Pancasila, Imun Penangkal Virus Globalisasi


              Perkembangan teknologi tidak hanya berimbas pada perekonomian suatu bangsa. Lebih daripada itu, perkembangan zaman turut mempengaruhi budaya suatu bangsa. Tahun-tahun terakhir, sebuah fenomena baru masuk ke negeri kita tercinta. Dimana terdapat banyak remaja Indonesia yang mulai menggilai musik Kpop asal Korea selatan. Keadaan ini dibuktikan dengan maraknya konser yang digelar artis asal negeri Gingseng di Indonesia. Penontonnya pun tak kalah banyak dengan konser yang digelar oleh musisi tanah air.
            Perkembangan teknologi yang membawa ke arah kemudahan dalam mendapat informasi berimbas pada bagaimana suatu negara mampu memanfaatkan dalam kontes yang positif. Bukan hanya Korea Selatan yang mampu melakukan hal tersebut. Melalui kemudahan dalam akses informasi bisa menjadi suatu keuntungan tersendiri bagi suatu institusi maupun suatu bangsa untuk meraup keuntungan positif di dalamnya. Musik barat beserta budayanya yang sudah terlebih dahulu masuk dan menjalar di masyarakat menjadi suatu contoh bahwa perkembangan teknologi merambah sampai permasalah budaya.
            Indonesia merupakan negara yang menganut ideologi pancasila. Satu-satunya ideologi di dunia yang bernama Pancasila. Pancasila sebagai ideologi atau identitas bangsa indonesia. Dimana pancasila menjadi acuan masyarakat indonesia dalam berprilaku. Ideologi atau identitas pada hakikatnya merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan suatu bangsa dengan ciri-ciri khas. Dengan ciri-ciri khas tersebut, suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam hidup dan kehidupannya. Identitas nasional Indonesia adalah Pancasila. Dengan demikian ciri-ciri khas yang melekat pada Pancasila menjadi pertanda yang membedakan masyarakat Indonesia di kancah dunia.
            Globalisasi yang membawa perkembangan teknologi mempengaruhi masyarakat Indonesia sampai permasalahan budaya. Budaya baru yang masuk mempengauhi pola pikir manusia dalam menentukkan nilai-nilai yang ada. Dengan rayuan globalisasi penentuan nilai-nilai (budaya) menjadi bergeser. Kedatangan globalisasi kemudian menjadi ancaman tersendiri bagi bangsa kita. Namun, globalisasi tidak bisa dihilangkan karena menutup arus globalisasi sama saja dengan menutup diri dari interaksi dengan dunia luar. Globalisasi tetap harus ada dalam perkembangan budaya suatu bangsa. Yang bisa dilakukan adalah bagaimana kita bisa menunggangi globalisasi dengan tetap menerapkan nilai-nilai yang melekat pada identitas nasional Indonesia.
            Menunggangi globalisasi dengan tetap menerapkan nilai-nilai ideologi ini adalah yang dilalukan budaya barat dan asia. Memanfaatkan dunia komunikasi yang semakin mudah, pertarungan globalisasi pun semakin seru. Sulit bagi suatu negara untuk mampu bertarung di lautan global tanpa identitas nasional. Tanpa identitas nasional maka suatu bangsa akan terombang ambing mengikuti kemana arus globalisasi akan membawanya. Namun, ketika suatu bangsa mampu menerapkan identitas bangsanya ke dalam pikiran bahkan cita-cita mereka maka arus globalisasi yang mengerikan akan berada di kendali mereka.
            Inilah yang terjadi di Indonesia, hampir 47 tahun Indonesia menerapkan ideologi pancasila namun dalam pengaplikasiannya nihil tindakan. Bahkan, banyak dari masyarakat Indonesia yang tidak menghafal dengan baik butir-butir yang terdapat dalam Pancasila. Sungguh ironis, ketika Pancasila harus menjadi nilai-nilai yang diturutkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan harus menjadi cita-cita, banyak dari kita yang tidak menghafalkannya.
            Persoalan utama Indonesia dalam globalisasi adalah masih banyaknya kemiskinan, kebodohan, kesehatan yang menurun hingga kesenjangan sosial yang meluas. Keadaan ini merupakan dampak dari penerapan identitas nasional yang kurang. Dimana salah satu butir dari pancasila yang berbicara mengenai keadilan sosial justru tidak diterapkan dengan baik oleh negeri kita. Ketimpangan hukum yang terjadi dimana-mana menjadi pertanda bahwa pancasila hanya dijadikan lambang tanpa dilaksanakan. Dengan keadaan di atas maka sangat mudah suatu bangsa terombangin-ambing tanpa kejelasan dalam komunitas global.
            Kita bisa melihat bahwa budaya luar yang masuk sudah mempengaruhi tatanan kehidupan berbangsa dan bertanah air.  Banyak generasi muda yang hidup tanpa nilai-nilai luhur dari pancasila. Ibaratnya sebagai sistem kekebalan tubuh, penerapan nilai-nilai pancasila menjadi penangkal ketika virus yang berbentuk globalisasi masuk dan mempengauhi pola pikir masyarakat. Serangan globalisasi tanpa saringan yang positif tidak hanya berdampak pada banyaknya remaja yang lebih menyukai budaya luar dan menggeser budaya sendiri. Dampak lain dari serangan globalisasi selain melemahkan karakter pemuda adalah berdampak pada ketahanan nasional. Hal ini sangat penting mengingat letak Indonesia yang stategis. Letak Indonesia ini menjadikan banyak budaya yang masuk ke Indonesia. Letak indonesia yang strategis dan kaya akan sumber daya alam yang melimpah cukup membuat Indonesia menjadi negara yang diincar oleh budaya barat. Ketahanan Nasional yang diperkuat dengan menerapkan nilai-nilai pancasila kesetiap sendinya akan mampu untuk tidak ditunggangi oleh kepentingan yang masuk lewat globalisasi.
            Revitalisasi Pancasila pun menjadi agenda dalam mengembalikan nilai-nilai pancasila yang sudah mulai tidak diterapkan masyarakat. Dengan tidak hanya menjadikan pancasila sebagai slogan maupun lambang, tetapi lebih daripada itu dengan menjadikan Pancasila sebagai prinsip ataupun cita-cita. Namun, untuk mewujudkan semua itu dibutuhkan panutan nyata. Panutan yang menjadi tuntunan masyarakat hidup dengan nilai-nilai Pancasila di dalam hidup dan kehidupannya. Mungkin bisa dimulai dengan pemimpin bangsa ini. :)

Sekian.

 
           
           


           

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y