Kesalahan Presepsi dalam ASI Eksklusif
ASI Ekskusif adalah pemberian 'hanya' ASI pada bayi berusia 0 - 6 bulan 'tanpa' makanan tambahan kecuali vitamin dan mineral. Pengertian ini menurut WHO (2006) dan DepKes. Pemberian ASI Eksklusif juga di atur dalam peraturan berdasarkan keputusan kementrian kesehatan no 33 Tahun 2012 tentang pemberian ASI Eksklusif.
Pengertian tersebut tidak menjamin ibu-ibu menyusui mau dan mampu menyusui anak mereka 'hanya' dengan ASI selama waktu 0 - 6 bulan. Banyak ibu-ibu yang mengaku memberikan ASI pada bayi mereka namun tetap memberikan makanan tambahan seperti air putih, susu formula, bahkan bubur dan pisang. Padahal, memberikan makanan tambahan selama waktu pemberian 'hanya' ASI adalah hal yang tidak menguntungkan pada bayi. Penelitian baru-baru menyimpulkan bahwa tidak memberikan ASI eksklusif membuat risiko terjadinya diare pada bayi meningkat hingga 12 kali lebih besar. Hal ini disebabkan karena perut bayi atau lambung bayi yang belum siap menerima makanan tambahan atau belum mampu mengolah makanan dipaksa untuk mampu mengolah makanan sehingga dapat menyebabkan sembelit, nekrosis, bahkan gangguan pertumbuhan.
Pemberian makana tambahan juga mampu untuk membuat bayi merasa kekeyangan dan tidak mau memberikan ASI lagi. Padahal pemberian ASI mampu meningkatkan daya tahan tubuh bayi hingga mencegah dari penyakit infeksi.
Kesalahan presepsi ini membuat banyak ibu yang tidak memberikan ASI Eksklusif pada bayi mereka. Kalau dipikir-dipikir cakupan pemberian ASI Eksklusif di dunia mungkin tidak sampai 5% karena presepsi yang salah. Jika kita berpikir berdasarkan pemikiran orang awam maka dengan hanya memberi ASI saja tidak akan membuat bayi kenyang dan cepat lapar. Padahal sedianya di dalam ASI sudah terkandung semua yang dibutuhkan oleh bayi berusia 0-6 bulan, mulai dari karbohidrat, protein, lemak dan mineral. Ibu hanya perlu memberikan vitamin sesuai kebutuhan. Bahkan, penambahkan air putih pada bayi sudah melanggar aturan ASI Eksklusif.
Lalu, kenapa ASI Eksklusif begitu penting ? Mari kita berpikir.
Pada bayi berusia 2 bulan apabila diberikan susu formula maka akan terjadi tiga kemungkinan, pertama terkontaminasi. Susu formula memiliki aturan-aturan khusus untuk mengkonsumsinya. Susu formula harus habis dalam waktu empat jam, apabila dikonsumsi setelah empat jam maka kandungan gizi di dalamnya sudah hilang. Membuat susu formula juga memerlukan takaran yang benar antara air panas dan susu. Wadah susu formula (dot) juga harus steril. Aturan-aturan ini membuat susu formula rentan untuk terkontaminasi. Apabila susu formula terkontaminasi, maka akan terjadi sembeli pada bayi. Parahnya bisa terjadi nekrosis jaringan dan bahkan menghambat pertumbuhan. Kedua, kekeyangan. Pemberian susu formula bisa membuat bayi kekeyangan sehingga tertidur dan tidak mau menyusu lagi. Padahal, di dalam ASI terkandung zat yang bisa mencegah penyakit dan membantu pertumbuhan otak.
Untuk itu, gerakan penyuluhan kepada ibu-ibu menyusui terus dilakukan oleh nakes. Maka, mari kita membantu tenaga kesehatan untuk menyebarkan informasi tentang ASI Eksklusif. Ingat, HANYA ASI dalam waktu 6 bulan :D
Dari Gadis yang mengutamakan kenyamanan

Comments