Seperti Reply 1997
Seperti
Reply 1997, aku memiliki masa-masa dimana aku ‘sangat’ tergila-gila dengan
boyband korea, TVXQ. Drama nostalgia yang memberikan gambaran bagaimana cinta
dan kpop bisa berjalan beriringan membuat drama ini menjadi daftar paling atas
drama yang akan di nonton berkali-kali. Hahah...
Yah..
Sulit memang menggambarkan kenapa ‘kami’ atau fangirl begitu menyukai boyband.
Terlepas dari alasan klasik “Mereka
tampan, bisa dance dan jago nyanyi.” Kami sebenarnya tidak memiliki alasan
lain yang rasional. Ketika menjalani hari-hari di SMA dengan segudang khayalan
tentang mereka, mengetahui apa yang sedang mereka lakukan saat ini, lima menit
lagi, dan bahkan setiap detik. Sibuk menghabiskan uang untuk membeli segala macam
marchandise yang berhubungan dengan mereka. Tidak bisa
tidur tanpa melihat video music mereka dan menjadikan suara indah mereka
sebagai pengantar tidur.
Kegilaan
yang Shi Won dan YooJung rasakan pernah aku rasakan ketika masih duduk di SMA.
Masa-masa dimana emosi yang labil menguasaiku untuk tetap bertengkar dengan
teman-teman tentang siapa yang paling tampan antara pria-pria tampan di korea.
Bedanya, aku sama sekali belum menonton konser seperti yang dilakukan Shi Won.
Menyusup ke kediaman Tony HOT, memberikan darahnya sebagai tanda kasih sayang
(?). Reply 1997 menunjukkan kisah fangirl sejati. Bahkan, hingga umurnya
bertambah, Tony dan HOT tetap menjadi idolanya.
Boyband.
Sebuah kata yang apabila kau sebutkan maka akan mendapat tanggapan negatif dari
banyak orang. Mereka banci. Cowok cantik yang melambai. Aneh. Mereka yang
menghujat hanya melihat dari satu sisi. Hanya melihat dari bagaimana mereka
tidak menyukai boyband. Keluar dari pada itu, Boyband bagi kami adalah idola.
Sama seperti idola mereka lainnya. Tidak ada aturan di dunia yang melarang kita
menjadi fans dari seseorang yang pantas disebut idola.
Menjadi
fangirl ternyata memiliki aturan main. Semakin dewasa, kita akan semakin
menyukai mereka secara diam-diam. Tidak terang-terangan. Bersifat dewasalah.
Seperti yang ditunjukkan Shiwon. Meskipun usianya bertambah, ia tetap akan
menyukai HOT. Meskipun ia akan memiliki anak, HOT tetap menjadi idolanya.
Drama
nostalgia ini menyuguhkan kisah cinta yang penuh teka-teki. Siapa suami ShiWon?
Yeah.. teka-teki itu yang membuat penonton penasaran selain cerita unik ShiWon
dan aktivitas Fangirlingnya.
Bagiku
drama ini memberikan sedikit rasa sakit karena melihat kenyataan bahwa sudah
sangat lama sejak TVXQ tampil dan sekarang mereka sudah berpisah menjadi dua
dan tiga. Sudah sangat lama. Sembilan tahun yang lalu. Saat lima orang pemuda
menemukan takdirnya di kantor SMEntertainment. Saat lima orang pemuda tampil
memukau dunia musik korea yang “biasa-biasa” aja kala itu. Kpop belum dikenal
ke seluruh penjuru negeri. Kehadiran TVXQ mendapat sambutan yang hangat.
Apalagi, KING Kpop 90-an, HOT menyatakan kebubarannya pada tahun 2002. Dengan
cepat mereka dikenal banyak orang, merambah Cina dan Jepang. Menjual ratusan
keping album yang mengantarkan mereka menuju kursi paling tinggi. King Of Kpop.
Ah..
kenangan itu. Bermain di kepala setiap Cassiopeia. Seperti istri TaeWoong yang
adalah ketua FansClub Cassiopeia (dalam drama). Kenangan yang indah itu kini
hanya kita bisa lihat dalam video-video yang belum HD. Melihat mereka masih
bersama-sama, merajut impian bersama....... *can’t continue this sentences L
Well,
seperti Reply 1997. Kita pernah memiliki masa-masa dimana kita sangat-sangat
menyukai idola kita. Namun, seriring bertambahnya usia, kisah itu menjadi
kenangan yang lucu dan indah untuk di ingat.
Untuk
semua fangirl dan fanboy. Tetaplah menjadi fangirl dan fanboy sampai
kakek-kakek dan nenek-nenek J
Dari gadis yang mengutamakan kenyamanan
Comments