Release
Sewaktu kecil di kampung, Raisa tidak punya teman yang memiliki keyakinan berbeda. Semuanya sama. Sama-sama belajar mengaji, sama-sama pergi ke masjid, dan sama-sama pergi sholat Ied. Setelah tiba di sini, teman Raisa mulai bervariasi. Ada yang sama-sama puasa, ada yang pergi ke gereja setiap minggu, dan ada yang pergi ke vihara. Saat masih SD dan SMP, Raisa bahkan ikut acara natal di sekolahan. Pas halal bi halal, teman Raisa yang natalan juga ikutan halal bi halal. Sewaktu masih kecil sampai remaja itu, mereka benar-benar di didik tentang toleransi. Meskipun saat pelajaran agama mereka berpisah kelas. Mereka diajar untuk menghargai kepercayaan teman-teman kita yang berbeda. Perbedaan mulai terasa saat duduk di bangku SMA. Keingintahuan Raisa tentang Islam tiba-tiba meningkat drastis. Mungkin karena guru agamanya menarik dalam membagikan ilmunya. Meraka tidak disuguhkan pada dasar-dasar Islam dan penerapannya dalam kehidupan sehar-hari, namun lebih luas dan dalam lagi....