The Hunger Games Vs Battle Royale
Fiuhh~ selesai juga menamatkan Battle
Royale (telaat -_-‘). Maklum sibuk... : ) Battle Royale adalah film Jepang
terbitan tahun 2000 yang diadaptasi dari novel terkenal berjudul sama
karya Koushun Takami. Film yang bercerita tentang pertarungan hidup dan mati ini memang
dibilang mirip dengan film Hollywood The Hunger Games yang juga berasalah dari
novel berjudul sama karya Suzanne Collins. Mau dibilang mencontek tidak juga
sih, mungkin ide cerita yang sama yang membuat banyak orang berpikir bahwa The
Hunger Games meniru kesuksesan Battle Royale. Tetapi, buat saya keduanya
berbeda dan memiliki cerita yang menarik sendiri.
Lalu, bagaimana dengan judul di atas.
Yea, saya just share my opinion about
both of this film.
The
Hunger Games :
Film
besutan Liongates i bercerita mengenai
pertarungan hidup dan mati sekelompok orang muda (remaja) dan kayaknya menunjukkan kekerasan pada anak (child abuse). Meski begitu, Hunger Games ternyata tidak begitu
mengerikan bagi orang yang tidak suka melihat banyak darah sebab Hunger games
memang dibuat untuk anak-anak. So, don’t worry...
Hunger
Games adalah permainan yang diciptakan oleh... sebagai peringatan pada
masyarakat yang memberontak. Jadi, di Ameika Utara
sebuah negara bernama Panem yang memiliki 13 distrik sebagai pemasok
bahan baku. Namun, sebuah tragedi masa lalu yang merenggut banyak nyawa membuat
pemerintah bertindak tegas pada 12 distrik yang tersisa agar kejadian yang sama
tidak terulang lagi. Maka, dibuatlah sebuah permainan yang wajib diikuti oleh
24 remaja putra dan putri dari 12 distrik. Mereka akan memasuki sebuah arena
yang dirancang khusus untuk bertarung mempertahakan diri. Hingga hanya ada satu
orang yang berhasil keluar.
Katniss seorang pemburu remaja dari distrik 12 menjadi sukarelawan untuk adiknya yang
kebertulan terpilih. Bersama Peeta Melark, putra dari distrik 12, mereka
berangkat menuju Capitol, kayak ibukota provinsi gitu. Sebuah pemandangan kesenjangan sosial terlihat jelas
ketika memsuki pusat kota. Dibandingkan dengan distrik mereka yang jauh dari
bagus, pusat kota adalah tempat semua orang kaya tinggal. Dengan banyak uang
dan dandanan yang nyentrik. Sejak awal,
Katniss sudah menarik perhatian dengan kerelaannya menggantikkan adiknya. Selain
itu, dia juga sangat cool dan bertindak sangat hati-hati. Katniss dan Peeta
mendapat pembimbing yang cukup bagus sehingga mereka mampu bertahan hingga
akhir. Dan dengan kecerdasan Katniss mereka bisa menjadi pemenang dengan memaksa
si pembuat games membatalkan peratursan “hanya satu yang hidup”. Keduanya
kembali ke distrik 12 dan disambut banyak orang.
Komentar
: waktu menonton awalnya sempat merasa ngeri melihat remaja-remaja ini akan
saling membunuh. Tetapi, syukurlah adegan pembunuhannya tidak begitu sadis
seperti yang saya bayangkan. Yang menarik dari film ini selain pemain yang
cakep dan ganteng, ide cerita yang jelas adalah nilai plus. Sebuah cerita fiksi
yang membuat saya berpikir “bagaimanapun dunia akan berubah tetap saja akan ada
orang yang di atas yang menindas orang kecil”. Sebuah potret kehidupan saat
ini. Iya nggak?? Dari segi efek, kita pasti tahu lah bahwa film hollywood
selalu punya efek-efek keren yang tampak kereeen (?). Pokoknya kereeen!!!
Battle
Royale :
Dengan
ide cerita yang hampir sama dengan Hunger Games, Battle Royale menceritakan
tentang sekelompok anak-anak remaja yang terpilih sebagai peserta dalam Battle
Royale, pertarungan yang diciptkan pemerintan untuk mengurangi angka
pengangguran yang banyak. Jadi ceritanya, saat itu Jepang sedang kacau dimana
terlalu banyak orang muda yang menggangur sehingga diciptkanlah Battle Royale.
Siswa
kelas 9B sebuah SMA yang hampir lulus terpilih sebagai peserta BR selanjutnya. Mereka
diam-diam di bawah ke sebuah pulau kosong yang warganya telah di evakuasi.
Mereka akan bertarung hidup dan mati. Teman yang dulu selalu bersama berubah
menjadi musuh. 43 orang siswa satu per satu berkurang.
Nanahara
dan Noriko adalah pemeran utama dalam film ini. Keduanya saling menyukai namun
tidak bisa mengatakannya. Mereka dan 41 temannya juga 2 orang pendatang lama
dikumpul di bawah pimpinan Kinato, mantan guru mereka yang memimpin misi ini.
Instruksi-instruksi di bacakan dan mereka siap bertempur di pulau ini.
Sahbat-sahabat mereka mati satu per satu, tetapi Nanahara dan Noriko berusaha
untuk bertahan. Bersama Kadawa, peserta tahun lalu yang ikut kembali, mereka
berusaha untuk keluar dari pulau ini. Di tempat lain, Mimura dkk juga berusaha
untuk meng-hack komputer milik
pemerintah agar mereka bisa keluar dari pulau ini. Sayang, ketiganya terbunuh.
Komentar
:
Sereem
sih. Adegan pembunuhan yang biasa tanpa efek terlihat lebih menyeramkan. Di film
ini cukup banyak darah. Dan sebelumnya memang sudah diperingati bahwa film ini
bukan untuk 15 tahun kebawah. Kalau dilihat dari arah cerita di arahkan, film
ini masuk dalam kategori child abuse.
Sadis. Meskipun menarik, jujur saya tidak mengerti arah dari film ini. Tidak
begitu jelas (maaf buat penggemar BR). Sampai akhir, saya bertanya-tanya
sebenarnya ini apa sih?? Hehhe
Jika
mau dibandingkan, tentu HG lebih menarik dimata saya, dari segi cerita, efek
dan tentu pemainnya : D
Nb : Ini hanya pendapat pribadi :))
C


Comments