Saranghaeyo
Annyeong^^
Now, saya mau share salah satu FanFics saya. Tapi, ini belum sepenuhnya selesai. Ya... Mohon dibaca aja. dijamin, gaya tulisan, Achie banget deh.....
Enjoy ^^
Saranghaeyo, Unnie
Title : Saranghaeyo, Unnie
Genre : Romantic
Long : 1/?
Rating : PG 15
CAST~~~~
- Kim Jae Joong
- Kang Eun Ri
- Lee Hyuk Soo
- Song Ha Nae
Author : ‘Chee Triples Cassie’ aka Achie Cassiopeia
====
“Aku mencarimu sejak tadi, Onnie” Kang Eun Ri berbalik kearah datangnya suara. Seorang pria muda berdiri dibelakangnya tanpa ekspersi. Sesaat kemudian ia menunjukkan ekspresi kesal pada Eun Ri.
“Oh! Mianhe. Apa kau yang memanggil di handphoneku?” Tanya Eun Ri seraya menunjuk ponsel miliknya. Ia seakan tak peduli pada ekspresi pria yang kesal itu. Semua karena ia tak mengenal pria muda itu. Dibenak Eun Ri hanyalah ingin tahu siapa orang yang meneleponnya sejak minggu lalu.
“Aku mencarimu sejak tadi di atas. Bukankah kita berjanji bertemu diatas?” pria itu tak menjawab pertanyaan Eun Ri. Ia terus menyatakan kekesalannya menunggu Eun Ri sejak tadi.
Kang Eun Ri mengajak pria tadi untuk duduk sebentar di taman. Ia cukup mengerti perasaan pria itu yang menunggunya sejak tadi.
“Aku Kim Jae Joong!” ujar pria bernama Kim Jae joong itu. Eun Ri menggangguk-angguk sambil memandangi wajah Jae Joong. Pria muda ini menjadi tanda tanya besar untuk Eun Ri. Mencarinya dengan seragam SMA di tempat keramaian seperti ini.
“Ehh.. lalu, kenapa kau mencariku, Jae Joong-ah?” Tanya Eun Ri ragu-ragu. Jae Joong mengambil selembar surat dari dalam tas punggungnya. Seraya membetulkan kacamatanya, ia memberikan surat itu pada Eun Ri.
“Aa.. Aapaa ini ??” Eun Ri menerima surat itu dengan penasaran. Ia mulai membaca isi surat itu dalam hati.
#backsound Will You Be My GirlFriend by TVXQ#
Eun Ri menarik napas kesal setelah membaca surat itu. Ia menatap marah pada Jae Joong yang melihanya sejak tadi.
“Hha.. Jadi kau.. Ck.. Mana Hyuk Soo??” Tanya Eun Ri dengan suara keras. Jae Joong mengambil ponselnya dan memberikan pada Eun Ri.
“Tanya sendiri padanya. Aku sudah capek berusuran dengannya!” ujar jae joong dengan acuh tak acuh. Eun Ri melihat perubahan wajah jae joong yang tadinya tenang menjadi sangat kesal sepertinya.
Sayangnya, Lee hyuk soo tak bisa dihubungi.
“Mianhae Unnie. Annyeonggi Gaseyo” pamit jae joong dengan ramah setelah menceritakan semuanya pada Eun Ri. Ia berjalan menuju seorang gadis yang baru tiba di depan pintu cafĂ©. Mereka saling bergandengan kemudian berlalu dari pandangan Eun Ri. Eun Ri meringgis kesal mengetahui yang sebenarnya.
~~~
“Apa dia pacar Hyuk Soo oppa?” tanya Hae Na sambil terus menggandeng lengan Jae Joong.
“Nde”
“Cantik ya?”ujar Hae Na lagi sambil menoleh kea rah Jae Joong.
“Nde”
“Kau pasti lelah. Kita ke rumah dulu ya? Setelah itu berangkat ke rumah sakit”
“Aku tidak ingin kesana hari ini” Hae Na berhenti berjalan.
“Apa sangat rumit masalah Hyuk Soo oppa? Appa pasti sedih jika kau tak datang hari ini” Hae Na berujar sambil melangkah lagi.
