Semester 5, Setengah Jalan Menuju Wisuda
Wuah.... Nggak nyangka Achi sudah semester lima. Sudah setengah jalan. Padahal kayaknya baru kemarin jadi MaBa alias Mahasiswa Baru. Setelah pusing tujuh keliling mau masuk jurusan apa. Akhirnya Achi memilih untuk mengikuti saran orang tua. Semua itu karena Achi nggak percaya diri. Nggak percaya diri sama pilihannya. Takut kehilangan dukungan. Akhirnya, jadilah Achi masuk di jurusan Jayapura - Entrop. Ehhh, Jurusan FKM.
FKM?? Apa itu. Pertanyaan BIASA. Setiap bertemu orang dan ditanya terus dijawab maka muncullah pertanyaan tadi. Nggak terkenal banget ya. Padahal FKM kan sepupunya FK. Nah, kalau FK pasti semua orang sudah tahu. Sayangnya, emang orang indonesia malas mikir. Kalau dipikir-pikir kan berarti FK sama FKM itu saudara sepupu. Beda bapak, beda mamak tapi satu kakek. heheh... FKM ya Fakultas Kedokteran Masyarakat! Opps. Salah. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Nah loh. Biasanya kalau dijelaskan ke singkatannya, kerutan di kening orang yang bertanya akan semakin jelas. Hikks! Biar sudah dijelaskan juga tetep pada enggak ngerti.
BIASAnya kalau belum juga ngerti, si penanya akan berkata demikian. "Ngapain tuh? Jadi suster bukan, jadi dokter bukan, jadi tukan bikin obat bukan, jadi penolong kelahiran bukan."
Kasihan ya. Padahal awal Achi memilihnya, orangtua Achi mengatakan bahwa itu adalah jurusan yang bagus, cepat dapat kerja dan langka! Memang benar-benar langka, sampai banyak orang yang nggak tahu kalau jurusan Public Health (bahasa kerennya) itu memang BAGUS. Ajaib. Setelah fokus selama dua tahun lebih sedikit, Achi sadar bahwa pekerjaan sebagai Public Health itu tidak gampang. SUSAH. Kenapa? Karena mereka dituntut untuk bisa merubah prilaku masyarakat. Mencegah penyakit. Dan, menyusun program pencegahan penyakit.
-____-
Susah kan?? Merubah diri sendiri aja itu susah, apalagi mau merubah perilaku masyarakat yang biasanya karena adat atau perilaku. Syukur-syukur kalau orang tersebut mengerti akan pengetahuan, positif thinking. Bagaimana kalau tidak? Bagaimana kalau kita sudah berkoar-koar sampe berbusa. Pas pulang warga malah lupa sama sekali.
Disinilah makanya terdapat banyak teori dan CARA untuk merubah prilaku masyarakat ke arah yang positif. Tapi, bagi Achi merubah prilaku masyarakat dalam kesehatan itu sama susahnya dengan merubah koruptor untuk tidak ngutil uang rakyat lagi.
Sudah semester lima. Sudah lewat dua tahun. Achi bahkan nggak sadar sudah berada sejauh ini. Selama ini Achi merem saja sih. Ikutin aja arus. Ikutin aja. Jalani aja. Semua pasti berakhir. Semua pasti selesai. Nah, pas udah mau selesai. Bingung deh.
GUE MAU KEMANA ABIS INI???
Pertanyaan Klasik. Itu karena Achi menjalaninya hanya ikut arus saja. Orang ke sini, achi ke sini, Orang ke situ, Achi ngekor ke belakang. Pas udah melek. Kok gue bisa di sini?? Eaaa~~~
Di moment berakhirnya semester lima ini, Achi pun banyak mikir. Karena udah melek. Mikir tentang kelanjutan hidupnya. Mikir tentang cita-citanya. Mikir tentang umurnya. Akhirnya, Achi jatuh sakit. Bukan sakit demam, sakit flu atau apa. Tapi, Stress. Lebih banyak diam. Lebih banyak mikir. Sampai Achi jarang ngomong. Nyesel. Kenapa dulu cuma merem aja. Kenapa dulu cuma ngikut aja. Sekarang, mau kemana? Abe atau Jayapura atau Kotaraja? Polimak aja deh :D


Comments