Father And Mother I Love You
Bentar lagi hari ibu nih kawan-kawan....
Apa yang akan kau berikan pada sosok yang begitu menyayangimu itu???
Tidak perlu mahal, tidak perlu. Aku rasa, seorang Ibu hanya membutuhkan kalian yang selalu berada di jalannya. Menginginkan kalian menjadi orang yang membanggakan.
Dua tahun lalu, biasanya, setiap tanggal 22 Desember, akan terjadi sebuah perubahan kecil di rumah. Dimana aku selalu bangun lebih awal. Bukan apa-apa. Hanya untuk membuatkan secangkir teh hangat untuk kedua orangtuaku. Hanya membuata secangkir teh. Tidak sulit. Tidak seperti yang telah mereka lakukan untuk kita. Berjuang. Setiap hari. Memenuhi segala kebutuhan kita. Bukan terpaksa. Semua karena cinta.
Kadang, ketika melihat mereka lelah. Aku ingin menangis. Apa yang bisa kuberikan selain menggantikan Ibu memasak. Apa yang bisa kulakukan selain menggantikan Ibu menyapu. Sebagai anak perempuan satu-satunya, aku tidak tahu apa-apa. Aku sebenarnya ingin belajar. Tetapi, kala aku dan Ibu memasak bersama, Aku hanya menjadi mandor. Aku hanya melihat. Sementara, Ibu jempalitan sana-sini. Memasak ini itu. Ah, betapa berdosanya aku.
Di saat Ibu sakit, aku hanya bisa memasak seadanya. Masak air. Masak mie instan. Jahat sekali aku. Kala aku sakit, Ibu memasakkan aku aneka makanan yang menggugah selera makan.
Tetapi, Ibu punya pikiran lain. Ibu tidak meminta aku untuk memasakkannya. Ibu hanya ingin aku tumbuh menjadi seorang gadis yang hebat. Penuh semangat. Rajin ibadah. Serta selalu membuatnya tersenyum.
Hari itu, 22 Desember 2009. Aku bangun lebih awal. Memasak air. Menuangkan air panas ke dalam dua cangkir teh. Dengan tulus. Ikhlas.
SELAMAT HARI IBU
Ibu.... Aku sayang kamu :*
Dari Gadis yang mengutamakan "kenyamanan"



Comments