Don’t Judge A Book By Its Cover


 


Pelajaran penting kedua yang kudapat di tahun duapuluh duapuluh adalah Don’t Judge a Book By Its Cover. Yup! Terkadang, bahkan sering banget kita menilai seseorang hanya dari tampak luarnya. Penilaian dari tampak luar itu kemudian menentukkan bagaimana kita berprilaku kepada orang lain yang kita nilai.

Misalnya nih, sebagai anak muda yang sudah bekerja sebagai dosen, membuat kita berpakaian seperti layaknya anak muda aja. Santai, selow, sampai-sampai kita masih dianggap sebagai mahasiswa ketika berkunjung ke salah satu instansi untuk keperluan penelitian. Begitu kami menjelaskan pekerjaan kami, perilaku orang tersebut berubah seratus delapan puluh derajat. Yak, itu contoh kecil aja sih yang cukup bikin aku semakin meyakini bahwa jangan pernah menilai orang dari tampak luar.

Sering sih, aku mencoba meniru kesederhanaan Mark Zuckenberg dan istri. Janganlah menilai seseorang dari cara dia berpakaian. Karena kita enggak pernah tahu isi dompetnya. Hahaha!

But, yang terparah mengenai Don’t Judge by the Cover adalah kisah hidupku berteman dengan seseorang selama lima tahun. Kalau ini sih bener-bener membuatku ternganga. Nggak percaya. Nggak yakin bahwa selama lima tahun aku salah menilainya. Dia yang kupikir baik hati dan tidak sombong ternyata kelakuannya kayak dakjal. Haha. Dan karena terbongkarnya kedok atau topeng yang selama ini kemudian menyadarkan aku untuk jangan, jangan pernah, menilai seseorang dari tampang luar. Bahkan dari perilakunya yang keliatan baik. Mereka yang baik kepadamu belum tentu tulus dan ikhlas, tapi mereka yang tulus dan ikhlas sudah pasti baik. Semua kebaikannya selama ini langsung terhapus setelah kebohongannya selama bertahun-tahun terungkap. Kemudian memberikan aku pelajaran yang sangat berharga. Semoga bisa kuterapkan dan tidak tertipu untuk kedua kalinya. Pendidikan yang bagus tidak menjamin akhlak baik seseorang. Bukankah banyak pelaku korupsi adalah orang-orang berpendidikan tinggi? Jadi, tetaplah rendah hati, tetaplah baik, tetaplah tulus ikhlas, tak peduli dimana kamu sekolah dan kuliah. Karena mereka yang lulusan luas negeri pun ternyata jadi maling dan penipu.

Dan, dont judge by cover pun berlaku untukku. Buat kalian yang mengenalku, tentu saja aku tidak baik. Sering banget dibilang sombong, padahal enggak. Cuma jutek dan cuek sih ahaha. Buat kalian yang cuma melihatku dari jauh, aku tidak sebaik yang kalian anggap. Aku hanya mencoba menjadi baik saja. Tapi Insya Allah selalu tulus dan ikhlas. Kok kayak promo ya? Haha

But, benar. Pelajaran penting kedua yang aku dapatkan dari rentetan kepahitan hati di tahun lalu adalah jangan pernah menilai orang lain dari tampak luarnya. Karena dalamnya lautan bisa diukur, namun kedalaman hati seseorang tidak bisa.

Tetaplah humble, tulus dan ikhlas kepada siapapun tanpa melihat dia siapa.

 

Sedang menikmati liburan di buton :D

 

 

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y