Pria-pria Kesepian
----------------------
Mata tua itu melihat ke sekeliling kelas yang ramai. Terdiam sebentar lalu tersenyum lebar. Ia sedang berpikir. Akan melakukan apa lagi setelah menegur seorang mahasiswi yang memakai baju 'lucu'. Lucu karena di tengah-tengah ke-simple-an baju dan kerudungnya, sebuah gambar tengkorak menghancurkan kesederhanaan itu. Lucu bukan? Bukan bajunya sih, tapi ketika ia memilih mengomentari keanehan di baju itu sementara kami yang meskipun sudah melihat hanya diam saja. Tidak peduli.
Kami semua tertawa. Aneh. Kasihan....
Kini ia bergerak menegur mahasiswa yang duduk di sudut kelas. Menyuruhnya duduk di depan. Terjadi perdebatan yang alot tapi ringan. Kami semua tertawa lagi takkala ia justru mengangkat sebuah kursi dan memaksa mahasiswa itu duduk di depan.
Penting ya?? Sementara beberapa yang lain sedang sibuk mempresentasikan tugas, ia berjalan ke sana kemari. Mencari apa-apa saja yang bisa komentari.
Aku termenung.
Wanita kehilangan tiang harapannya ketika anak-anak mereka pergi. Pria kehilangan tiang harapannya ketika pasangannya pergi.
Aku termenung.
Beginikah wajah-wajah kesepian itu yang sebenarnya? Kesepian tidak selalu ditunjukkan dengan berdiam dalam diam. Berteman dengan sunyi. Kesepian justru menjadikanmu bagaikan orang yang begitu aktif. Melakukan apa saja yang bisa membunuh waktu. Melakukan apa saja yang bisa membuatmu tertawa. Kesepian itu sangat menyakitkan...
Dia kembali ke kursinya. Menatap kami semua. Lalu tersenyum dan mengakhiri kelas....
Mata tua itu melihat ke sekeliling kelas yang ramai. Terdiam sebentar lalu tersenyum lebar. Ia sedang berpikir. Akan melakukan apa lagi setelah menegur seorang mahasiswi yang memakai baju 'lucu'. Lucu karena di tengah-tengah ke-simple-an baju dan kerudungnya, sebuah gambar tengkorak menghancurkan kesederhanaan itu. Lucu bukan? Bukan bajunya sih, tapi ketika ia memilih mengomentari keanehan di baju itu sementara kami yang meskipun sudah melihat hanya diam saja. Tidak peduli.
Kami semua tertawa. Aneh. Kasihan....
Kini ia bergerak menegur mahasiswa yang duduk di sudut kelas. Menyuruhnya duduk di depan. Terjadi perdebatan yang alot tapi ringan. Kami semua tertawa lagi takkala ia justru mengangkat sebuah kursi dan memaksa mahasiswa itu duduk di depan.
Penting ya?? Sementara beberapa yang lain sedang sibuk mempresentasikan tugas, ia berjalan ke sana kemari. Mencari apa-apa saja yang bisa komentari.
Aku termenung.
Wanita kehilangan tiang harapannya ketika anak-anak mereka pergi. Pria kehilangan tiang harapannya ketika pasangannya pergi.
Aku termenung.
Beginikah wajah-wajah kesepian itu yang sebenarnya? Kesepian tidak selalu ditunjukkan dengan berdiam dalam diam. Berteman dengan sunyi. Kesepian justru menjadikanmu bagaikan orang yang begitu aktif. Melakukan apa saja yang bisa membunuh waktu. Melakukan apa saja yang bisa membuatmu tertawa. Kesepian itu sangat menyakitkan...
Dia kembali ke kursinya. Menatap kami semua. Lalu tersenyum dan mengakhiri kelas....
C~
Comments