Posts

Showing posts from December, 2013

Ketika Mimpimu Yang Begitu Indah Tak Pernah Terwujud

Image
            Ya sudahlah!, menghela napas pasrah.             Dulu, lagu Bondan ini sangat tidak aku suka. Liriknya seperti memaksa kita untuk pasrah dengan apa yang terjadi. Menyerah begitu saja tanpa ada perlawanan. Tetapi, ternyata lagu ini bisa juga menjadi motivasi untuk bisa menerima apa adanya. Menerima dengan ikhlas atas apa yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. meskipun telah berusaha dengan sekuat tenaga.             Ya sudahlah!, menghela lagi. Dengan apapun yang terjadi saya pikir tidak akan mudah menerima orang lain untuk datang dan membicarakan hal yang sama. Rasanya begitu menyedihkan. Ketika keberuntungan tenyata tidak berpihak pada kita. Kita tidak boleh marah pada-Nya. Karena semua yang terjadi adalah yang terbaik untuk kita dari-Nya. Jangan sekalipun merasa Dia tidak adil. Karena keadila...

Harmony

Image
Hukum apa yang begitu tega memisahkan ibu dan anak? Menonton kembali film korea berjudul Harmony untuk yang kesekian kali. Entah bagaimana perasaan seorang ibu jika dipisahkan dengan anaknya yang masih kecil. Bahkan, ia belum bisa memanggil nama ibunya. Hong Jeong Hye, 32 Tahun. Dihukum 10 tahun atas kasus pembunuhan terhadap suaminya sendiri. Saat itu, Jeong Hye tengah mengandung anak pertamanya dengan suaminya. Sayang, suaminya yang memiliki kelainan mental itu malah tidak mengakui anak yang dikandung Jeong Hye. Sebenarnya, Jeong Hye bisa saja tidak masuk penjara mengingat suaminya memiliki kelainan mental. Namun, Jeong Hye begitu stress sehingga tidak peduli apakah ia akan masuk penjara atau tidak. Setahun kemudian, bayi lucu yang beranjak kanak-kanak bernama Minwoo merayakan ulang tahun pertamanya. Jeong Hye begitu senang karena ia tidak punya banyak waktu dengan minwoo. Merayakan ulang tahun pertama minwoo adalah hadiah besar untuknya. Di dalam ...

Ingin Allah Adalah Yang Terbaik Bagi Kita

Image
Apa yang terjadi tidak seperti yang kita pikirkan             Seperti hari ini, saat teman seperjuangan dari semester satu sudah memulai start duluan untuk menjadi seorang sarjana. Saya masih terpaku pada suatu titik. Tidak bisa berpindah meskipun keinginan kuat sudah mendorongku dari dalam. Memaksaku untuk terpacu dengan langkah kaki cepat dia. Sayang, tidak semua yang terjadi seperti yang kita harapkan.             Seperti tadi, saat saya berdebar bertemu dengan pembimbing dua saya yang susah sekali untuk ditemui. Banyak sekali yang saya takutkan karena tidak berharap mendengar kata ‘perbaikan’ lagi darinya. Mulai dari masalah variabel hingga metodologi penelitian. Itu semua karena saya benar-benar ingin berada di depan penguji juga. Bagaimanapun mengerikannya jika hari itu tiba. Setidaknya, saya tidak harus menunggu tahun depan. Sayang, tidak semua yang terjadi se...