambaikan tangan. Padahal aku tidak tahu mereka bisa lihat atau tidak.  “Kenapa belum pergi?” tanyaku. “Rafi tunggu pesawatmu pergi dulu.” balasnya. Aku pun semakin tak bisa mengendalikan perasaanku. Sedih sekali harus berpisah lagi. Harus merantau lagi. Dan kesepian lagi di tanah rantau :( Dan mereka benar-benar tak beranjak sampai pesawatku lepas landas. Mengudara di angkasa bersama kesunyian. Kembali bersama kerinduan.  Aku tak mengabadikan foto bersama yang lebih jelas di ponselku. Waktu itu aku takut sekali mati. Haha! ...