Ngaretnya keBANGETan!!!



            Heran deh, negeriku tercinta ini punya budaya-budaya yang dalam bahasa bule disebut ‘unique’. Budaya negeriku ini banyak banget mulai dari seni tari hingga kuliner yang menggiurkan. Tidak hanya berhenti sampai disitu, budaya negeriku ini punya keunikan. Pertama, banyak banget Negara lain yang mengklaim budaya negeriku. Mulai dari tarian hingga masakan. Sampai-sampai kita harus ‘ribut’ untuk mengklaim kembali. Padahal, semua itu tidak akan ‘dicuri’ orang kalau kita sendiri mau melestarikannya. Kenyataannya, banyak generasi penerus yang malah memilih kebule-bulean daripada belajar tarian nusantara ataupun memakan masakan asli negeri kita.
“Nggak level gue makan gado-gado, enakkan burger kali! Bergizi dan bersih! Nggak kayak gado-gado, dibuat pake tangan yang keringetan!”
Alhasil, jangan marah donk kalau Negara tetangga mencaplok budaya kita satu persatu. Dan mulailah kita sadar, bahwa satu persatu budaya kita kudu didaftarkan di UNESCO sebagai budaya Indonesia. Dengan begitu orang lain tidak akan mudah mengaku-ngakuinya dan kita sebagai generasi bangsa bisa menikmati burger tanpa takut budaya kita dicuri (eh/).
Keunikan kedua dari budaya negeri kita adalah “it’s just in Indonesia”. Ada beberapa budaya yang hanya ada di Indonesia. Tidak ada di Negara lain dan tidak menarik untuk dicuri Negara lain. Kalau budaya-budaya yang akan saya sebutkan di bawah ini tidak perlu repot-repot didaftarkan ke UNESCO, karena Negara lain sepertinya tidak sudi untuk mencurinya (hehe).
1.      Budaya Ngaret!
Waduh! Orang Indonesia mah budaya ngaretnya kebangetan. Sangat jarang kita menemukan orang-orang yang anti ngaret. Kecuali petani karet dan tentu saja orang-orang yang dapat hidayah. Asli! Kalau kita janjian ketemuan sama orang Indonesia sebaiknya mengatakan jam lebih awal dari yang sebenarnya. Karena prinsip orang Indonesia adalah “pasti yang lain ngaret!” dengan begitu kita semakin tidak akan pernah bertemu dengan orang yang tidak ngaret karena semua orang Indonesia berprinsip demikian. Jika kalian mengatakan akan bertemu jam Sembilan pagi itu artinya jam sepeuluh pagi yang sebenarnya. Sebab, orang Indonesia mengira jam Sembilan pagi adalah waktu keluar dari rumah. Padahal kan jam Sembilan pagi harusnya sudah ada di tempat tujuan L.
Karena saya orang Indonesia yang lahir di Indonesia dari perut orang Indonesia juga, maka saya tidak memungkiri bahwa saya juga ngaret. Tapi, saya punya alasan kenapa semua kengaretan itu ada di Indonesia. Menurut saya, semua yang ada di Indonesia itu unpredictable. Kenapa?? Misalnya, kita tidak akan pernah bisa mengira-ngira berapa waktu yang diperlukan untuk pergi kesuatu tempat (misalnya waktu dari rumah ke sekolah). Sangat sulit untuk memprediksi berapa waktu yang kita butuhkan untuk itu. Kenapa? Banyak sekali halangan yang akan terjadi ketika kita sudah berada di jalan. Misalnya macet untuk yang berangkat dengan menggunakan mobil pribadi. Bagi yang bepergian dengan angkot, masalahnya bukan hanya macet saja tetapi bisa karena sang supir angkot terlalu lama menunggu penumpang atau bisa juga terlalu banyak berhenti untuk menurunkan penumpang maupun menaikkan penumpang.
Tetapi, lihatlah ke negeri lain yang ada di luar Indonesia yang menggunakan bis atau busway atau kereta listrik sebagai sarana angkutan umum. Penggunaan jenis kendaraan seperti itu lebih predictable dibandingkan dengan angkotnya Indonesia. Sebab jelas waktu yang dibutuhkan untuk tiba ditempat tujuan sehingga kata ‘ngaret’ akan dengan mudah menghilang dari wajah negeri kita.
Karena kedua hal inilah mengapa ngaret itu menjadi budaya yang tidak mencerminkan kedisiplinan masyarakat nusantara. Atau mungkin saja memang telah menjadi budaya yang turun temurun sejak nenek moyang kita. Yang ini saya nggak tahu karena belum pernah saya lakukan penelitian tentang ini, tetapi semoga saja itu tidak benar ^^
2.      KORUPSI!!!
Waduh! Kalau membahas masalah ini kayaknya sudah membuat malu semua orang deh. Mulai dari anak kecil hingga kakek nenek, korupsi adalah momok mengerikan yang telah mencoreng muka negeri kita sebagai Negara yang terhormat. Prestasi memalukan dari negeri kita sangat mengerikan. Tetapi, kita jangan minder donk. Kita harus yakin bahwa kita bisa menghapuskan budaya jelek itu hingga ke akar-akar. Pasti bisa terwujud jika kiamat sudah datang (heheh..)
Sebenarnya mendengar kata korupsi itu sudah membuat telinga dan hati kita resah. Kenapa?? Korupsi di Indonesia itu sudah parah banget. Saya jadi kasian sama KPK dan ICW yang sedang getol-getolnya membasmi hama jelek ini secara besar-besaran. Ketika sudah ditangkap yang satu, dia akan menarik yang lainnya. Begitu seterusnya hingga mungkin tidak ada satu orang bersihpun di Indonesia. Sistemnya mungkin tarik ulur. Akan banyak sekali mungkin para koruptor yang akan terjerat jika ‘unlucky’ mereka muncul.
Sayangnya, meskipun mereka ditangkap satu persatu, itu tidak akan mengubah negeri kita menjadi makmur seketika. Hukum yang tidak tegaklah penyebabnya. Menurut saya, para koruptor itu harusnya di hukum mati. Apalagi mereka yang korupsi dengan menggelapkan uang rakyat hingga banyak rakyat yang kelaparan. Bukankah yang mereka lakukan itu sama saja dengan pembunuhan? Lebih kejam malah! Bukannya saya jahat dan tidak menghargai HAM mereka, namun mereka jauh lebih kejam terhadap ratusan jiwa yang harus mati kelaparan dalam kemiskinan.
Penangkapan para koruptor juga sebenarnya tidak efisien juga sih. Karena sepertinya budaya untuk mengambil “sedikit’ uang perusahaan, uang rakyat, atau uang apalah yang bukan milik kita sudah menjadi budaya. Budaya yang sangat-sangat jelek akibat ketidakstabilan ekonomi bangsa. Siapa coba yang salah? Whatever dengan jawabannya ^^

Nah itu dia budaya-budaya yang unik dari negara kita. Tetapi, anehnya.. budaya unik itu sama sekali tidak menarik minat negeri lain untuk mencurinya. Coba saja budaya kita yang telah saya sebutkan di atas di curi atau diklaim oleh negara lain, saya yakin tidak akan ada yang repot-repot untuk merebutnya kembali ^^


Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y