“Kan ada kamu” jawab Jae joong sambil tersenyum pada Hae Na.
“Nde. Tapi kau harus memperkenalkanku pada teman-temanmu. Ya ?? Janji??”
“Song Hae Na. Aku akan memperkenalkanmu. Nanti….” Ujar Jae joong sambil berlari menggoda hae na.
“Jae Joong-ah!!! Chakkaman!! Jae Joong-ah….” Teriak hae na sambil berlari mengejar Jae Joong. “Awass kau jika ku dapat!!!”
~~~
“annyeong!!” sapa Eun Ri ketika pintu rumah yang diketuknya terbuka.
“HyukSoe Hwang?” jawan EunRi saat wanita muda yang membuka itu bertanya ingin bertemu siapa. Wanita muda itu mengerutkan keningnya dan memberi tanda tunggu sebentar. Ia masuk kembali ke dalam rumah membuat EunRi menanti dengan gelisah. Ia sudah ingin sekali memukuli wajah HyukSoe. Tak lama, wanita tadi keluar dengan membawa sepucuk surat. Surat yang sama dengan yang diberikan Kim Jae Joong, murud SMA, padanya.
“Omona!!” EunRi tak bisa menahan kekesalannya ketika membaca surat yang sama lagi. Wanita muda itu mencoba menenangkan EunRi dan memberi penjelasan padanya. Lagi-lagi penjelasan yang sama yang diberikan Jae Joong.
EunRi kesal dan berjalan tanpa arah di pusat Myeondong. Beberapa remaja pria yang dilewatinya tampak memperhatikan EunRi. EunRi jadi risih dan berjalan dengan cepat menuju halte bis. Disana ia bertemu Song Hae Na yang baru saja kembali dari rumah sakit. Hae Na memperhatikan EunRi seperti yang dilakukan beberapa remaja pria tadi.
“Mianhe, apa kau EunRi Nonna?” Hae Na mencoba berkenalan. EunRi menoleh kearahnya dan tersenyum terpaksa karena lelah.
“Nde! Kau mengenalku?” EunRi bertanya balik. HaeNa menggeleng dengan cepat.
“Aku hanya mengetahuimu. Kenalkan, Song Hae Na. Aku kekasih Kim Jae Joong” ujar HaeNa dengan penuh semangat. Sementara EunRi hanya tertawa kecil menyambut perkenalan HaeNa.
“Nonna akan kemana? Aku baru saja menjenguk Appa Jejung di rumah sakit. Ohya, sudah berapa lama kau mengenal Jae Joong?? Dia pasti sangat menyebalkan. Hahaa” HaeNa bercerita dengan cepat dan lancar dan penuh semangat. Sayangnya EunRi tak begitu memperdulikannya.
“Tidak lama. Aku akan pulang kerumah. Sampai jumpa!” ujar EunRi tepat ketika bis yang ditunggunya datang. Ia naik dengan cepat agar tak perlu berlama-lama lagi dengan HaeNa. Pikirannya sangat galau oleh HyukSoe dan ia perlu suasana tenang. Sialnya, HaeNa menunggu bis yang sama dengannya.
~~~
Tak banyak yang mengetahui SMA ini. Hanya orang-orang disekitar saja yang mengenalnya. Dan syukur-syukur jika ada petugas dari departemen pendidikan yang datang berkunjung. Di setiap kelas yang ada, hanya suara guru yang sibuk bercerita omong kosong dan banyak murid yang tertidur olehnya. Padahal sang guru tengah memperkenalkan rumus-rumus Fisika. Hanya disebuah kelas yang berada di lantai 2 yang terlihat ramai. Saat itu mereka sedang mempelajari bahasa korea dan tema kali in adalah membuat surat.
“Setiap orang harus bisa membuat surat!!” ujar songsaengnim dengan penuh semangat. Beberapa murid langsung meriuh menunjukan tak senang.
“Tapiiii. Surat yang akan dibuat adalah Surat Cinta!!” lanjut Hyuk Soe, songsaengnim.
