Bosan Yang Menemani
6 Juni 2013 ...
Hari mulai gelap. Waktu mulai sunyi. Tetapi tidak di sini. Suara-suara besar wanita masih terdengar. Tergelak. Tertawa. Bercanda. Mengumpat. Dan lain sebagainya.
Tidak pernah saya merasa sebosan kali ini. Dua minggu praktek lapangan dengan 18 orang itu kemarin terlewatkan dengan aman. Tidak seperti kali ini. Saya pikir ini sangat membosankan.
Saya tidak pernah sebosan ini. Saking bosannya aku ingin menangis dan berteriak!!
Kenapa banyak orang yang suka sekali berbicara. Berbicara apapun yang bahkan tidak penting dan mulai mengumpat.
Kenapa banyak orang yang suka sekali sok pinta. Tidak peduli betapa ada mata-mata yang tahu dia salah.
Itu mungkin manusia. Ciptaan Allah yang cerdas tapi tak tahu malu.
Kenapa banyak orang yang menghabiskan uang mereka untuk berfoya-foya sementara saudaranya tidak bisa tidur di kasur yang empuk.
Kenapa ada perempuan-perempuan yang menghabiskan malamnya di luar rumah, hingga larut. Tanpa berpikir bahwa ibunya selalu mengingatkan bahwa wanita terhormat itu adalah wanita baik-baik.
Kenapa?
Kenapa aku berpikir seperti ini?
Karena aku lelah. Aku bosan dengan semuanya.
Bosan mendengar cerita cinta mereka yang seolah tanpa dosa.
Bosan mendengar umpatan mereka yang seolah lupa ada neraka.
Bosan untuk selalu mengingat bahwa aku bosan.
AH~
malam ini aku ingin tidur. Tapi itu tetap tidak membuatku bosan. Karena ketika mata ini terjaga telinga ini bangun. Mereka dan umpatannya masih akan ada.
Hari mulai gelap. Waktu mulai sunyi. Tetapi tidak di sini. Suara-suara besar wanita masih terdengar. Tergelak. Tertawa. Bercanda. Mengumpat. Dan lain sebagainya.
Tidak pernah saya merasa sebosan kali ini. Dua minggu praktek lapangan dengan 18 orang itu kemarin terlewatkan dengan aman. Tidak seperti kali ini. Saya pikir ini sangat membosankan.
Saya tidak pernah sebosan ini. Saking bosannya aku ingin menangis dan berteriak!!
Kenapa banyak orang yang suka sekali berbicara. Berbicara apapun yang bahkan tidak penting dan mulai mengumpat.
Kenapa banyak orang yang suka sekali sok pinta. Tidak peduli betapa ada mata-mata yang tahu dia salah.
Itu mungkin manusia. Ciptaan Allah yang cerdas tapi tak tahu malu.
Kenapa banyak orang yang menghabiskan uang mereka untuk berfoya-foya sementara saudaranya tidak bisa tidur di kasur yang empuk.
Kenapa ada perempuan-perempuan yang menghabiskan malamnya di luar rumah, hingga larut. Tanpa berpikir bahwa ibunya selalu mengingatkan bahwa wanita terhormat itu adalah wanita baik-baik.
Kenapa?
Kenapa aku berpikir seperti ini?
Karena aku lelah. Aku bosan dengan semuanya.
Bosan mendengar cerita cinta mereka yang seolah tanpa dosa.
Bosan mendengar umpatan mereka yang seolah lupa ada neraka.
Bosan untuk selalu mengingat bahwa aku bosan.
AH~
malam ini aku ingin tidur. Tapi itu tetap tidak membuatku bosan. Karena ketika mata ini terjaga telinga ini bangun. Mereka dan umpatannya masih akan ada.
C
Comments