Saku Kenangan #2 - Ke Malino
Kalau saku kenangan kemarin postingannya tentang masa-masa SMP bersama XJ, sekarang mau menulis tentang perjalanan ke Malino. Kenapa? Ya.. karena perjalanan kemarin membuat suasana hatiku sedikit berubah. Awalanya memang tidak ada niat untuk pergi. Tetapi, karena sesuatu dan lain hal yang bikin 'malu' ajaa akhirnya saya pergi deh. Dan ini untuk pertama kalinya saya mereview tentang suatu tempat wisata.
Jam 09.00 pagi saya sudah siap-siap pulang ke kos dari rumah Fara, terus rebes-rebes sampai pukul 10.00. Pas mau pergi, eh hujan deras turun mengguyur jalan sahabat. Saya memilih masuk kembali ke dalam rumah. Sampai lima belas menit kemudian, hujan mereda. Saya segera meluncur ke kampus di tengah gerimis hujan yang masih turun. Panitia yang datang sih nggak banyak-banyak amat, tapi pesertanya yang semuangat banget. Dari 65 mahasiswa Jurusan Epidemiologi angkatan 2011 yang datang ada 61 orang. Daebak!* Kenapa? Ya karena waktu zaman saya ya gak sampai 90% yang datang.
Pukul 11.00, empat bus yang membawa kami ke Malino segera meluncur membelah padatnya jalanan kota Makassar.
Sekilas tentang Malino.
Malino adalah kelurahan yang terletak di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Daerah yang terletak 90 km dari Kota Makassar ke arah selatan ini merupakan salah satu objek wisata alam yang mempunyai daya tarik luar biasa.
Di kawasan wisata Malino sendiri, terdapat hutan wisata, berupa pohon
pinus yang tinggi berjejer di antara bukit dan lembah. Jalan menanjak
dan berkelok-kelok dengan melintasi deretan pegunungan dan lembah yang
indah bak lukisan alam, akan mengantarkan Anda ke kota Malino. Kawasan
tersebut terkenal sebagai kawasan rekreasi dan wisata sejak zaman
penjajahan Belanda.
Malino memiliki gunung-gunung yang sangat kaya dengan pemandangan batu gamping dan pinus. Berbagai jenis tanaman tropis yang indah,tumbuh dan berkembang di kota yang dingin ini. Selain itu, Malino pun menghasilkan buah-buahan dan sayuran khas yang tumbuh di lereng gunung Bawakaraeng. Sebagian masyarakat Sulawesi Selatan masih mengkulturkan gunung itu sebagai tempat suci dan keramat.
Perjalanan dari kota Makassar menuju daerah ini memakan waktu sekitar 2 jam. Wisata air terjun seribu tangga, air terjun Takapala, Kebun Teh Nittoh, Lembah Biru, Bungker Peninggalan Jepang dan Gunung Bawakaraeng menjadi ciri khas kota Malino. Oleh-oleh khas daerah ini adalah buah Markisa ,dodol ketan, Tenteng Malino, apel, wajik, dll. Malino juga menjadi daerah penghasil beras bagi wilayah Sulawesi Selatan.
Rihlas HIMAPID
Rombongan kami menginap di Villa Istana, tak jauh dari pasar Malino dan Kawasan Hutan Hujan Pinus. Begitu sampai, rasanya tak ada yang ingin menginjakkan kaki di lantai. Hujan yang turun pelan membuat udara bertambah dingin. Namun, seiring waktu berlalu tubuh mulai menyesuaikan diri dengan udara yang dingin. Acara demi acara pun berlangsung lancar. Semua berkat peserta yang begitu semangat mengikuti Rihlah ini. Salute buat KALASI. Sebelum Ketua Jurusan Epidemiologi, Wahiduddin SKM, MKes meninggalkan kami karena ada kegiatan lain, kami berfoto bersama sejenak. Yang membuat berkesan karena jumlah kami yang "Daebak!" Banyak banget! Jika Rihlah tahun lalu nggak nyampe seratus, tahun ini kira-kira ada seratus orang yang ikut RIhlah. Mulai dari angkatan 2011, 2010, 2009, dan 2008.
Setelah itu, ada juga acara sharing time yang rasanya 'isi sharing'nya berguna banget buat kita-kita (angkatan 2010) yang sebentar lagi akan menyusun tugas akhir. Bagaimana memilih judul, bagaimana menghadapi pembimbing dan motivasi dari para senior yang baik hati mengalir di acara itu.
Walaupun secara pribadi saya menilai acara yang begitu nggak 'jelas', namun semoga adik-adik yang baru masuk ke dalam himpunan menyukai kegiatan Rihlah kemarin.
Tak sampai dua hari, rombongan kami bergerak kembali pulang menuju Makassar. Dan saya menyambutnya dengan baik karena jujur aku sangat merindukan 'Jeje' *laptop gue!*
Oke.. Caow...
NB : *Daebak : Wow!
Bonus : *apaaa*
![]() |
| *source : nyolong di FB* |
Dari Gadis yang mengutamakan kenyamanan

Comments