REVIEW CITY HUNTER


Ahh~ dengan mengesampingkan bahwa yang menjadi peran utama adalah lee min ho, saya mau cerita dikit tentang aksi pemburu koruptor di city hunter. Dramanya sih udah dari satu tahun yang lalu, tapi saya baru nonton nih. Telat banget! Kenapa? Karena pemainnya itu lee min ho dan saya adalah salah seorang anti fans lee min ho ^^ 



Entah kenapa setelah melihat salah satu episode di indosiar saya jadi pengen nonton full. Ya, berhubung baru ada waktu sekarang jadinya baru nonton. Ternyata.... ceritanya awesome banget. Tandai ya ceritanya bukan pemainnya! 


Memang sih drama korea itu selalu bagus dimata saya. Mungkin pembaca juga berpendapat demikian. Selain aktor dan aktrisnya cantik, namun akting dan isi cerita yang menarik tentu saja menjadi nilai jual nomor satu drama korea. 


Oke. Kembali ke city hunter. Saat saya menulis ini sejujurnya saya belum melihat endingnya. Kira-kira 20 menit dari ending langsung saya matikan kasetnya. Emosi yang meluap-luap membuat saya tidak sanggup melihat endingnya. Terlalu menyakitkan akhir yang ada di bayangan saya. Bagiku, semua pemeran utama di sini penting dan saya tidak mau mereka harus berakhir menyedihkan. Tetapi, sutradara berkata lain. 

Ahh! Mungkin harus mengutuk si penulis drama nih. Kenapa bisa ya punya ide sejelek ini. Bagaimana bisa menjadikan seorang anak besar dengan keterampilan membunuh hanya untuk membunuh ayah kandungnya? At least ayah kandungnya udah tega melakukan hal yang sangat tidak bisa di ampuni, tapi... itu karena ia terdesak dan tak kuasa menahan desakan dari rekan-rekannya yang jahat. 


Si ayah tiri juga. Sebenarnya saya kasihan banget nih sama dia. Tapi nggak rela juga kalau dia harus mati. Sama jaksa juga... aduhhh!! 
Dia itu idolaku di drama ini. Kenapa harus mati?? Sama king 2 heart kemarin. Hatiku udah kepincut sama pengawal kerajaan itu eh... dia di mati di depan mataku T----T Nggak sanggup nahan tangis. Tapi lebih sedih si pengawal kerajaan sih soalnya di king 2 heart ada emosi yang lebih dengan adegan cinta tak sampai. Kalau di city hunter si jaksa nggak ngomong apa-apa sama istrinya. Nggak ada feeling mati banget sih ^^
Intinya, saya nggak suka sama drama ini. Kenapa? Karena kenapa harus ada takdir seperti itu? Coba aja si Jin Pyo nggak ngambil anak itu dan memilih membesarkannya seperti pesan sahabatnya. Tapi... hati manusia siapa yang tahu?? Dalam samudera sih bisa ketebak, tapi hati manusia? Who knows?? *kayak lagu deh -__-*

Okelah... let’s sleep. Ini udah jam 1 malam lho?? Besok kuliah jam 8 wehh... lupakan semua karea ini JUST A MOVIE ^^


Pesan saya buat semua yang baca :
1.      Jangan biarkan anda menyimpan dendam. Sesakit apapun itu cobalah untuk memaafkan. Karena balas dendam hanya akan membuat penderitaan bertambah panjang dan tak ada akhirnya. Allah sudah menetapkan takdirnya untuk kita. bahagia dan kesedihan pasti ada masanya. Ada satu quote di sini nih : Jangan takut sama kegelapan, karena tak jauh dari situ pasti ada cahaya ^^

2.      Jangan coba-coba gelapin uang rakyat deh, khusus buat pejabat indo nih. Mungkin di indo nggak ada city hunter-nya tapi hidup dengan uang haram itu tidak nyaman deh. Percaya, setiap hari kita hanya akan ketakutan akan ketahuan. Lagipula, uang yang banyak bukanlah kebahagian yang hakiki. Apalagi nyuri uang rakyat. Mau bahagia dari mana coba?? Tidur tidak tenang  dan selalu di hantui. Arraseo (?)
3.      Jangan suka sama lee min ho hahahahaha^^ dia ganteng sih, aktingnya juga oke. Tapi hati manusia kan beda-beda XD

Well, sampai di sini dulu reportase dari kamar kos. Lanjut kerja tugas!!! Semangat!!!

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y