ALLAH selalu menjawab do'amu
Benar. Allah selalu menjawab doa kita. Allah Yang Maha Mendengar pasti akan menjawab doamu. Hanya aja, Allah menjawab seketika seperti kantong ajaib Doraemon. Jawaban Allah atas doamu akan datang tepat pada waktunya. Mungkin lama, mungkin cepat. Ketika saat itu tiba, kau akan menyadari bahwa doamu telah terkabulkan.
2008
Dunia masih begitu hijau di dalam pikirannya. Hatinya yang membeku karena kurangnya kasih sayang melihat apatis pada sekitarnya. Meskipun begitu, Ratih masih memiliki keinginan. Ingin menjadi seekor burung yang bisa terbang bebas di angkasa. Ilustrasi dari kehidupannya yang bagai dikurung oleh rasa malu dan tak sanggup melakukan apapun. Keinginanya untuk hidup bebas menjadi impian besar di dalam hidupnya.
Saat itu, mungkin Allah mendengar doanya. Saat itu, secara tidak sadar Ratih berusaha untuk menjalani kehidupan yang akan membawanya kepada impiannya. Doa dan mimpi Ratih telah disimpan oleh Allah ditempat dan waktu yang tepat.
2010
Satu per satu sahabatnya meninggalkan kota kecil mereka untuk menuntut ilmu di tempat yang bagus. Beberapa kali, Ratih datang ke Bandara untuk melepas kepergian merea seraya berjanji untuk bertemu kembali suatu hari nanti. Hingga, Ratih berdiri mematung menatap patung mascot kotanya, "Ya Allah, hamba hanya akan tunduk pada takdirmu."
Ratih mempersiapkan keberangkatannya menuju tempat yang ditakdrikan Allah menjadi kota baru untuknya. Rasanya begitu berat meninggalkan semuanya, namun juga begitu mendebarkan akan melakukan petualangan seorang diri. Sanggupkah aku? Tanya Ratih berkali-kali dalam hati hingga pesawatn membawanya di sini. Di kota ini. Di universitas ini.
Allah telah menjawab mimpinya.
Waktu terus berlalu. Rasa bangga dan berterimakasih pada Allah yang menyemangatinya untuk melawan rasa takut hidup seorang diri. Selama hari-hari awal, tak ada air mata yang tak jatuh. Ratih menangis sedih mendengar suara Ibu di telepon. Hatinya teriris rindu dan rasa takut.
Bahkan, sebuah kesenangan yang Allah berikan masih tetap menjadi ujian bagi hambanya.
Hidup harus terus berjalan dengan atau tanpa masalah. Ratih membimbing dirinya untuk menjadi pribadi yang dewasa. Yang tidak takut melakoni jalan-jalan yang banyak. Pilihan yang terbentang di depan matanya karena membuat hati ini bingung. Jalan yang mana yang harus dilewati? APakah ini jalan yang tepat dengan untuknya??
Sebentar lagi. Tinggal sebentar lagi. Empat tahun yang penuh perjuangan akan dilewati Ratih. Di benaknya banyak mimpi bergelantungan. Satu per satu, Ratih yakin akan meraihnya. Karena Allah akan selalu menjawab mimpi hambanya di tempat dan waktu yang tepat. Selagi kita percaya dan mau berusaha.
Keep Istiqomah dan Tawakkal, Ukhti.
Dari gadis yang mengutamakan kenyamanan

Comments