SAKIT ITU DEKAT DENGAN KEMISKINAN



            Ketika Anda sakit, maka siap-siaplah untuk kehilangan banyak uang Anda”.

            Dari kisah nyata. Pak Rahmat memiliki seorang istri yang ternyata mengidap kanker serviks di usia yang kelima puluh tahun. Kanker serviks adalah penyakit yang disebabkan oleh human Papilomma Virus yang menyerang rahim seorang wanita dan biasanya di derita oleh wanita dewasa akibat dari gaya hidup yang tidak sehat. Kanker serviks bukan jenis penyakit menular meskipun disebabkan oleh virus. Kanker serviks termasuk ke dalam penyakit tidak menular yang penyebabnya adalah karena perubahan gaya hidup masyarakat menjadi lebih modern. Penyakit tidak menular lainnya adalah kanker payudara, hipertensi, jantung koroner, dan stroke.
 Demi menyelamatkan istrinya, Pak Rahmat membawanya ke dokter. Tahukah anda berapa yang harus dibayar untuk sekali check up?? Pak Rahmat harus merogoh kocek sebesar tiga ratus ribu rupiah. Untung saja, penyakit istri Pak Rahmat belum sampai ke dalam tahap yang menghkawatirkan. Gumpalan daging yang menutup rahimnya belum menjadi kanker (tumor ganas). Tetapi, istrinya harus segera melakukan operasi untuk mengangkat gumpalan daging liar itu sebelum bertumbuh menjadi lebih parah. Sebelum melakukan operasi, istri Pak Rahmat melakukan screening dua bulan sekali selama tujuh bulan untuk melihat perkembangan virus dan mengetahui dengan pasti bahwa virus tersebut tidak akan membahayakan tubuhnya. Setiap satu kali screening, Pak Rahmat saya harus membayar sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah. Jika ada tujuh kali screening, maka Pak Rahmat saya harus membayar sebesar Rp. 10.500.000,-
Coba Anda pikirkan! Itulah harga yang harus dibayar untuk penyakit kanker serviks tahap screening. Belum lagi pada saat operasi, Pak Rahmat saya harus merogoh uang lebih banyak lagi untuk membeli pisau operasi yang “katanya” dokter harus di pesan dari Jakarta. Kira-kira, Pak Rahmat telah menghabiskan uang sebanyak dua puluh juta lebih untuk penyakit tidak menular ini.
Maka, tidak heran jika para ahli kesehatan menyatakan bahwa “sakit itu dekat dengan kemiskinan”. Mari kira kaji lebih dalam tentang ungkapan tersebut. Apabila Anda sakit, maka kondisi inilah yang terjadi pada Anda – Lebih besar pasak dari pada tiang atau lebih banyak pengeluaran daripada pemasukkan. Bayangkan ketika Anda sakit, maka tidak aktivitas anda untuk menghasilkan uang. Anda hanya akan menghabiskan uang anda untuk membayar biaya pengobatan yang di belahan dunia manapun tidak ada pengobatan yang murah. Beruntung jika Anda memiliki asuransi kesehatan atau mungkin memiliki simpanan uang yang banyak sehingga ketika Anda keluar dari rumah sakit atau sembuh maka Anda tidak akan begitu kekurangan banyak uang.
Itu Pak Rahmat yang memiliki pekerjaan tetap sehingga mampu untuk membiayai pengobatan istrinya. Lalu, bagaimana jika penyakit mematikan itu terkena pada orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap atau bahkan mereka yang sering kita lihat berlalu lalang di jalan raya? Dengan kondisi keuangan yang memprihatinkan dan biaya pengobatan yang tinggi, berada ada dalam kondisi sakit adalah hal yang paling tidak di inginkan. Sehingga jangan heran jika banyak orang yang hidup di bawah garis kemiskinan lebih memilih tidak memeriksakan kesehatannya kecuali jika sudah terjadi komplikasi atau keadaan semakin parah. Selain ditunjangan dengan pengetahuan yang kurang, kondisi keuangan menjadi salah satu penyebabnya.
Memang telah banyak usaha pemerintah untuk membantu rakyat miskin berobat, seperti adanya kartu berobat gratis ke puskesmas dan Jaminan Kesehatan Masyarakat. Usaha pemerintah tersebut sangat baik, tetapi tidak dapat menyelesaikan masalah kesehatan yang ada hingga tuntas. Ada istilah yang mengatakan bahwa “Jangan memberi ikan tetapi berilah alat pancing”. Kita tentu mengerti maksud kata di atas. Pemberdayaan! Menyuap rakyat miskin dengan kemudahan tanpa menjelaskan kepada mereka kenapa mereka bisa berada dalam kondisi demikian adalah tidak benar. Tugas pemerintah seharusnya adalah menjelaskan dan membantu masyarakat untuk hidup sehat. Untuk hidup sehat kita tidak butuh uang yang banyak, tetapi dengan hidup tidak sehat kita telah menyiapkan kondisi kehilangan banyak uang di kemudian hari. Sakit hanya akan membawa kita pada empat kemungkinan. Sembuh, sembuh dengan kemungkinan kambuh, sembuh dengan cacat, dan mati. 

Oleh karena itu, mari kita hidup sehat!

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y