Posts

Showing posts with the label indonesia

SINGKAT AJA : KEREEN! AKU SENANG

Image
            Kalau ditanya kenapa aku suka novel, aku akan menjawab karena dengan menulis novel aku jadi punya alasan untuk tidak tinggal sejenak di bumi. Berlari sejenak dari dunia nyata yang menyita sebagian otakku dengan rumus biostatistik yang memusingkan dan sulitnya untuk mempelajari perilaku orang lain bahkan untuk merubahnya. Tapi bukan berarti aku suka lari kenyataan. Aku suka dilan! *gak nyambung* Aku suka rehatku dengan seperti itu.              Semua novel bagiku bagus, terlepas bagaimana itu dimana pasar. Novel bagiku dengan cerita-ceritanya selalu menyediakan tempat baru yang bisa aku kunjungi ketika lelah. Seperti saat membaca Daun Yang Jatuh Tak Membenci Angin, aku merasa sedang pindah ke daerah Jakarta hingga Singapura. Menyaksikan bagaimana kehidupan seorang penulis baik hati dengan anak remaja yang dia cintai diam-diam. Lalu tentang Aku dan Sepu...

Jogja Nol Kilometer--3

Image
Jogja Nol Kilometer   Menjadi akhir dari malam minggu yang panjang ini. Titik Nol Jogja bukanlah menjadi agenda kami. Namun, entah mengapa, rasa capek, lelah, senang, bingung, membuat kami lupa bahwa waktu sudah menunjukkan pukul tengah malam. Titik nol masih ramai, tapi kami kebingungan untuk pulang. Bukankah Trans Jogja cuma sampai jam sembilan malam. Dan taksi, kami tidak tahu apakah masih ada armada yang beroperasi. Ada satu titik yang menjadi penentuan jarak antar daerah di Jogjakarta dan dengan kota lain di luar DIY. Titik tersebut disebut dengan Titik Nol Kilometer. Lokasinya tepat di depan kami duduk. Sebuah perempatan di selatan Malioboro. Yaitu, pertemuan Jalan A. Dahlan, Jalan Senopati, Jalan A. Yani dan, jalan menuju Alun-alun Utara. Tepat di depan Monumen Serangan Satu Maret. Dan kami duduk menghabiskan malam dengan penduduk kota Jogja lainnya serta musisi jalan dan para penjual makanan. Sembari duduk di bawah patung gajah raksa...

Jogja Nol Kilometer--2

Image
Mata Najwa dan Anies Baswedan Puas bermain uji nyali, kami bertiga pun mengisi perut di angkringan samping Alun-alun. Lumayan satu piring siomay dan es jeruk mengisi perut. Setelah anggota keempat kami datang, kami mendapat sebuah kabar menggembirakan dan mengesalkan. Ternyata, usut punya usut, penyebab macetnya Malioboro malam itu adalah karena acaranya Mata Najwa untuk Hari Pendidikan Nasional. Kami pun berpikir daripada menghabiskan waktu tak jelas di angkringan, ada baiknya kami segera meluncur ke Benteng Vrederbug tempat acara Mata Najwa digelar. Dengan bermodalkan satu motor dan bonceng tiga, akhirnya kami berpindah dari Alun-alun Kidul ke Benteng Vrederburg. Jalan kami dipercepat dari lokasi parkir di depan Bank BNI. Buru-buru karena kami memiliki satu feeling tidak enak, yaitu acaranya sudah bubar. Begitu berada di depan Benteng, ramai para penonton mata najwa keluar dari tempat acara di helat. Lucunya, mereka pulang kami baru datang. Tapi tak apa, sebab sponsor aca...

Jogja Nol Kilometer--1

Image
Menulis itu bekerja untuk keabadian. Itu kata Pramoedya Ananta Toer. Yup, dengan menulis sebuah kisah yang awalnya akan hanya ada di dasar memori menjadi terkenang selamanya. Maka, sebelum sebuah kisah lucu hilang di dasar memori, baiknya kita segera menuangkannya ke dalam tulisan yang semoga akan terkenang tak akan hilang tergerus zaman. Here the story... Mitos Pohon Beringin Malam minggu katanya malam yang panjang. Padahal mah sama aja dua puluh empat jam. Dan malam minggu ke berapa ya sejak tiba di jogja, kami memutuskan untuk berjalan-jalan mencari udara segar. Kami memutuskan untuk pergi ke Alun-alun Kidul. Karena tak punya kendaraan, kami memanfaatkan jasa angkutan yang paling ngetrend di Jogja, Trans Jogja. Lumayan, meskipun nunggu lama dan jarak halte ke Alun-Alun cukup membuat keringetan, yang penting nyampe. Dan, beringin kembar yang memiliki sebuah cerita itu dipadati banyak pengunjung. Mulai dari keluarga, muda-mudi, hingga bule-bule. Ceritanya adalah...