Workshop Tulis Nusantara Makassar
Makassar
merupakan kota ke 8 yang dikunjungi dalam rangka Roadshop 12 kota Workshop
Tulis Nusantara. Ada 11 kota lain yang sudah dan akan dikunjungi oleh tim
nulisbuku.com, plot point dan kemenketif.
Hari
minggu saya memang sudah bersiap-siap sejak pagi untuk datang ke workshop.
Workshopnya dimulai jam 9 (jadwalnya) tapi ngaret sampe jam 10. Dan sayanya
malah sudah siap-siap dari jam setengah delapan. Kenapa? Karena tempat
pelaksanaanya berubah. (kayak cerita aja, hihihi) dari yang saya tahu tempatnya
sampe yang saya gak tahu tempatnya. Alhasil, saya sama temen saya mesti nyari
dulu dimana Restoran Fat Dragon itu. Chajatta! Jam 10 kurang, saya sama temen
saya tiba. Masuk-masuk-masuk.
Kok?
Katanya Cuma 30 orang tapi ini yang datang banyak banget. Wehh.. jadi malu.
(karena telat). Lima menit kemudian, acara dimulai. MC yang gak tahu siapa
namanya membuka acara. Terus, naiklah si @hurufkecil atau nama aslinya Aan
Mansyur. Ini pertama kalinya saya melihat dia. Setelah berkali-kali gagal
bertemu. (lebay!) kenapa sih? Ya karena berkat tweet-nya saya jadi terinspirasi
nulis cerita daaan cerita itu lolos (aduhh, thanks banget deh). Sayang, saya
gak berani ngomong ke dia. Cuma berani foto bareng.
Sharing
sessionnya oleh aan mansyur penulis buku ‘kukila’. Dia menceritakan tentang
bagaimana ia memilih untuk menjadi penulis. Betapa aan waktu kecil adalah orang
yang pelupa dan pemalu. Karena sifat pelupanya dia diminta untuk menulis
apa-apa supaya trus diingat dan untuk sifat pemalunya aan berkomunikasi dengan
orang lain lewat surat. Lucu banget deh. Yang bikin sya mikir gak masuk akal
disini adalah karena aan mengatakan bahwa ibunya dulu penjual tomat (sayur)
tapi kakek dia ngasih aan bukunya helen culer yang judulnya the story of my
life. Buseeet, jaman gue belum lahir buku terjemahan pasti mahal banget yaaa.
Tapi. It’s oke. Yang penting sharing session bareng aan mansyur MENARIK!
Setelah
itu masuk pada sesi workshop dimana pengajarnya adalah mbak Gina S Noer. Di
sini, materinya benar-benar menarik. Nggak salah deh saya datang kesini.
Ternyata saya salah besar selama ini. Menulis cerita tanpa karakter yang kuat.
Mungkin, itulah alasan mengapa cerpen-cerpen saya ditolak. Di sesi workshop
kita diajar bagaimana mengembankan ide dan membuat storyline. Sangat
menyenangkan dan bermanfaat. Sayangnya,
cepat banget waktu yang diberikan. Tahu-tahu udah selesai aja.
Habis
itu ada sepatah dua kata dari perwakilan kementrian pariwisata dan ekonomi
kreatif. Terus, sesi foto-foto. Sayang saya nggak ikut foto. Kenapa? Lagi males
foto2. Bahkan, saya nggak ikut makan siang GRATIS. Penyakit saya memang. Kalau
lihat orang banyak makan saya jadi kenyang. Hahah...
Terus??
Selesai deh. Sebelum pulang jalan-jalan dulu mumpung di kota. (emang lu orang
desa:D). Pas pulang hujaan, kamarku kebanjiran. Aduhh. Padahal mau langsung
nulis cerita buat ikutan lomba nulis cerita nusantara fiksi dan non fiksi yang
berhadiah total 112 jjuta. Woow!! Langsung melek....
Masih
ada tiga kota yang belum dikunjungi. So, siap-siap aja. Acaranya menarik.
Gratis lagi. Memang nulis itu biaya murah aja tapi hasilnya ruarrr biasa
^&^
Comments