ChocholatoScream (Cerpen)
Guys… *pasang muka sedih* Ini cerpen gue yg ditolak salah satu majalah di Indonesia (huaaaaL) Daripada nggak ada yang baca, yuk! Kita pada bacaaa #eaaaaa *bow*
E N J O Y E D guys ^^
ChocolatoScream
By : Rashy Riyetha
“Choky mau datang nggak, Lit ?”. Aku membanting gagang telepon dengan keras. Aku kesal bukan karena pertanyaan Icha, melainkan karena Choky yang tak kunjung menjawab teleponku. Setiap kali aku memintanya ke café Ibu, Choky memang selalu menolak. Aku tahu ia phobia dengan coklat, tapi tidak harus separah itukan? Terakhir kali ia datang mengunjungi café Ibu adalah pertama kalinya aku mengajaknya setahun yang lalu ketika Ibu baru saja membuka cafenya. Parahnya, Choky memuntahkan coklat hangat buatan Ibu di depan semua pengunjung kala itu. Sebenarnya, Ibu sudah melarangku untuk mengajak Choky ke café Ibu lag. Ibu kesal karena ia memuntahkan coklat hangat Ibu yang terkenal enak. Tapi hari ini adalah setahun berdirinya café Ibu. Dan layaknya usia satu tahun, hari ini patut untuk di syukuri. Sehingga Ibu tak masalah jika aku mengajak Choky, tetapi aku harus siap menanggung jika Choky membuat masalah lagi. Aku sudah memberitahu Choky kemarin di kampus dan kupastikan padanya bahwa tidak ada coklat untuk dia. Namun ia tak percaya.

Comments