I LOST MY TOOTH
“saya nggak mau menyukai sesuatu
sampai suka sekali. Karena ketika kita kehilangannya, maka rasa sakit itu tidak
tertahankan.”
Saya nggak pernah sepeduli ini
dengan gigiku. Sejak kecil, dengan kemalasan yang tinggi saya memang malas
sikat gigi. Alhasil gigi saya empat yang bolong. Sering banget sakit gigi, tapi
tetep saya nggak peduli sama gigi. Namanya juga anak kecil. saya nggak pernah
mikir kalau gigi akan sepenting ini kegunaannya di dunia. Mulai dari keindahan
hingga nggak mungkin kan bisa makan kalau nggak punya gigi. Dan yang paling
penting, gigi kita nggak akan tumbuh lagi setelah usia remaja. Uhhh~ ini yang
buat saya hampir gila dan melupakan sejenak kepusingan saya tentang skripsi.
Bagaimana tidak? Gigi depan saya
bagian bawah keropos di tengah. Tepat di antara gusi. Meskipun belum terlalu
besar tetap saya membuat saya khawatir. Bagaimana kalau patah? Bagaimana? Dimana
saya bisa mendapatan gigi lagi? Minta sama Allah? Huhu~
Persoalan seperti itu mungkin
sebagian orang adalah hal kecil. bagiku tidak. Untuk orang yang sangat
mengutamakan kenyamanan tentu saja ini masalah besar. bagaimana saya bisa
menjalani kehidupan dengan gigi yang hilang satu? Apalagi saya kan masih muda.
Semakin saya berpikir tentang
kehilangan. Semakin saya berpikir tentang kematian. Semakin saya berpikir
tentang kehidupan. Semakin saya yakin bahwa semua yang diberikan Allah hanya
sementara. Tinggal bagaimana kita memperlakukan sebaik mungkin kemurahan hati
Allah, mensyukurinya dan menjaganya hingga sebanyak waktu yang diberikan.
Seperti gigi ini. Ketika usia
semakin besar, gigi kita semakin permanen. Ketika itu hilang, maka kita tidak
akan pernah mendapatkan yang asli lagi. Kita akan hidup dengan gigi palsu. Rasanya,
terlalu menyakitkan ketika kita kehilangan apa yang tidak bisa kembali lagi.
Mungkin itulah mengapa Allah
merancang gigi dengan kekuatan yang fantastis. Benda sekecil itu bahkan mampu
membuka tutup botol yang keras. Benda sekecil itu hanya bisa di bor untuk
mencabutnya. Benda sekecil itu, baru saya sadari betapa besar manfaatnya.
Dear
my tooth.
I’m
sorry for not care about you..
I’m
sorry...
Now,
i hope it’s not too late..
I
want take care of you ^^
C

Comments