“Chongmal?? Horeeee!!” murid-murid HyukSoe sangat senang. Mereka pun saling menggoda satu sama lain. Tak lama suasana kelas menjadi tenang karena setiap orang sibuk membuat surat cinta.
HyukSoe memperhatikan murid-muridnya dan tersenyum bangga. Ia tak menyadari bahwa sejak tadi handphonenya berdering.
“HyukSoe!! Awas kau jika kau kutemukan!!” geram EunRi sambil mematikan sambungan. Ia sudah lima kali menelepon HyukSoe siang ini dan tak satupun diangkat.
HyukSoe kembali ke mejanya dan menyadari ada lima panggilan tak terjawab di dalam ponselnya. Ia terlihat ketakutan dan memasukkan ponselnya kedalam tas.
“Jeongmal Mianhaeyo, EunRi~ssi” ucapnya dalam hati.
“Apa boleh aku memberikan surat ini untukmu, sonesaengnim?” tanya seorang siswi dengan malu-malu.
~~~
Jae Joong mengendarai motornya menuju rumah HaeNa dengan cepat. Di sana, Hae Na sudah menunggu.
“Waahh.. apa ini motor pemberian HyukSoe Oppa?” selidik HaeNa sambil tersenyum.
“Tentu! Dia orang yang baik” jawab Jae Joong sambil memberikan helm untuk HaeNa.
“Dia meminjamkannya sehari. Kau ingin kemana?” ujar Jae Joong. HaeNa menerima helm itu dan segera duduk dibelakang Jae Joong.
“Anywhere!!” bisik HaeNa senang. Jae Joong lalu melajukan motornya menuju pusat Myeondong tempat ia dan Hae Na pertama kali bertemu. Di sebuah kedai kecil saat ia pulang dari menjenguk appanya dan HaeNa pulang dari kursus memasak.
“Kau ingat tempat ini, Jae??” tanya HaeNa sambil memasuki kedai itu bersama Jae Joong. Belum sempat Jae Joong menjawab ia terkejut ketika melihat EunRi duduk di salah satu meja dan melihat ke arah mereka. Jae Joong tampak tak suka dengan pertemuan ini. Begitupun dengan EunRi. Tapi lain halnya dengan HaeNa, ia dengan cepat menarik tangan Jae Joong dan mengajaknya duduk di semeja dengan EunRi.
“Onnie, kami duduk disini yak??” izin HaeNa dengan penuh semangat. EunRi mencoba tersenyum dan mempersilakan semuanya duduk. Dengan malas Jae Joong duduk bersama EunRi.
“Jae, kau mau pesan apa?” HaeNa bertanya pada JaeJung dengan penuh semangat.
“Apa kau masih ingat makanan yang ku pesan saat itu?” JaeJoong menjawab dengan terenyum manis.
“Nde, aku tentu masih ingat!! Ram..Yeon!!” jawab HaeNa dengan penuh semangat.
“Hahaha.. Kau hebat, Jagi-a” jawab Jae Joong sambil mengacak-acak rambut. Tadinya, JeJung mulai menikmati keberadaannya di sini. Namun, lama-kelamaan perasaan tidak enak itu muncul kembali. Apalagi saat EunRi menanyakan HyukSoo.
“Mianhe, Nonna! Aku tidak tahu apapun tentang HyukSoo oppa! Ia hanya datang padaku saat itu. Dan sekarang aku tidak tahu dia dimana”, ujar JeJung berbohong. “Sebenarnya, ada apa dengan Nonna dan HyukSoo oppa?”.
“Aku adalah kekasihnya! Dia menghilang tujuh bulan yang lalu. Sungguh menyakitkan jika aku tahu ia akan menikah dengan perempuan lain, tapi itu tidak benar. Kebenarannya adalah ia membuatku dalam masalah besar dengan semua utangnya!”. JeJung menganga mendengar alas an EunRi. Kemudian ia berpikir keras untuk dapat membantu EunRi yang sangat sedih karena tidak dapat bertemu HyukSoo.
