Analisis Faktor Risiko Dalam Kesehatan Kerja
Risiko adalah probabilitas suatu bahaya menjadi nyata, yang
ditentukan oleh frekuensi dan durasi pajanan, aktivitas kerja, serta upaya yang
telah dilakukan untuk pencegahan dan pengendalian tingkat pajanan.
Faktor risiko adalah potensi bahaya (hazard) yang menyebabkan terjadinya peningkatkan kejadian penyakit. Faktor risiko dalam kecelakaan menurut Suardi (2005) :
faktor lingkungan kerja (environmental), faktor pekerjaan (agent) dan faktor
manusia (host).
Hazard adalah sumber, situasi atau tindakan yang berpotensi menciderai manusia atau kondisi kelainan fisik lain yang berpotensi berasal dan atau bertambah buruk karena kegiatan kerja atau situasi yang terkait dengan pekerjaan.
Bahaya kesehatan kerja (health hazard) berdampak pada kesehatan, menyebabkan gangguan kesehatan dan penyakit akibat kerja. Bersifat kronis.
Jenis-jenis health hazard :
1. Bahaya Fisik :
Radiasi ; pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam
bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari
sumber radiasi.
Cth : televisi, lampu
penerangan, alat pemanas makanan, komputer, dll
Radiasi dibagi 2 :
- Radiasi pengion : radiasi yang menyebabkan proses ionisasi apabila bertumbukkan dengan materi.
Cth
: partikel alfa (α), partikel beta (β), sinar gamma (γ), sinar-X, partikel
neutron.
- Radiasi non pengion : radiasi yang tidak menyebabkan proses ionisasi.
Cth
: gelombang radio , gelombang, sinar inframerah, cahaya tampak, sinar
ultraviolet
Efek radiasi pada kesehatan adalah dapat menyebabkan penyakit kanker dan mutasi gen.
Kebisingan : segala bunyi yg tidak
dikehendaki,memberi pengaruh negatif terhadap kesehatan dan kesejahteraan
seseorang maupun suatu populasi.
Aspek yang berkaitan dengan kebisingan antara
lain : jumlah energi bunyi, distribusi frekuensi, dan lama pajanan.
Efek Kebisingan :
•Pada kesehatan : gangguan pendengaran sampai
ketulian. Bunyi dikategorikan bising
adalah 60 dB.
•Gangguan komunikasi (miss communication)
•Gangguan konsentrasi
Diperlukan penutup telinga. Penggunaan proteksi dengan sumbatan telinga dapat mengurangi kebisingan
sekitar 20-25 dB.
Pencahayaan : Pencahayaan di tempat kerja dipengaruhi faktor besar-kecil objek dan umur pekerja.
Efek pencahayaan yang silau bagi kesehatan :
Getaran : Parameter getaran hampir sama dengan bising seperti: frekuensi, amplitudo,
lama pajanan dan
apakah sifat getaran terus menerus atau intermitten. Getaran memberi efek negatif pada sistem saraf dan
sistem musculo-skeletal dengan mengurangi kekuatan cengkram dan sakit tulang belakang. Contoh :
Loaders, forklift truck, pneumatic tools, chain saws.
2. Bahaya Kimia
Korosi : menyebabkan kerusakan pada permukaan tempat dimana terjadi kontak. Kulit, mata dan sistem
pencernaan adalah bagain tubuh yang paling umum terkena. Contoh : konsentrat asam dan basa , fosfor.
Iritasi : menyebabkan peradangan pada permukaan di tempat kontak. Iritasi kulit menyebabkan reaksi
seperti eksim atau dermatitis. Iritasi pada alat-alat pernapasan menyebabkan sesak napas, peradangan dan
oedema ( bengkak ). Cth : Kulit : asam, basa,pelarut, minyak. Pernapasan : aldehydes, alkaline dusts,
amonia, nitrogen dioxide, phosgene, chlorine ,bromine, ozone.
