Reply 1988 (2015) : Tegas Memutuskan Tanpa Ragu Itulah Timing
![]() |
| Love this part |
![]() |
| And this, saat JungPal rela dan ikhasin DeokSun buat Taek. Love this Friendship! |
Lagi. Aku mau review drama Reply 1988. Bukan review sih, tapi lebih ke ‘pengen nulis aja’ tentang Reply 1988. Drama yang tayang tahun 2015-2016 ini hype banget. Beberapa temanku bahkan bilang sejauh ini serial reply yang paling buat jatuh hati adalah yang reply 1988 ini. Namun, karena masih belum move on sama reply 1994, jadi belum ada niat untuk menonton serial ketiga ini.
Lima tahun kemudian... (haha!)
Setelah cukup lama absen marathon drakor, kangen juga aku. Pas muncul di timeline situs nonton film, akhirnya aku menonton lagi episode pertama dari Reply 1988. Anehnya, sewaktu dulu pernah mencoba nonton episode 1 nya, aku sama sekali nggak tertarik. Eh pas kemarin nonton kok drama ini jadi lucu banget. Baru episode 1 aku sudah dibuat ngakak tengah malam dengan adegannya yang konyol. Plus dapet feel sedih dan pesan morilnya juga.
Sebagai penggemar series Reply, Reply 1988 sepertinya mengusung tema yang hampir sama di tiap seriesnya. Kalau di Reply 1997 berkisah seputar sahabatan di SMA, kalau di Reply 1994 seputar sahabatan di kos-kosan. Dan, di Reply 1988 ini berkisah tentang lima sahabat yang berteman sejak kecil karena mereka tetanggaan. Mungkin yang buat agak beda adalah kalau di series reply sebelumnya hanya berfokus pada keluarga Sung Dong Il dan Lee Il Hwa, namun di reply 1988 ini juga berfokus pada keluarga dari lima sahabat ini yang tinggal tetanggaan di sebuah gang kecil di Ssangmungdong. Kehidupan 1988 yang sederhana, agak udik, dan relate banget sama kehidupan masyarakat pada umumnya sukses ditampilkan di drama ini. Meskipun 1988 aku belum lahir dan tentu saja gak tahu kondisi di tahun kayak gimana, tapi penulis dan sutradara sukses membuat kita ikut hanyut dalam drama keluarga yang apik ini. Kayak di episode 1 ada adegan bagi-bagi makanan antar tetangga (yang di episode berikutnya seterusnya), yang menggambarkan kehidupan bertetangga. Terus adegan kebiasaan tiga wanita paruh baya yang duduk di semacam ‘lego-lego’ di gang rumah untuk saling bercerita, saling membantu menyiapkan bahan makanan, dll. Persis lah sama keadaan masyarakat pada umumnya. Ya, setidaknya drama ini keluar jauh dari perebutan jadi penerus perusahaan besar atau tentang balas dendam. Cukup hangat meskipun menyisakan rasa ikutan patah hati untuk penikmatnya.
Jujur, saat episode terakhir aku tak sanggup untuk menahan haru ketika semua keluarga itu akhirnya satu-satu per satu meninggalkan Ssangmungdong yang penuh kenangan itu. Ketika anak-anak mereka sudah besar, sudah dewasa, sudah bekerja, mereka akhirnya pindah ke lingkungan yang berbeda. Ah, sedihnya~
Dan tulisan random ini aku persembahkan untuk Jung Pal aka Kapten Kim Jung Hwan yang sukses bikin gemes sepanjang drama. Kalau di dua serial reply sebelumnya biasanya yang menjadi suami dari anak perempuan Sung Dong Il dan Lee Il Hwa adalah orang yang paling sering berkelahi atau adu mulut dengannya. Atau yang paling keliatan cuek tapi memberi perhatian diam-diam. Maka, aku kira kalau Deok Sun (yang lagi-lagi adalah anak Sung Dong Il dan Lee Il Hwa haha) akan berjodoh dengan orang yang paling sering adu mulut dengannya, yaitu Jung Pal. Dan yang memberikan perhatian diam-diam pada DeokSun. Namun, karena drama ini sudah cukup lama dan baru aku tonton, aku jelas sudah tahu kalau akhirnya Deok Sun akan memilih Choi Taek (yang diperankan Park Bo Gum, yang parasnya cukup membuat banyak orang jatuh hati dan membuat dia naik daun). Well, akhirnya sejak awal-awal episode aku sudah merasakan patah hati-nya Jung Pal lebih dulu. Haha!
Meskipun demikian, aku tetap larut dalam pertanyaan banyak orang yaitu mengapa Deok Sun memilih Choi Taek, sementara yang perhatian sejak awal adalah Jung Pal. Hiks. Puk puk JungPal. Meskipun Park Bo Gum pemeran Taek sangat digandrungi, aku tetap menjadi team Jung Pal. Dan merasa penulisnya sangat jahat dengan menulis skenario patah hati yang paling menyakitkan disini. Karaktek Jung Pal kenapa dibuat ngenes kayak gitu yang membuatku tak semangat menyelesaikan drama ini setelah episode 18. Harusnya, drama ini berakhir di episode 18 saja. Haha.
Salah satu yang buat aku bertahan menonton sampai selesai dua episode terakhir adalah karena lima keluarga ini punya peran masing-masing dalam drama ini. Dan seneng aja melihat bagaimana kelanjutkan kehidupan keluarga yang sudah tetanggan sejak puluhan tahun akan mengakhiri masa tetanggaan itu setelah anak-anak mereka sudah besar dan dewasa.
