J O D O H

Suka banget sama couple ini jadi kujadikan ilustrasi aja huahahaha
Ada penjual mie ayam yang bisa dibilang legendaris di dekat rumahku. Dia jualan dari zaman aku SMP berarti 2004 sampai sekarang. Sudah 14 tahun dan mie ayam nya cukup terkenal di kota ku. Aku yang kuliah di luar kota pun kadang rindu sama mie ayamnya. Singkat cerita kemarin aku singgah untuk membeli ayam saat pulang kantor. Pas aku datang, beberapa pengunjung sudah selesai makan dan bersiap meninggalkan tempat. Meninggalkan aku sendiri sebagai pembeli dengan penjualnya yang adalah pasangan suami istri. Sang istri pun mengajakku cerita.
“Baru pulang kerja ya?”
“Iya.”
“Kerjanya dimana ya?” tanya suaminya.
Aku pun menjawab tempatku bekerja.
“Oh jauh ya. Terus tiap hari naik ojek?”
“Iya” jawabku nyengir.
“Kok gak naik motor sendiri?”
“Gak bisa pak.”
“Wah harus belajar itu.”
Tiba-tiba sang istri yang sejak tadi sibuk membungkus pesanan mie ayamku nyeletuk lagi.
“Udah nikah, mba?”
“Belum,” jawabku singkat. Dan direspon seperti ini;
“LHA KOK BELUM?”
Sengaja ku capslock karena jujur aku shock dengan pertanyaannya. Seketika aku bingung mengartikan maksud dari pertanyaannya. Dikira nikah kayak beli mie ayam, kalau mau tinggal datang ke penjualnya terus bayar sejumlah dua puluh rebu. (nyambung gak ya? Haha). Atau dikira nikah itu sesuatu yang mudah diputuskan sehingga wajar jika bertanya kenapa belum menikah. Atau mungkin aku merasa dia terlalu kepo untuk mengetahui alasan kenapa orang lain belum menikah. Yang menurutku sudah cukup dengan bertanya sudah nikah atau belum, tak perlu lah dilanjutkan dengan pertanyaan yang menanyakan alasan seseorang belum menikah. Atau, mungkin aku yang terlalu baperan (eaa) sehingga sensitif dengan pertanyaan yang menurut orang lain mungkin biasa saja.
Mungkin aku bisa merespon demikian,
“Ya belum waktunya aja, bu.” Sok bijak. Eaa
Sayangnya aku cuma tertawa lebar menanggapi pertanyaan kayak gitu. Sebab aku masih heran dan mungkin baperan. Kenapa penjual mie ayam yang kenal baik pun enggak malah nanya kayak gitu. Yah, kalau dia mau nyumbang buat bantuin pesta habis akad sih boleh. Lha ini, bakal aku undang pun kayaknya enggak. Haha!
Belum selesai. Dia sambung lagi.
“Soalnya udah kerja sih ya. Jadi gak terlalu mikirin nikah. Udah bisa biayai hidup sendiri.”
Wkwk. Lha sebelum kerja juga hidup aku ada yang biayain orang tua. Eh, tapi bukan itu lho alasan belum nikah. Haha.
“Umurnya berapa sih sekarang?” tanyanya lagi.
“28.”
“Wahhh.. sudah harus nikah itu.”
Aku nyengir lagi. Kupikir semakin lama aku disini maka akan semakin banyak pertanyaan yang menurutku enggak enak buat aku yang terlalu baperan. Aku hanya tertawa getir atas percakapan satu arah ini. Sampai rumah kupikir-pikir untuk enggak terlalu sering beli mie ayam lagi.
Walaupun aku enggak marah atau jadi kesel. Aku hanya ikut tertawa karena sebenarnya itu adalah pertanyaanku dalam hati yang tidak pernah aku ungkapkan ke Tuhan.
“Ya Allah kenapa aku belum kau izinkan untuk menikah?”
Hehe.
Dan,
Pada dasarnya aku ‘sudah biasa’ sih. Ya! Aku tak pernah membayangkan kalau aku akan berada di usia dimana semua orang akan bertanya kapan kamu nikah? Bahkan orang tua sendiri pun mendesakku untuk segera menikah. Aku gak pernah bayangkan bisa berada di usia ini, teman-teman. Gak mau munafik kalau aku pernah segalau dan tak sesabar sekarang. Mengkhawatirkan kenapa aku belum bertemu jodohku, dll. Sampai kemudian suatu kejadian hebat menimpaku yang mengajarkan aku akan sesuatu. Ya, aku memang gak pernah menyangka akan berada di usia yang seharusnya sudah menikah (versi Indonesia), tapi ada satu hal yang luput dari rasa syukurku yaitu aku juga tidak pernah menyangka akan bisa hidup sampai hari ini, di usia ini. Bukankah kematian juga rahasia Tuhan?
Dan
karena itulah aku menjadi biasa saja setelah kejadian itu. Karena aku tidak
tahu apakah menikah atau meninggal yang akan menemuiku lebih dulu. Sehingga aku
lebih bersyukur pada apa yang aku punya hari ini dan berusaha menjadi ‘baik’
saja hari demi hari. Menunggu waktu terbaik dari-Nya untuk semua doa-doa yang terus dipanjatkan.
Break dulu sebelum fight siapin tahun ajaran baru
Tasangkapura-Papua
Comments