Alergi :Bahan kimia alergen atau sensitizers dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit atau organ
pernapasan. Kulit : colophony ( rosin), formaldehyde, logam seperti chromium atau nickel. Pernapasan :
isocyanates, fibre-reactive dyes, formaldehyde, nickel.
Kanker : Karsinogen pada manusia adalah bahan kimia yang secara jelas telah terbukti pada manusia. Cth :
benzene ( leukaemia); vinylchloride ( liver angiosarcoma) ; 2-naphthylamine, benzidine (kanker kandung
kemih ); asbestos (kanker paru-paru , mesothelioma).
Efek Reproduksi : Perkembangan bahan2 racun dapat memberikan pengaruh negatif pada keturunan
orang yang terpapar, sebagai contoh :aborsi spontan. Cth : Manganese, carbondisulphide, monomethyl dan
ethyl ethers dari ethylene glycol, mercury.
Racun Sistemik :
3. Bahaya Biologis
Daerah pertanian : mikroorganisme seperti : Tetanus, Leptospirosis, cacing, Asma bronkhiale atau
keracunan Mycotoxins yang merupakan hasil metabolisme jamur.
Pertambangan/pabrik : mikroorganisme penyebab penyakit saluran napas, seperti : Tbc, Bronchitis dan
Infeksi saluran pernapasan lainnya seperti Pneumonia.
Peternakan : Penyakit di peternakan misalnya : Anthrax yang penularannya melalui bakteri yang tertelan
atau terhirup, Brucellosis, Infeksi Salmonella.
Laboratorium : pekerja di laboratorium mempunyai risiko yang besar terinfeksi, terutama untuk
laboratorium yang menangani organisme atau bahan-bahan yang megandung organisme pathogen.
Perkantoran : berisiko mengidap penyakit seperti : Humidifier fever , penyakit pada saluran pernapasan dan alergi yang disebabkan organisme yang hidup pada air yang terdapat pada system pendingin.
4. Bahaya Fisiologis/Ergonomi
Beban kerja fisik bagi pekerja kasar perlu memperhatikan kondisi iklim, sosial ekonomi dan derajat
kesehatan. Pembebanan tidak melebihi 30 – 40% dari kemampuan kerja maksimum tenaga kerja dalam
jangka waktu 8 jam sehari. penetapan kemampuan kerja maksimum dg parameter praktis yang digunakan
adalah pengukuran denyut nadi yang diusahakan tidak melebihi 30-40 permenit di atas denyut nadi sebelum
bekerja.
5. Bahaya Psikologis
Dari berbagai sumber.
Diperlukan penutup telinga. Penggunaan proteksi dengan sumbatan telinga dapat mengurangi kebisingan
sekitar 20-25 dB.
Pencahayaan : Pencahayaan di tempat kerja dipengaruhi faktor besar-kecil objek dan umur pekerja.
Efek pencahayaan yang silau bagi kesehatan :
•Kelelahan mata yang akan berakibat berkurangnya daya dan efisiensi kerja.
•Kelemahan mental
•Kerusakan alat penglihatan (mata).
•Keluhan pegal di daerah mata dan sakit kepala di sekitar mata
apakah sifat getaran terus menerus atau intermitten. Getaran memberi efek negatif pada sistem saraf dan
sistem musculo-skeletal dengan mengurangi kekuatan cengkram dan sakit tulang belakang. Contoh :
Loaders, forklift truck, pneumatic tools, chain saws.
2. Bahaya Kimia
Korosi : menyebabkan kerusakan pada permukaan tempat dimana terjadi kontak. Kulit, mata dan sistem
pencernaan adalah bagain tubuh yang paling umum terkena. Contoh : konsentrat asam dan basa , fosfor.
Iritasi : menyebabkan peradangan pada permukaan di tempat kontak. Iritasi kulit menyebabkan reaksi
seperti eksim atau dermatitis. Iritasi pada alat-alat pernapasan menyebabkan sesak napas, peradangan dan
oedema ( bengkak ). Cth : Kulit : asam, basa,pelarut, minyak. Pernapasan : aldehydes, alkaline dusts,
amonia, nitrogen dioxide, phosgene, chlorine ,bromine, ozone.
