THE KING TWO HEART, Perdamaian Utara Selatan Hanyalah Mimpi??




sweet moment

            Satu-satunya negara yang terpisah dan masih berada dalam perang saudara yang tak kunjung usai adalah semenanjung korea. Sejak puluhan tahun yang lalu, perpisahan negara yang membagi utara dan selatan dengan batas tertentu sudah menyisakan banyak duka dan korban moril. Perbedaan ideologis yang mendasari perpisahan itu membuat negara yang telah susah payah disatukan oleh leluhur mereka dalam masa dinasti Shilla harus terpecah. Pada zaman tiga kerajaan, Shilla, Baekje dan Goguryeo bersatu di bawah kekuasaan dinasti Shilla. Setelah berbentuk menjadi pemerintahan monarki dimana terdapat raja dan perdana menteri sebagai pemegang kekuasaan.
            Perang tentu bukan keinginan semua warga semenanjung korea. Lihat saja, banyak warga utara yang diam-diam keluar dari utara karena tidak sanggup dengan ideologi komunis yang dijalankan petinggi negaranya. Sementara itu, republik korea tetap saja tidak akan menyerang utara karena mereka masih saudara.
            Banyak sekali film-film yang di usung republik korea menggambarkan betapa rakyat korea menginginkan perdamaian. Perpecahan yang pecah di tahun 1950-an selama tiga tahun membuat luka dalam untuk kedua belah pihak. Seperti orang-orang yang di adu domba oleh pihak asing, kedua belah pihak harusnya sadar akan keadaan mereka yang masih saudara serumpun.
            The Front Line misalnya, film yang dirilis tahun 2011 dan dibintangi oleh aktor korea selatan mungkin bisa menggambarkan betapa semenajung korea menginginkan perdamaian. Tapi, bagaimana perdamaian itu bisa terwujud???
            Mungkin mimpi raja Lee Jae Kang untuk menyatukan utara dan selatan bisa menjadi nyata di dunia masa kini. Raja Lee Jae Kang adalah karakter dalam drama korea selatan yang dibintangi aktor Lee Seung Gi dan aktris Ha Ji Won yang terkenal. Persatuan utara dan selatan begitu sulit untuk terjadi, dengan melibatkan banyak pihak dan politisi internasional. Terlepas dari keinginan untuk berdamai, pasti ada pihak yang tidak setuju dan tidak mau adanya perdamaian.
            John Mayer digambarkan sebagai orang korea selatan yang tidak menyetujui persatuan utara dan selatan. Segala upaya dilakukannya untuk membatalkan perjanjian perdamaian yang hampir di setujui kedua belah pihak, bahkan dengan cara kekerasa dan cara paling keji sekalipun.
            Untungnya drama ini berakhir happy ending, dimana perdamaian itu benar-benar terjadi meskipun kedua negara tidak bersatu seperti dulu lagi. Tetapi kegiatan militer di perbatasan dan pengiriman rudal-rudal serta perakitan bom nuklir seperti yang terjadi masa kini tidak berlaku lagi. Tidak seperti film front line yang mengambil latar tahun 1950. Persetujuan pergencatan senjata tahun 1953 telah memakan ratusan ribu korban, dari warga sipil bahkan tentara sekalipun.
            Meskipun khayalan tentang perdamaian ini semacan terlalu tinggi dengan tidak menunjukkan kondisi sebenarnya, tetapi dengan melibatkan banyak negara dan bahasa asing di dalamnya membuat drama ini terlihat hidup. Terlihat seperti kenyataan. (amiiiin)
            Satu hal yang membuat saya ingin merensensi drama ini karena penulis drama sangat cerdas untuk membuat alur yang benar-benar tidak bisa di tebak. Di sepanjang drama saya harus menahan emosi untuk tidak marah dan menangis. Tetapi kejutan-kejutan tak terduga cukup membuatku menangis sedih ketika kenyataan yang kuharapkan tidak seperti itu.
            Misalnya ketika putri makhota yang menjadi saksi kunci pembunuhan raja korea selatan, justru memiliki kenyataan bahwa dialah yang dipaksa untuk menyebarkan bubuk beracun yang membunuh sang raja. Juga ketika pahlawan kita sang kapten pengawal kerajaan harus mati dengan tidak terduga. Shoooottt!!! Adegan tak terduga ini sukses membuat para penonton menangis haru. Wahh--- tak tergambarkan dengan kata-kata!
            Selain semangat dan pesan-pesan berharga yang ditujukan untuk penontong sangat mendidik, misalnya saat kita jatuh hingga titik terendah kita harus ingat bahwa kita masih bisa berdiri!! Lalu ketika tidak ada lagi jalan keluar yang terlihat jelas dimatamu, maka gunakanlah hatimu untuk melihat jalan keluar itu. Intinya, tidak ada masalah yang tak bisa diselesaikan.
            Kepercayaan dalam tim!! Mungkin ini adalah pelajaran penting untuk masing-masing dari kita yang tidak mungkin tidak akan menjalin hubungan, baik berdua bertiga dan kelompok yang lebih besar. Saling percaya adalah kunci untuk tetap bersama dan tentu saja bisa menang!
            Namun, perdamaian yang sesungguhnya sepertinya sulit sekali untuk dilakukan karena tidak ada orang-orang seperti Lee Jae Kang, Lee Jae Ha, Eun Si Kyeung dan Kim Hang Ah dalam dunia nyata. Walaupun harusnya ada orang-orang seperti mereka yang mampu mengusung perdamaian tersebut.

Note :
1.      Setauku, kekuasaan Raja itu sangat terbatas di sana karena yang paling berpengaruh adalah presiden korea selatan dan tentu saja perdana menteri. Dimana presiden adalah kepala negara dan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Lalu, raja seolah hanya sebagai simbol. Tidak seperti Inggris dimana Ratu sebagai pemegang kekuasaan tertinggi.
2.      Pada dasarnya semua orang tidak menginginkan yang namanya peperangan. Namun, karena ada beberapa penguasa yang hatinya telah berisi rasa haus akan kekuasaan dan mimpi untuk menguasai dunia seorang diri sehingga terjadilah peperangan yang menyedihkan dan mematikan. T__T
3.      Lucunya drama ini adalah ketika para tentara korea utara yang ternyata adalah salah satu korban hallyu wave :D LOL.. they’re like Girl’s Generation, Hyun Bin etc ^^


            

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y