“Aku tahu dimana ia biasa bersembunyi…..”. EunRI tersenyum menang berhasil mengelabui JeJung. Tanpa membuang waktu, ia segera pergi untuk membunuh HyukSoo.
~ bersambung ^^
Genre : Romantic
Long : 1/?
Rating : PG 15
CAST~~~~
- Kim Jae Joong
- Kang Eun Ri
- Lee Hyuk Soo
- Song Ha Nae
Author : ‘Chee Triples Cassie’ aka Achie Cassiopeia
====
“Aku mencarimu sejak tadi, Onnie” Kang Eun Ri berbalik kearah datangnya suara. Seorang pria muda berdiri dibelakangnya tanpa ekspersi. Sesaat kemudian ia menunjukkan ekspresi kesal pada Eun Ri.
“Oh! Mianhe. Apa kau yang memanggil di handphoneku?” Tanya Eun Ri seraya menunjuk ponsel miliknya. Ia seakan tak peduli pada ekspresi pria yang kesal itu. Semua karena ia tak mengenal pria muda itu. Dibenak Eun Ri hanyalah ingin tahu siapa orang yang meneleponnya sejak minggu lalu.
“Aku mencarimu sejak tadi di atas. Bukankah kita berjanji bertemu diatas?” pria itu tak menjawab pertanyaan Eun Ri. Ia terus menyatakan kekesalannya menunggu Eun Ri sejak tadi.
Kang Eun Ri mengajak pria tadi untuk duduk sebentar di taman. Ia cukup mengerti perasaan pria itu yang menunggunya sejak tadi.
“Aku Kim Jae Joong!” ujar pria bernama Kim Jae joong itu. Eun Ri menggangguk-angguk sambil memandangi wajah Jae Joong. Pria muda ini menjadi tanda tanya besar untuk Eun Ri. Mencarinya dengan seragam SMA di tempat keramaian seperti ini.
“Ehh.. lalu, kenapa kau mencariku, Jae Joong-ah?” Tanya Eun Ri ragu-ragu. Jae Joong mengambil selembar surat dari dalam tas punggungnya. Seraya membetulkan kacamatanya, ia memberikan surat itu pada Eun Ri.
“Aa.. Aapaa ini ??” Eun Ri menerima surat itu dengan penasaran. Ia mulai membaca isi surat itu dalam hati.
#backsound Will You Be My GirlFriend by TVXQ#
Eun Ri menarik napas kesal setelah membaca surat itu. Ia menatap marah pada Jae Joong yang melihanya sejak tadi.
“Hha.. Jadi kau.. Ck.. Mana Hyuk Soo??” Tanya Eun Ri dengan suara keras. Jae Joong mengambil ponselnya dan memberikan pada Eun Ri.
“Tanya sendiri padanya. Aku sudah capek berusuran dengannya!” ujar jae joong dengan acuh tak acuh. Eun Ri melihat perubahan wajah jae joong yang tadinya tenang menjadi sangat kesal sepertinya.
Sayangnya, Lee hyuk soo tak bisa dihubungi.
“Mianhae Unnie. Annyeonggi Gaseyo” pamit jae joong dengan ramah setelah menceritakan semuanya pada Eun Ri. Ia berjalan menuju seorang gadis yang baru tiba di depan pintu cafĂ©. Mereka saling bergandengan kemudian berlalu dari pandangan Eun Ri. Eun Ri meringgis kesal mengetahui yang sebenarnya.
~~~
“Apa dia pacar Hyuk Soo oppa?” tanya Hae Na sambil terus menggandeng lengan Jae Joong.
“Nde”
“Cantik ya?”ujar Hae Na lagi sambil menoleh kea rah Jae Joong.
“Nde”
“Kau pasti lelah. Kita ke rumah dulu ya? Setelah itu berangkat ke rumah sakit”
“Aku tidak ingin kesana hari ini” Hae Na berhenti berjalan.
“Apa sangat rumit masalah Hyuk Soo oppa? Appa pasti sedih jika kau tak datang hari ini” Hae Na berujar sambil melangkah lagi.
“Kan ada kamu” jawab Jae joong sambil tersenyum pada Hae Na.