Alergi :Bahan kimia alergen atau sensitizers dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit atau organ
pernapasan. Kulit : colophony ( rosin), formaldehyde, logam seperti chromium atau nickel. Pernapasan :
isocyanates, fibre-reactive dyes, formaldehyde, nickel.
Kanker : Karsinogen pada manusia adalah bahan kimia yang secara jelas telah terbukti pada manusia. Cth :
benzene ( leukaemia); vinylchloride ( liver angiosarcoma) ; 2-naphthylamine, benzidine (kanker kandung
kemih ); asbestos (kanker paru-paru , mesothelioma).
Efek Reproduksi : Perkembangan bahan2 racun dapat memberikan pengaruh negatif pada keturunan
orang yang terpapar, sebagai contoh :aborsi spontan. Cth : Manganese, carbondisulphide, monomethyl dan
ethyl ethers dari ethylene glycol, mercury.
Racun Sistemik :
•agen-agen yang menyebabkan luka pada organ atau sistem tubuh.
•Otak : pelarut, lead, mercury, manganese
•Sistem syaraf peripheral : n-hexane, lead, arsenic, carbon disulphide
•Sistem pembentukan darah : benzene, ethylene glycol ethers
•Ginjal : cadmium, lead, mercury, chlorinated hydrocarbons
•Paru-paru : silica, asbestos, debu batubara ( pneumoconiosis )
3. Bahaya Biologis
Daerah pertanian : mikroorganisme seperti : Tetanus, Leptospirosis, cacing, Asma bronkhiale atau
keracunan Mycotoxins yang merupakan hasil metabolisme jamur.
Pertambangan/pabrik : mikroorganisme penyebab penyakit saluran napas, seperti : Tbc, Bronchitis dan
Infeksi saluran pernapasan lainnya seperti Pneumonia.
Peternakan : Penyakit di peternakan misalnya : Anthrax yang penularannya melalui bakteri yang tertelan
atau terhirup, Brucellosis, Infeksi Salmonella.
Laboratorium : pekerja di laboratorium mempunyai risiko yang besar terinfeksi, terutama untuk
laboratorium yang menangani organisme atau bahan-bahan yang megandung organisme pathogen.
Perkantoran : berisiko mengidap penyakit seperti : Humidifier fever , penyakit pada saluran pernapasan dan alergi yang disebabkan organisme yang hidup pada air yang terdapat pada system pendingin.
4. Bahaya Fisiologis/Ergonomi
Beban kerja fisik bagi pekerja kasar perlu memperhatikan kondisi iklim, sosial ekonomi dan derajat
kesehatan. Pembebanan tidak melebihi 30 – 40% dari kemampuan kerja maksimum tenaga kerja dalam
jangka waktu 8 jam sehari. penetapan kemampuan kerja maksimum dg parameter praktis yang digunakan
adalah pengukuran denyut nadi yang diusahakan tidak melebihi 30-40 permenit di atas denyut nadi sebelum
bekerja.
5. Bahaya Psikologis
•Stress :
tanggapan tubuh (respon) yang sifatnya non-spesifik terhadap setiap
tuntutan atasnya. Manakala tuntutan terhadap tubuh itu berlebihan, maka hal ini
dinamakan stress.
•Gangguan emosional yang di timbulkan : cemas,
gelisah, gangguan kepribadian, penyimpangan seksual, ketagihan alkohol dan
psikotropika.
•Penyakit-penyakit psikosomatis antara lain :
jantung koroner, tekanan darah tinggi, gangguan pencernaan, luka usus besar,
gangguan pernapasan, asma bronkial, penyakit kulit seperti eksim,dll.
Dari berbagai sumber.
Dari gadis yang mengutamakan kenyamanan ^^


Comments