Ketika ‘Saudara’ membunuh saudara



            Hampir sejak berbagai kesederhanaan sebagai presiden di publikasikan banyak orang. Saya termasuk orang yang memilih Mahmoed Ahmadinejad sebagai panutan yang baik. Sebagai seorang presiden yang benar-benar berani menentang amerika dan sekutunya, serta kesederhanaan yang mungkin mirip dengan Rasulullah, banyak pemuda seperti di Indonesia yang menyukai karakter presiden Iran saat ini.
            Namun, ketika perang Syiah dan Sunni menggema di salah satu negeri Syam, saya pun bertanya-tanya mengapa saudara itu membunuh saudaranya? Setelah menelusuri betapa Syiah itu bukan sekedar aliran politik, bahkan tingkah laku mereka bukan islam, saya pun akhirnya tahu bahwa negeri Iran yang dipimpin oleh presiden panutan itu adalah negeri Syiah. Bahkan, tentara mereka turut membantu kepemimpinan Assad yang tengah membantai umat Muslim di Suriah. Astagfirullah~ setelah mencari kesana kemari, saya menemukan sebuah artikel yang menurut saya benar. Presiden itu menganut aliran Syiah. Tidak peduli meskipun banyak komentar yang masih mendukung Ahmadinejad, tetap saja, hati in sudah sakit melihat orang-orang yang sealiran paham dengannya tega membunuh saudara se-islam-nya.
            Dulu, pengetahuan saya hanya sebatas Sunni dan Syiah berbeda dalam paham politik, dimana pada masa setelah kematian Rasulullah, pendukung Ali Bin Abi Thalib menegaskan bahwa yang berhak duduk di kursi kepemimpinan adalah Ali (ini menurut yang saya baca). Sejak saat itu, Syiah membentuk alirannya sendiri. Bahkan, katanya mereka juga memiliki syahadat yang berbeda.
Bukan hanya fakta itu yang membuat saya bergidik. Ketika saya berpikir tentang Islam, dimana negara-negara di timur tengah adalah basis negeri islam. Tetapi, kenyataan yang saya lihat, mereka tidak memiliki hanya satu aliran. Hanya islam. Mereka memiliki banyak aliran. Seperti Syiah, dimana di negeri-negeri seperti Iran, Irak, Afganistan, Pakistan terdapat banyak penganut aliran Syiah. Jika memang demikian, betapa menyedihkannya Islam yang terpecah seperti ini.
Mereka memang percaya pada Allah SWT, pada Rasulullah, pada nabi dan rasul, tetapi untuk mempercayai para sahabat Rasulullah mereka berbeda-beda. Sebagai umat Nabi Muhammad, Nabi Akhir Zaman yang sudah meninggalkan kita beribu-ribu tahun yang lalu, siapa lagi yang akan kita percayai selain perkataan para sahabat???
Tulisan ini tercipta atas kebuntuan ilmu dan kenyataan yang menyedihkan. Ketika saudara yang mengaku Islam tega membantai saudaranya sendiri, dalam jumlah yang banyak dengan cara yang sadis dan tidak berperikemanusiaan. Pantaskah mereka disebut ISLAM?? Apa bedanya mereka dengan zionis yang tidak memiliki belas kasihan itu??? Sadarlah kau wahai pemuda ISLAM?? Masih betahkan kalian dengan dengan kenyamanan yang disuguhkan ‘kaum barat’ sementara saudara kalian dibunuh seperti binatang di negeri timur tengah?? Astagfirullah, aku pun tak banyak bertindak T____T



Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y