“Nde. Tapi kau harus memperkenalkanku pada teman-temanmu. Ya ?? Janji??”
“Song Hae Na. Aku akan memperkenalkanmu. Nanti….” Ujar Jae joong sambil berlari menggoda hae na.
“Jae Joong-ah!!! Chakkaman!! Jae Joong-ah….” Teriak hae na sambil berlari mengejar Jae Joong. “Awass kau jika ku dapat!!!”
~~~
“annyeong!!” sapa Eun Ri ketika pintu rumah yang diketuknya terbuka.
“HyukSoe Hwang?” jawan EunRi saat wanita muda yang membuka itu bertanya ingin bertemu siapa. Wanita muda itu mengerutkan keningnya dan memberi tanda tunggu sebentar. Ia masuk kembali ke dalam rumah membuat EunRi menanti dengan gelisah. Ia sudah ingin sekali memukuli wajah HyukSoe. Tak lama, wanita tadi keluar dengan membawa sepucuk surat. Surat yang sama dengan yang diberikan Kim Jae Joong, murud SMA, padanya.
“Omona!!” EunRi tak bisa menahan kekesalannya ketika membaca surat yang sama lagi. Wanita muda itu mencoba menenangkan EunRi dan memberi penjelasan padanya. Lagi-lagi penjelasan yang sama yang diberikan Jae Joong.
EunRi kesal dan berjalan tanpa arah di pusat Myeondong. Beberapa remaja pria yang dilewatinya tampak memperhatikan EunRi. EunRi jadi risih dan berjalan dengan cepat menuju halte bis. Disana ia bertemu Song Hae Na yang baru saja kembali dari rumah sakit. Hae Na memperhatikan EunRi seperti yang dilakukan beberapa remaja pria tadi.
“Mianhe, apa kau EunRi Nonna?” Hae Na mencoba berkenalan. EunRi menoleh kearahnya dan tersenyum terpaksa karena lelah.
“Nde! Kau mengenalku?” EunRi bertanya balik. HaeNa menggeleng dengan cepat.
“Aku hanya mengetahuimu. Kenalkan, Song Hae Na. Aku kekasih Kim Jae Joong” ujar HaeNa dengan penuh semangat. Sementara EunRi hanya tertawa kecil menyambut perkenalan HaeNa.
“Nonna akan kemana? Aku baru saja menjenguk Appa Jejung di rumah sakit. Ohya, sudah berapa lama kau mengenal Jae Joong?? Dia pasti sangat menyebalkan. Hahaa” HaeNa bercerita dengan cepat dan lancar dan penuh semangat. Sayangnya EunRi tak begitu memperdulikannya.
“Tidak lama. Aku akan pulang kerumah. Sampai jumpa!” ujar EunRi tepat ketika bis yang ditunggunya datang. Ia naik dengan cepat agar tak perlu berlama-lama lagi dengan HaeNa. Pikirannya sangat galau oleh HyukSoe dan ia perlu suasana tenang. Sialnya, HaeNa menunggu bis yang sama dengannya.
~~~
Tak banyak yang mengetahui SMA ini. Hanya orang-orang disekitar saja yang mengenalnya. Dan syukur-syukur jika ada petugas dari departemen pendidikan yang datang berkunjung. Di setiap kelas yang ada, hanya suara guru yang sibuk bercerita omong kosong dan banyak murid yang tertidur olehnya. Padahal sang guru tengah memperkenalkan rumus-rumus Fisika. Hanya disebuah kelas yang berada di lantai 2 yang terlihat ramai. Saat itu mereka sedang mempelajari bahasa korea dan tema kali in adalah membuat surat.
“Setiap orang harus bisa membuat surat!!” ujar songsaengnim dengan penuh semangat. Beberapa murid langsung meriuh menunjukan tak senang.
“Tapiiii. Surat yang akan dibuat adalah Surat Cinta!!” lanjut Hyuk Soe, songsaengnim.
“Chongmal?? Horeeee!!” murid-murid HyukSoe sangat senang. Mereka pun saling menggoda satu sama lain. Tak lama suasana kelas menjadi tenang karena setiap orang sibuk membuat surat cinta.
