A CRASY LITTLE THING CALLED LOVE.


A CRASY LITTLE THING CALLED LOVE.

Waaaahhh, ini pertama kalinya aku nge-review film. Kenapa?? Karena film ini aku mau rekomendasikan buat readers yang belum pernah nonton Thailand Movie yang satu ini. Curcol dikit ya, aku nggak ngerti sebenarnya gimana tata cara penulisan review film. Jadi, mohon maklum, guys!
                Nah, Film dari sebuah Negara di Asia yang tidak pernah terjajah dari negeri lain di dunia ini di rilis pada tahun 2010 lalu. Mengangkat tema yang sederhana dan sudah umum, yaitu First Love (Cinta Pertama). Tetapi, dibalik kesederhanaan film ini, sang sutradara berhasil menunjukkan bahwa tema First Love itu bisa dijadikan dalam beberapa kisah yang menarik tentunya.
                Film ini mengangkat kisah seorang remaja yang tidak begitu pupuler di sekolah dengan mode yang jelek dan tidak begitu cantik, tetapi sangat fasih berbahasa inggris. Nam, gadis 15 tahun itu jatuh cinta pada seniornya di kelas 10 bernama Shone. Shone sangat pintar, baik hati dan tentunya tampan. Ia menjadi idola para wanita di sekolah. Shone cukup pintar dan memiliki hobby fotografi. Hobby inilah yang membuatnya mengoleksi segala macam hal tentang Nam secara diam-diam. Nam, tidak pernah tahu bahwa usahanya selama ini untuk mendapatkan hati Shone telah terbalas jauh sebelum ia bersusah payah merubah dirinya yang berkulit hitam menjadi kulit putih.
                Sepanjang Film ini mengambarkan betapa usaha Nam bersama ketiga rekannya untuk mendapatkan hati Shone. Konflik dalam film ini ditandai dengan pertemuan Nam dengan sahabat Shone, Top, dan membuatnya berpacaran dengan Nam. Hal ini membuat Shone sangat sedih, dan ia terpaksa tidak menyatakan rasa sukanya pada Nam karena masalah ini. Dan juga, tentang persahabatan Nam dan ketiga kawannya yang retak ketika Nam mulai dekat dengan Top.
                Ketika hari kelulusan tiba, Nam sudah tidak tahan lagi untuk tidak mengatakan yang sebenarnya pada Shone. Namun, ternyata Shone telah memiliki seorang kekasih, yaitu Pin. Kakak kelas Nam sekaligus teman Shone selama ini. Pin cukup akrab dengan Nam, sehingga Nam tidak punya alasan untuk membencinya. Sungguh kenyataan yang memilukan. Nam tidak kuasa menahan segala kesedihannya. Ia menangis tersedu-sedu di kamarnya.
                Shone berhasil masuk dalam tim sepakbola Bangkok. Sebelum pergi, ia memberikan diam-diam photobook berisi foto-foto Nam dan semua perasaannya pada Nam. Nam yang telah berhasil mendapatkan juara pertama, berangkat ke Amerika untuk tinggal bersama sang Ayah.
                Sembilan tahun kemudian. Shone telah menjadi fotografer ternama. Ia dan Pin tetap menjadi teman saja, dan Shone membantu Pin untuk menjaga anaknnya sesekali. Nam, kembali ke Thailand setelah menjadi seorang designer ternama di New York. Di sebuah acara televise, Nam menerima kejutan kedatangan Shone secara tiba-tiba. Saat itulah, ia bertanya apakah Shone telah menikah. Shone berkata bahwa ia tengah menanti seorang pulang dari Amerika.
                Akhir yang indah bukan??? Kisah ini memang sederhana namun membuatku sadar bahwa keserhanaan itu sesungguhnya istimewa.
                Kita tidak pernah tahu apa yang direncanakan oleh-Nya. Usaha kitalah yang menjawab segalanya, merubah semua yang telah tertulis di dalam takdir-Nya.
                Well, buat yang belum nonton silakan dicari DVDnya :p :p












Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y