Dimananapun aku berada, biostatistik selalu jadi masalah
Pertama kali bercerita pada kalian tentang kegiatan
kuliahku di UGM. Sebuah impian yang akhirnya dikabulkan Allah. Yehee...
Alhamdulillah. Dan seperti yang sudah saya bayangkan, kuliah S2 TIDAK AKAN MUDAH.
Kalau kata bude padaku, “ya memang susah, kalau gampang juga bude sudah kuliah
S2 biar jadi dosen.” Hehehe...
Waktu di S1 dulu, saya punya teman tiga orang yang
selalu kemanapun bersama. Suatu hari saat mempelajari biostatistik kita
mendapat suatu masalah tentang mata kuliah biostatistik, yaitu tentang variabel
antara. Cukup lama kami mencari literatur yang tepat tentang apa itu variabel
antara. Saking stress nya saya pernah mempostingnya di sini. Setelah masuk S2
dan mendapatkan mata kuliah yang sama, saya baru akhirnya mengerti apa itu
variabel antara dan variabel confounding. Yeah, meskipun tidak ngerti
sepenuhnya.
Tetapi masalah biostatistik tidak berhenti di S1
atau saat saya akhirnya sedikit mengerti tentang variabel antara dan variabel
confounding yang dulu membuatku tidak bisa tidur. Masalah biostatistik tidak
akan pernah selesai mungkin sampai akhirnya saya bisa mengajar di depan 60
mahasiswa tentang Analisis Of Variance atau tidak Multiple Regresi, atau yang
lebih susah dari itu.
Hari ini, saat saya mengetikkan kata-kata ini di
tengah kuliah Biostatistik tentang Anova yang meskipun sudah kupelototi tetap
susah untuk aku pahami, nilai dari midterm biostatistik keluar. Tahu tidak
bagaimana isi dari jawabanku saat ujian, amatir, bukan jawaban intelektual,
apalagi untuk level S2. Malu? Jelas. Sedih? Jangan ditanya. Sambil mengetikkan
ini sebenarnya air mataku sudah ingin jatuh. Yah walaupun tidak sesedih saat
kakiku patah. Hiks. Tapi... mengetahui buah dari benih yang kutanam (buah dari
tidak pernah menyukai biostatistik) adalah ini.
Kembali ke tiga tahun sebelumnya jika aku
membandingkan nilai term-ku hari ini adalah sebuah hal yang sangat lucu.
Bagaimana bisa dulu aku mendapat nilai A untuk biostatistik sementara sekarang
untuk menentukan probabilitas saja aku masih salah (mulai nangis).
Yasudahlah, katanya dibalik kegagalan itu ada kesuksesan yang tertunda. Tapi ya
tergantung bagaimana kamu akan mengambil hikmah dari apa yang telah terjadi. Hahaha
Selamat soreee...
RK II, FKM UGM
Comments