Bayang-bayang
Semester enam buatku adalah semester yang penuh bayang-bayang akan tugas akhir. Padahal, masih ada semester tujuh dimana kita akan berperang secara individu untuk bisa meraih sarjana. Jika banyak yang bilang UN harus dihapuskan karena susah. Itu tidak sebanding dengan betapa gugupnya saya menghadapi tugas akhir.
Dalam semester ini, saya sudah mendapat tiga tugas untuk membuat proposal penelitian. Aduh, rasanya kepala ini mau pecah. Proposal yang seharusnya dibuat dalam waktu enam bulan harus kami selesaikan dalam waktu kurang dari 3 bulan, bahkan ada yang waktunya dua minggu. Tunjuan pemberian tugas ini memang baik, memacu kami untuk tetap memikirkan tugas akhir dan tentu saja cepat selesai.
Memikirkan tentang selesainya tugas akhir, maka kita akan segera masuk dalam dunia nyata. Dunia kerja yang licik dan penuh intrik. Rasanya saya tidak siap untuk semua ini. Tidak siap untuk bersentuhan dengan masyarakat secara nyata dan mengaplikasikan semua yang telah aku dapat. Tapi, apa yang telah aku dapat??
Saat menuliskan ini rasanya airmataku hampir jatuh. Menyesali tiga tahun yang telah aku jalani. Apa yang nanti akan aku lakukan dengan semua ilmuku? Semua ilmuku yang tidak kupelajari dengan sungguh-sungguh. Ah.. rasanya aku ingin mati.
15:56 menanti dosen Epidemiologi Perencanaan ketika kegalauan melanda.....

Comments