Posts

Showing posts from November, 2011

Pasangan Impian

Image
Usia istri Yaqin masih sangat muda, sekitar 19 tahun. Sedangkan usia Yaqin waktu itu sekitar 23 tahun. Tetapi mereka sudah berkomitmen untuk menikah. Istrinya Yaqin cantik, putih, murah senyum dan tutur katanya halus. Tetapi kecantikannya tertutup sangat rapi. Dia juga hafal Al-Qur’an di usia yang relatif sangat muda , Subhanallah… Sejak awal menikah, ketika memasuki bulan kedelapan di usia pernikahan mereka, istrinya sering muntah-muntah dan pusing silih berganti… Awalnya mereka mengira “morning sickness” karena waktu itu istrinya hamil muda. Akan tetapi, selama hamil bahkan setelah melahirkanpun istrinya masih sering pusing dan muntah-muntah. Ternyata itu akibat dari penyakit ginjal yang dideritanya. Satu bulan terakhir ini, ternyata penyakit yang diderita istrinya semakin parah.. Yaqin bilang, kalau istrinya harus menjalani rawat inap akibat sakit yang dideritanya. Dia juga menyampaikan bahwa kondisi istrinya semakin kurus, bahkan berat badannya ha...

BERBUAH KISAH (Bagian IV-End)

By : Rashy Riyetha             “Kak”, ucapku memelas. Memintanya bicara.             “Dania. Adikku. Sayang. Kamu tahu aku sangat sayang sama kamu. Dan aku juga tahu kamu sayang banget sama aku. Tapi, aku nggak pernah membayangkan hal ini terjadi saat kau dan aku hampir bersatu, Dan. Aku bingung, Dan. Aku bingung apa yang harus aku lakukan...”, ujar Rian mencurahkan isi hatinya. Aku mendengar tanpa bergeming sedikitpun. Sesuatu seperti menusuk hatiku dan membisikkan sesuatu yang sungguh telah mengusikku sejak malam-malam yang lalu. Aku menanti lanjutan cerita Rian.             “Dan. Kamu masih ingat Zasky ?”, aku terperanjat mendengar pertanyaan Rian. Zasky ? Wanita yang kupikirkan selama ini ? Wanita yang tadi kulihat di Mall?”, batinku keget. Aku mengangguk pelan dan berharap agar y...

BERBUAH KISAH (Bagian III)

By : Rashy Riyetha             Suasana kantor sudah cukup ramai. Untung saja aku tidak telat jadi masih bisa menggoda Rian di ruangannya. Oops, menggoda ?”, batinku geli. Aku mengetuk pintu ruangan Rian pelan-pelan.             “Selamat pagi, Pak ?”, ujarku dengan suara agak parau dari balik pintu.             “Iya, masuk”, jawab Rian dengan suara sok tegasnya. Aku membuka pelan-pelan pintu ruangannya. Dia masih sibuk dengan tumpukan kertas di depannya sampai-sampai tak begitu peduli dengan siapa yang akan masuk di ruangannya.             “Ehm...”,             “Astaga, Dania !!”, ujarnya kaget melihatku sudah ada di dalam. “Aku kira siapa tadi”, jelasnya. Aku tertawa lepas mel...

BERBUAH KISAH (Bagian II)

By : Rashy Riyetha             Kulihat Ibu memeluk Ibu Irwan erat. Mereka tampak berbicara serius. Air mata Ibu pun tumpah. Mbak Desi, tahu-tahu sudah ada di belakangku. Ia memegang pundakku. Aku menatapnya. Sebulir air mata menanti tuk turun di kelopak matanya sendunya. Tak berapa lama, iring-iringan mobil polisi dan ambulans memasuki halaman rumahku. Aku tak kuasa lagi menahan gejolak dalam hatiku. Air mataku tertumpah. Aku menghambur keluar. Tapi, Rian dan Mbak Desi menahanku. Mbak Desi memelukku. Ia sedikit berbisik di telingaku,”Sabar, Dan. Sabar Dania...”. Ku lihat Ibu menangis. Ia mulai memelukku dan membawaku ke dalam kamar. Tapi, belum sempat aku dibawa kekamar, aku lunglai. Jatuh dan tak sadar diri. Hingga aku tersadar di kamar rumah sakit ini.             “Mah, aku haus !”, ujarku pelan.       ...