Pengalaman Belajar Lapangan (2) Tammuaaach
![]() |
| Bingkai foto dari kertas koran (karya Chida) |
Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) 2 Angkatan 2010 FKM UH masih dilaksanakan di Kecamatan Tallo Kota Makassar. Di PBL 2, mahasiswa FKM UH angkatan 2010 akan melakukan berbagai program intevensi berdasarkan data yang mereka dapatkan di PBL 1 kemarin. Intervensi yang dilakukan berupa intervensi fisik dan non fisik. Untuk mahasiswa FKM yang bergerak di bidang preventif atau pencegahan, intervensi non fisik adalah yang paling di utamakan. Dimana mahasiswa harus mampu untuk memikirkan program yang tepat agar mampu merubah perilaku masyrakat di bidang kesehatan.
Program non fisik yang dimaksud berupa penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Namun, karena keterbatasan waktu maka kebanyakan mahasiswa hanya melakukan program penyuluhan dan pelatihan. Di kelurahan Tammua misalnya, mahasiswa melakukan penyuluhan di beberapa masalah kesehatan yang penting seperti bahaya HIV/AIDS terhadap remaja, masalah Sampah dan pengolahan bersifat ekonomis, asi eksklusif, perilaku hidup bersih dan sehat, hingga masalah yang paling urgent ROkok.
Untuk merubah perilaku masyarakat itu bagaikan mencari jarum ditumpukan jerami. Sebuah hal yang sulit untuk dilakukan. Itu yang dirasakan oleh mahasiswa. apalagi yang mereka hadapi adalah masyarakat yang tinggal di kota besar. Akan berbeda keadaanya apabila yang dihadapi adalah masyarakat pedesaan yang haus akan informasi dari dunia luar. Kesulitan terbesar selain berubahnya perilaku adalah mengumpulkan warga. Dalam mengumpulkan warga saja sangat sulit, apalagi untuk merubah perilaku masyarakat.
Untuk merubah perilaku dibutuhkan waktu yang lama. Ini adalah efek jangka panjang dari sebuah penyuluhan. Untuk itu dibutuhkan pendampingan untuk memantau perilaku sasaran. Sayangnya, program pendampingan juga sulit untuk dilakukan. Jika memiliki sasaran yang jelas mungkin mudah untuk dilakukan. misalnya pendampingan terhadap anak jalanan, ODHA, pengguna narkoba, dll. Namun, untuk merubah perilaku masyarakat luas, kita harus banyak bersabar.
Merubah diri sendiri saja susah apalagi merubah orang lain. Kalimat ini menjadi suplemen yang buruk untuk semangat tenaga kesehatan. Oleh karena itu, sebagai tenaga kesehatan masyarakat kita harus mampu untuk mempelajari masyarakat sehingga bisa menemukan celah dimana masyarakat mau untuk diajak berubah.
Selain intervensi non fisik, mahasiswa tetap harus melakukan intervensi fisik yang berarti sebuah program dalam bentuk nyata. Misalnya pembuatan WC percontohan, tempat sampah percontohan, Pembuatan papan pesan hingga membuatkan SPAL.
![]() |
| Papan Pesan Kelurahan Tammua Kecamatan Tallo |
Tugas seorang SKM itu sulit, bro. Tapi, pahala yang besar juga menanti. hehehe...
Dari gadis yang mengutamakan kenyamanan


Comments
Earthmoving Parts-Kerala