[REVIEW] Hear Me (2010)
Cinta
dan mimpi adalah mukzizat. Mereka tidak perlu didengar, bahkan diucapkan.
Mereka sudah bisa dirasakan.
Semalam saya baru saja menamatkan
film ini. Dan saya menghabiskan waktu sepuluh menit untuk menenangkan diri dari
suksesnya sang sutradara menipu semua penonton TT.TT Great!! Tidak ada yang pernah menyangka hingga bagian ending film.
Bukan kejutan yang benar-benar mengejutkan seperti bom yang tiba-tiba meledak
tanpa memberikan isyarat. Bagian menjelang akhir sebenarnya penonton sudah
dibuat berpikir ulang untuk meneliti setiap adegan. Tidak ada kesalahan dari
sutradara. Yang salah adalah penonton yang kurang meneliti keadaan. Pasti
kalian bingung dengan kalimatku di atas. Nah, untuk itu saya akan meriview film
ini di bawah.
Yang
bikin seru dari filem ini adalah karena menggunakan bahasa isyarat sehingga
pasti terkesan sepi. Tapiiii, musiknya seru dan alur ceritanya tidak membuat
bosan. Pokoknya asiik deh.
Di akhir
cerita adalah bagian paling menyesakkan. Filem ini happy ending loh. Tapi,
endingnya gak ketebak. Seriuss deh. Penasaran????? Nonton filemnya!!!
Note :
Filem
ini sih udah lama saya nonton. Cuma baru sempat review setelah nonton film
Michele Chen yang baru “You’re The Apple Of My Eyes”. Kenapa? Karena Michele Chen di filem terbarunya jauh lebih
muda dari filem Hear Me. Padahal usianya udah 29 tahun loh.. tapi masih imut
gitu. Iri dehh wahahaha ^^
Kutipan
bagus dari filem itu ada di atas!!
~ Cinta
dan mimpi adalah mukzizat. Mereka tidak perlu didengar, bahkan diucapkan.
Mereka sudah bisa dirasakan.


Comments