Senyummu Lebih Indah Dilihat di Dunia Nyata


"Kopi darat? Kapan? Yakiiin?"

Sejenak, dunia maya menjadi dunia favorit manusia selain dunia lain (?) Dunia maya memberikan kebebasan akses yang sama dengan dunia nyata. Dunia maya bagaikan tempat peristirahatan manusia ketika lelah dan penat mengelilingi. 

Dunia maya tak tersentuh oleh raga namun semua yang tertulis di dunia nyata tersentuh oleh hati. Banyak kejadian yang bisa terjadi di dunia maya. Termasuk memata-matai seseorang. Seseorang yang menjadi tersangka pencurian. Pencuri hati maksudnya *eaaaa*

Okkee.. Ini bukan kisah saya *serius!* Ini kisah teman saya *beneran?* Kisah teman saya kok, namanya Tari *temanmu ada yang namanya tari? (baru tahu)* -____-

==== enjoyyy!

Tari mengeluarkan ponsel androidnya. Dalam sekejap, ia sudah berselancar di dunia maya. Menuju sebuah tempat bernama twitter. Jari telunjuknya yang jenjang bergerak kesana kemari menyentuh layar android menampilkan berbagai gambar dari dunia maya. Hingga Tari menemukan sebuah gambar yang membuatnya diam sejenak. Tidak. Diam cukup lama. Pikirannya langsung kacau. Matanya membesar dan hatinya terasa sesak. Air matanya pun meluncur seketika ketika pikiran dan hatinya bertemu pada satu kesimpulan.

"Apa? Irwan selingkuh? Kamu yakiiin?" Sonata, kawan Tari bertanya tak percaya. Tari masih menangis di dalam kamarnya. Memeluk bantal yang sudah basah oleh air matanya. Sejak kemarin, Tari belum makan apapun. Ia hanya menangis di dalam kamar. Hingga sonata datang dengan sebungkus nasi dan lauk sekaligus ingin tahu apa yang sedang terjadi pada Tari.

Tari tidak menjawab pertanyaan Sonata. Ingatannya masih sibuk merangkai kenangan pertemuan pertamanya dengan Irwan. Lima bulan yang lalu. Saat Tari kembali aktif di dunia maya. Proyeknya di Raja Ampat membuat ia tidak membuka twitter untuk waktu yang lama. Ia hanya sering mendokumentasikan semua kisah perjalanannya di blog. Seseorang yang mengaku penggemar blog Tari mengfollownya di twitter. Sapaan-sapaan ringan mereka jalani biasanya saja. Sampai ketika pria bernama Irwan ini menunjukkan keseriusan pada Tari. Tari tertawa cukup lama setelah menyadari bahwa ia dan Irwan sedang merangkai hubungan di dunia maya. Tari yang tidak percaya dengan semua kebohongan di dunia maya awalnya menolak untuk bertemu dengan Irwan.

"Kopi darat? Kapaan? Yakiin?" Setelah dua kali menolak, akhirnya Tari berkonsultasi dengan Sonata untuk memutuskan jawaban terakhirnya. 

"Emang kenapa sih lo akhirnya mau? Emang diapain lo sama Irwan?" Sonata tak percaya Tari mau bertemu dengan Irwan.

"Apa salahnya sih? Kan cuma ketemu doank. Kalau nggak suka ya selanjutnya nggak usah ketemu lagi." Tari mencoba mempertahankan argumennya.

"Kalau nggak suka?" Sonata mengulang kata-kata Tari dengan nada menyindir. "Maksudnya Irwan suka lo gitu? Dan untuk lebih meyakinkan dia ajak lo ketemuan?"

Tari cengengesan mendapati Sonata akhirnya tahu maksudnya. "Iya... kan biar nyata. Siapa juga yang ditembak di dunia maya. Palsu. Seindah-indahnya senyummu di dunia maya, jauh lebih indah kalau dilihat di dunia nyata."

Sonata memicingkan matanya. "Dapat kata-kata darimana tuh? Tumben lo bisa puitis kayak gitu?"

"Tweet Irwan kemarin. Hihii.. Baguskan??" Tari tertawa malu menyebut nama Irwan lagi. Sejak berkenalan dengan Irwan di dunia maya, rasanya hidup di dunia nayta sudah tidak penting. Ketika Irwan mengatakan ingin bertemu, Tari kemudian sadar bahwa untuk mengenal seseorang akan lebih baik dilakukan di dunia nyata. 

Baru tiga bulan sejak pertemuan pertama mereka di dunia nyata. Tari merasa bahwa ada sesuatu yang tidak berjalan dengan benar. Irwan menjadi sulit untuk ditemui setelah itu. Dia lebih memilih menghubungi Tari di dunia maya. Kehidupan nyatanya terlalu penuh kesibukan. Ia tidak punya waktu untuk itu. Tari bukan wanita sembarangan. Ia memiliki insting yang sangat bagus. Sebagus saat mencari angle yang pas untuk memotret dunia bawah laut. Tari yakin bahwa Irwan menyembunyikan sesuatu. Sesuatu itu akhirnya ia temui hari ini. Irwan ternyata bukan lelaki baik-baik. 

==== selesai ^^

Cerita apaan tuh? Yah... dengan semakin berkembang pesatnya dunia maya sebaiknya kita menggunakannya dengan sebaik mungkin. Jangan sampai kita dirugikan karena telah menghabiskan banyak waktu dengan dunia yang tersambung secara kasat mata ini. Apalagi jika sampai dirugikan dalam hubungan percintaan. Aduuhhhh.. uhuhuhuh.... 

Well, itu bukan cerita saya. Cerita teman saya..*teman darimana??* XD Sekarang ia tidak mau menerima siapapun yang berkenalan dengannya di dunia maya dengan tujuan terselubung. 

kita takkan saling mengenal jika kita tidak bertemu di dunia nyata -- anynomous

Dari gadis yang mengutamakan kenyamanan




Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y