Dan dari sekian banyak adegan bagus dalam drama ini, aku ingin fokus pada bagaimana penulis menyampaikan pesan tentang ‘takdir’. Soalnya dari Reply 1997 dan 1994 kan bercerita tentang perjalanan cinta anak Sung Dong Il dan Lee Il Hwa, dia ditakdirkan menikah dengan siapa. Ya, kalau di flashback ternyata ada momen-momen yang ternyata mengantarkan mereka pada takdirnya. Seperti DeokSun dan JungPal yang enggak jodoh. Di episode18, penonton dibuat gemes sama adegan lampu merah dimana JungPal berkendara untuk menemui DeokSun di arena konser. Namun, entah mengapa hari itu JungPal ngenes banget karena selalu menemui lampu merah. Lampu merah itu akhirnya membuat JungPal terlambat dan keduluan sama Taek. Yang jadi cikal bakal kisah cinta DeokSun dan Taek. Lalu JungPal?
Nangis donk. Nyesel donk. Dan penonton gemes banget donk.
Sometimes, fate’s doesn’t come to you. If you want an explain about fate. It will happen, and it comes to you accidentally.
That why, another word for fate is “timing”
However, fate and timing will not come to you accidentally. The dramatic moment, a moment of miracle, is made by eagerness of the choices we made.
He wanted her more, and I should be braver
It wasn’t because of the bad timing. It was because of my countless hesitation.
![]() |
| “Takdir tidak datang kepadamu setiap saat, itulah sebabnya kata lain dari takdir adalah timing (waktu).” - Kim Jung Hwan |
Pada scene di drama ini, Jung Pal sudah menyukai DeokSun sejak lama. Namun, karena sifatnya yang ragu-ragu, dia tidak pernah jujur di depan DeokSun. Seandainya dia gak malu untuk memberikan kado natal langsung pada DeokSun, seandainya dia enggak ketus di depan DeokSun tapi benar-benar tersenyum pada semua yang DeokSun lalukan, seandainya dia mau pakai baju pink hadiah dari DeokSun, seandianya dia gak ragu untuk menghibur DeokSun yang lagi sedih, dan sejumlah keragu-raguan dia yang lainnya. Mungkin, takdir dan timing mereka akan berubah. Dan yang paling gemes adalah JungPal sudah tau kalau DeokSun ‘dicampakkan pacar’ yang mengajaknya nonton konser, eh dia kebanyak mikir di bioskop. Sifat ragu-nya yang membawanya dihadang lampu merah dan membuatnya keduluan Taek. Ya udah deh. Dia patah hati, penonton juga ikut patah hati dan gemes. Gemes sama JungPal yang menyia-nyiakan banyak kesempatan yang dikasih. Padahal DeokSun juga suka sama dia waktu SMA. Ah, gemesh.
Oh iya, tergemesh kedua
setelah adegan lampu merah adalah saat JungPal menyatakan perasaannya ke
DeokSun di restoran, yang ditutup dengan kalimat “Aku becanda.” So, stupid tapi
well, saat itu hati DeokSun sudah bukan buat JungPal lagi. Cinta masa remajanya
sudah lewat.
![]() | |
| Tatapan mata DeokSun kayak bilang "Kenapa baru bilang sekarang? Terlambat" |
![]() |
“Jika kau mencintai seseorang, katakan sekarang sebelum hari-harimu penuh penyesalan.” - Sung Deok Sun |
Pas bagian ending aku memang banyak skip terutama dibagian DeokSun dan Taek dewasa. Aku sudah tidak mood lagi mengikuti kisah cinta mereka yang menurutku gak seperti kisah cinta di reply sebelumnya, yang romantis dan kayak memang “you deserve get her’. Tebak-tebakan suami di reply 1988 kayaknya gak ngaruh karena di episode sekian sudah kelihatan kalau Jung Pal bakalan patah hati dan banyak yang bilang sebagai patah hati terparah yang dialami second lead (walaupun drama ini gak jelas siapa yang first lead siapa yang bukan, karena porsi cerita mereka sama-sama banyak).
Meskipun aku ikut patah hati melihat JungPal dikerjain lampu merah, tapi gak apa-apa. Sebab di kehidupan nyata JungPal malah jadian sama DeokSun. Uwuwu~ Benar-benar mengobati patah hati netizen deh. Apalagi keduanya, lewat drama ini, menyabet penghargaan Popular Actor and Actress Award dalam tvN Awards 2016.
Yak,
udah. Apakah aku akan rewatch lagi seperti relpy 1998 dan reply 1994 yang sudah
rewatch berkali-kali? Jelas. Terutama aku ingin menonton ini bersama keluarga dan anak-anakku kelak. Too much pesan moral keluarga di dalamnya. Meskipun pada tulisan ini aku lebih fokus pada JungPal.
Oke terakhir, two thumbs buat Shin Won Ho dan Lee Woo Jung yang sudah membuat drama keluarga yang hangat ini : )
Selamat tinggal, masa mudaku. Goodbye, Ssangmungdong – Deok Sun, ep. 20
“Keluarga adalah tempat yang pada akhirnya akan kita tuju untuk kembali.” - Sung Deok Sun
Kamis Manis :P





















Comments