TERIMA KASIH PAK, BU ^^
....
Rasanya baru kemarin saya menyulitkan mereka. Sekarang,
aku harus meminta mereka memberikanku uang.
Siapa aku? Pertanyaan itu selalu berkecamuk di
hatiku. Aku benar-benar tidak tahu diri. Rasanya aku harus menelan semua rasa
maluku untuk mengatakan aku butuh uang.
Siapa aku? Pertanyaan itu bagaikan sebuah palu yang
memukul hatiku ketika aku berpikir untuk meminta uang lagi.
Aku benar-benar bingung. Aku juga tidak mau terus
marah sama Allah. Aku tidak ingin berdosa. Bukankah Allah sudah sangat baik
padaku. Meskipun kebaikan itu membuatku menjadi dilema. Kebingungan.
Kalian tidak pernah merasakannya? Ketika sebuah
keluarga adalah tempat dimana kamu akan diterima, didengar dan disayangi. Tidak
bagiku. Bukan mereka tidak menyayangiku, bukan mereka tidak menerimaku, bukan
mereka tidak mendengarku. Aku yang tidak sanggup menerima kasih sayang mereka,
menerima kebaikan mereka, lagi.
Orang tua itu sudah sangat sangat baik padaku. Tentunya
dengan ridha Allah. Mereka memberiku kamar, memberiku buku, memberiku baju,
memberiku kesempatan untuk bermimpi dan menjadi lebih baik.
Akulah yang jahat. Aku selalu berprasangka buruk
pada kebaikan mereka. Ketika aku kesulitan, aku mengubur semua rasa maluku. Meminta
pertolongan mereka. Awalnya, aku takut sekali jika mereka marah. Aku tidak
khawatir jika menolak. Aku khawatir ketika mereka marah dan tetap membantuku. Aku
takut sekali.
Namun mereka tidak pernah marah. Berapapun kesulitanku
mereka akan membantu. Dengan tawa ringan dan kata-kata yang ramah. Mereka bahkan
terus memberiku semangat.
Tapi siapa aku? Ah~ pertanyaan ini benar-benar
membuatku ketakutan setengah mati.
Siapa aku yang begitu berani menyulitkan mereka
bertahun-tahun, namun terus berprasangka buruk pada mereka. Mengira semua kasih
sayang itu palsu, mengira bahwa mereka membicarakanku dibelakang dan lain
sebagainya.
Ah~ aku begiru jahat. Padahal mereka begitu baik. Aku
selalu berdoa agar mereka berdua masuk surga. Agar mereka selalu diridhai
Allah.
اَللّهُمَّ
اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا
“Alloohummaghfirlii
waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa”
Artinya :
“Wahai
Tuhanku, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka
menyayangiku diwaktu kecil”.
C

Comments