Posts

Showing posts from November, 2015

Dimananapun aku berada, biostatistik selalu jadi masalah

Pertama kali bercerita pada kalian tentang kegiatan kuliahku di UGM. Sebuah impian yang akhirnya dikabulkan Allah. Yehee... Alhamdulillah. Dan seperti yang sudah saya bayangkan, kuliah S2 TIDAK AKAN MUDAH. Kalau kata bude padaku, “ya memang susah, kalau gampang juga bude sudah kuliah S2 biar jadi dosen.” Hehehe... Waktu di S1 dulu, saya punya teman tiga orang yang selalu kemanapun bersama. Suatu hari saat mempelajari biostatistik kita mendapat suatu masalah tentang mata kuliah biostatistik, yaitu tentang variabel antara. Cukup lama kami mencari literatur yang tepat tentang apa itu variabel antara. Saking stress nya saya pernah mempostingnya di sini. Setelah masuk S2 dan mendapatkan mata kuliah yang sama, saya baru akhirnya mengerti apa itu variabel antara dan variabel confounding. Yeah, meskipun tidak ngerti sepenuhnya. Tetapi masalah biostatistik tidak berhenti di S1 atau saat saya akhirnya sedikit mengerti tentang variabel antara dan variabel confounding yang dulu membuatk...

Cerita 1 : Baju Adat dan Kemendikbud

Image
Overall, i like PK... Sudah lama aku menantikan saat-saat itu. bertemu dengan orang-orang hebat, maksudnya bukan hanya pematerinya, tapi juga teman-teman, panitia dan tentu saja PIC nya yang luar biasa.  Ini cerita hari-hariku di sana.  Aku baru pertama kali bepergian ke ibukota, juga dengan naik kereta. Suatu hal yang pernah aku impikan. Well, yeah. Going to Jakarta is not my dream. I just think if i can go there someday. Jadi semua terasa biasa saja. Yang tidak biasa adalah kejadian-kejadian yang sudah aku bayangkan. Misalnya tentang Wisma Hijau.  Ada insiden lucu sebelum berangkat. Kami dari Jogja ber-25 hampir saja ketinggalan kereta. Sepertinya itu semua salahku. Aku masih menjadi orang yang lamban (dulu juga sih) dengan kaki dipasangin pen dan menggunakan satu cructh . Kebiasaanku adalah menyiapkan segala sesuatu di detik-detik keberangkatan. Jum’at itu aku pergi kuliah sampai jam 1 siang. Begitu pulang masih ada dua jam untuk bersiap-siap. Namun...

Diperebutkan Gordis dan Galau

Malam ini aku terbangun dengan niat untuk membuka buku epidemiologi yang ditulis oleh Gordis. Bukunya ditulis dengan menggunakan bahasa Inggris, ya tentu saja sih, wong Gordis adalah orang asing. Meski demikian, bahasa yang digunakan Gordis untuk menulis buku itu tidak begitu sulit untuk dipahami. Hal ini menambah semangat saya untuk meng-khatamkannya.  Segelas kopi Goodday ditambah sari roti sudah lengkap menemaniku untuk melanjutkan membaca buku Gordis. Paduan rasa mocacino dan lezatnya coklat di dalam roti sebenarnya sudah mengusir rasa kantukku. Aku sudah tidak mengantuk lagi. Semangat sudah tersulut. Mataku sudah terarah pada deretan huruf, angka, dan grafik-grafik yang indah dari buku Gordis ini. Sayang sekali pikiranku sedang tidak di tempat. Kegalauan kenapa justru datang di saat aku ingin berduaan saja dengan buku. Kemakah pikiranku saat ini sedang pergi?? Tidak kemana-mana sih. Masih di sini. Di tempat berdiri peninggalan sejarah indonesia.Sebuah tempat yan...