HyukSoe memperhatikan murid-muridnya dan tersenyum bangga. Ia tak menyadari bahwa sejak tadi handphonenya berdering.
“HyukSoe!! Awas kau jika kau kutemukan!!” geram EunRi sambil mematikan sambungan. Ia sudah lima kali menelepon HyukSoe siang ini dan tak satupun diangkat.
HyukSoe kembali ke mejanya dan menyadari ada lima panggilan tak terjawab di dalam ponselnya. Ia terlihat ketakutan dan memasukkan ponselnya kedalam tas.
“Jeongmal Mianhaeyo, EunRi~ssi” ucapnya dalam hati.
“Apa boleh aku memberikan surat ini untukmu, sonesaengnim?” tanya seorang siswi dengan malu-malu.
~~~
Jae Joong mengendarai motornya menuju rumah HaeNa dengan cepat. Di sana, Hae Na sudah menunggu.
“Waahh.. apa ini motor pemberian HyukSoe Oppa?” selidik HaeNa sambil tersenyum.
“Tentu! Dia orang yang baik” jawab Jae Joong sambil memberikan helm untuk HaeNa.
“Dia meminjamkannya sehari. Kau ingin kemana?” ujar Jae Joong. HaeNa menerima helm itu dan segera duduk dibelakang Jae Joong.
“Anywhere!!” bisik HaeNa senang. Jae Joong lalu melajukan motornya menuju pusat Myeondong tempat ia dan Hae Na pertama kali bertemu. Di sebuah kedai kecil saat ia pulang dari menjenguk appanya dan HaeNa pulang dari kursus memasak.
“Kau ingat tempat ini, Jae??” tanya HaeNa sambil memasuki kedai itu bersama Jae Joong. Belum sempat Jae Joong menjawab ia terkejut ketika melihat EunRi duduk di salah satu meja dan melihat ke arah mereka. Jae Joong tampak tak suka dengan pertemuan ini. Begitupun dengan EunRi. Tapi lain halnya dengan HaeNa, ia dengan cepat menarik tangan Jae Joong dan mengajaknya duduk di semeja dengan EunRi.
“Onnie, kami duduk disini yak??” izin HaeNa dengan penuh semangat. EunRi mencoba tersenyum dan mempersilakan semuanya duduk. Dengan malas Jae Joong duduk bersama EunRi.
“Jae, kau mau pesan apa?” HaeNa bertanya pada JaeJung dengan penuh semangat.
“Apa kau masih ingat makanan yang ku pesan saat itu?” JaeJoong menjawab dengan terenyum manis.
“Nde, aku tentu masih ingat!! Ram..Yeon!!” jawab HaeNa dengan penuh semangat.
“Hahaha.. Kau hebat, Jagi-a” jawab Jae Joong sambil mengacak-acak rambut. Tadinya, JeJung mulai menikmati keberadaannya di sini. Namun, lama-kelamaan perasaan tidak enak itu muncul kembali. Apalagi saat EunRi menanyakan HyukSoo.
“Mianhe, Nonna! Aku tidak tahu apapun tentang HyukSoo oppa! Ia hanya datang padaku saat itu. Dan sekarang aku tidak tahu dia dimana”, ujar JeJung berbohong. “Sebenarnya, ada apa dengan Nonna dan HyukSoo oppa?”.
“Aku adalah kekasihnya! Dia menghilang tujuh bulan yang lalu. Sungguh menyakitkan jika aku tahu ia akan menikah dengan perempuan lain, tapi itu tidak benar. Kebenarannya adalah ia membuatku dalam masalah besar dengan semua utangnya!”. JeJung menganga mendengar alas an EunRi. Kemudian ia berpikir keras untuk dapat membantu EunRi yang sangat sedih karena tidak dapat bertemu HyukSoo.
“Aku tahu dimana ia biasa bersembunyi…..”. EunRI tersenyum menang berhasil mengelabui JeJung. Tanpa membuang waktu, ia segera pergi untuk membunuh HyukSoo.
~ bersambung ^^

Comments