Mengapa harus khawatir??


Ilustrasi

Pertama kali dalam hidupku, mengenal seseorang yang sangat menjaga kehormatan wanita. Meskipun hatinya menderita karena rasa yang terpendam, tapi ia sadar, ia tahu dan ia mengerti bahwa semua yang indah akan datang tepat pada waktunya. Kita hanya perlu bersabar dan terus berjalan di koridor yang benar, jalan Allah. Selama itu pula, Allah akan memegang janjinya. Mempertemukan kita pada waktu yang halal.

Dulu, saat sifat ababil masih menguasai alam imajinasiku, aku selalu berharap bertemu dengan 'cinta'. Seperti mereka-mereka yang bahagia oleh nikmatnya dunia. Kadang, aku iri dengan mereka yang bebas mengatakan perasaan, bebas mengekspresikan diri agar perasaannya diketahui oleh lainnya. Tidak seperti aku yang takut dan malu. Hingga suatu hari di bulan Ramadhan, suara khatib di mimbar yang menyampaikan pesan Allah sampai di telingan dan hatiku.

"Pacaran itu wajib! Wajib ditinggalkan!"

Sebuah kalimat sindiran untuk kami para ababil yang masih mengenal cinta monyet. Benarkah? Benarkah pacaran dilarang dalam agama?? Jika memang demikian, mengapa banyak sekali orang yang melanggar aturan itu dengan ribuan alasan pembenaran? Lalu, kenapa ada yang begitu mudah menerima aturan itu? Berjalan di koridor yang benar dan dijuliki fanatik oleh yang lainnya?

Kurasa itulah kehidupan. Banyak jalan yang bisa kau pilih untuk sampai di tujuan. Tetapi, tidak semua jalan yang ada akan sampai di tujuan setiap orang. Bisa saja jalan yang kita pilih adalah jalan yang buntu, bahkan jalan yang salah yang membawamu ke tempat yang lain.

Tetapi, itulah dunia. Gemerlapnya menyilaukan pandanganmu.

Aku menundukkan kepalaku dan memantapkan hatiku takkala sebuah hidayah lain datang padaku. Aku akan berkerung. Meskipun belum benar, setidaknya aku akan mengurani banyaknya dosa yang telah aku buat. Di tengah deru deram banyak orang yang mengatakan kerudung itu untuk ibu-ibu. Aku tetap berjalan. Awalnya begitu sulit. Aku dianggap seperti orang yang kurang pergaulan, tanpa 'pacar' dan berkerudung pula.

Aku tetap menjalani hidupku. Menutup telinga dari mereka-mereka yang merasa benar. Atau akukah yang merasa benar??

Hingga aku bertemu dengannya. Seseorang yang lain daripada yang lain. Aku sangat penasaran. Wajahnya tampan, tubuhnya tegap, pintar menulis dan sangat populer. Hampir semua kaum hawa mengidolakannya. Tetapi, ia sanggup berjalan di koridor 'fanatik' yang dibilang orang-orang. Ia mampu membawa dirinya dalam pergaulan dunia tanpa melupakan bekal menuju akhirat. Belakangan aku tahu. Anugerah perasaan oleh Allah juga singgah di hatinya. Ia memendam rasa di hatinya untuk seorang ukhti yang shaleh.

Melihat keduanya, entah mengapa aku merasa sangat bangga atas apa yang aku pertahankan selama ini. Berjalan di koridor yang tepat. Dan semakin yakin ketika aku mendapat sebuah buku yang disukai oleh banyak pembaca muslim baik remaja maupun orang tua, "Udah Putusin Aja."

Untuk dia yang memberikan contoh padaku, semoga dia di dalam hatimu adalah jodoh yang Allah siapkan untukmu nanti. meskipun, aku pasti akan terluka...


Semua yang indah akan datang tepat pada waktunya. Bersabarlah...

Dari gadis yang mengutamakan kenyamanan


Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y