MISS YOU GUYS!!







Iya. Dulunya aku memang dekat dengan mereka. Menghabiskan hari-hari membosankan di asrama bersama-sama. Ada-ada saja yang kami kerjakan. Entah itu belanja baju, belanja buku, belanja sepatu. Yah! Kerjaan kami tidak banyak belanja sih. Tetapi, untuk urusan yang satu itu kita selalu kompak. Begitu uang hasil beasiswa keluar, mungkin hal pertama yang dilakukan ya belanja!

Selain itu, kami juga banyak menghabiskan waktu di kamar. Entah di kamar siapa. Pokoknya ya di kamar asrama. Mengerjakan tugas bersama, menghafal bersama hingga menghabiskan film-film dari kaset yang baru dibeli. Itu kerjaan kami dulu. Selalu bersama-sama.

Tapi itu dulu. Dulu sekali. Sampai-sampai aku sudah tidak ingat kapan itu terjadi. Tahun berapa ya? Aku benar-benar tidak ingat lagi kalau kita pernah menghabiskan hari-hari bersama. Kehidupan kita pun nyaris hanya berputar di kita-kita. tidak ada yang lain. namun, aku menyukai saat-saat itu. Entah yang lainnya.

Aku memang tipe orang yang demikian. Ketika sesuatu telah tinggal dan menetap di hatiku, rasanya begitu sulit untuk pergi mencari sesuatu yang baru. Nyaman. Aku sangat menyukai kenyamanan. Maka jangan heran ketika aku telah mengenal seseorang yang mengisi ruang-ruang asmara di hati. Sulit sekali untuk melupakannya. Tidak bisa. Meskipun aku tahu ia tidak melihatku, tetapi aku ingin setia menjaga rasa ini. Kita nggak tahu kan ya masa depan kita nanti? Siapa tahu saja Allah menjawab doa-doa orang yang setia menanti. Ehem!

Back ke cerita deh. Setelah semua yang saya dan teman-teman saya lakukan. Akhir-akhir ini saya merasa telah kehilangan mereka. Mereka yang berhasil move on atau saya yang gagal move on? Sama aja deh kayaknya ._. hehe.. maaf, masalahnya ini sudah malam. Tetapi saya ingin nulis karena ini akhir september dan kuota tulisan di blog belum mencapai target yang memuaskan. Maka tidak apa-apa kan kalau saya menulis tentang mereka.

Teman. Tidak pernah terpikirkan olehku bahwa aku akan menjadi orang yang penuh ketergantungan. Dulunya, aku pikir aku dewasa. Mandiri. Memutuskan untuk kuliah jauh dari orang tua membuatku begitu bangga. Padahal ternyata kawan-kawan. Kehidupan yang aku pilih begitu amat sangat sulit. Untung saja aku bertemu mereka. Teman-teman yang tidak pernah aku bayangkan bisa menjadi begitu dekat dan saling membutuhkan.

Memang menjadi dewasa itu pilihan. Bukan sebuah tuntutan. Ketika aku berpikir demikian, maka aku dihadapkan pada sebuah keadaan dimana aku merasa ditinggalkan oleh mereka semua. Dimulai dari mengikuti organisasi yang berbeda hingga memiliki minat yang sudah tidak sama lagi. Aku yang sangat suka membaca buku dan menulis dulunya mereka selalu menemaniku mengikuti acara-acara bertema sama. Kini, setelah mereka bisa move on dari keadaan membosankan di asrama, aku hanya bisa mengikuti acara itu sendirian. Tidak rame seperti dulu lagi. 

Kami bahkan sudah jarang ngumpul di kamar. Entah kamar siapa. Yang paling lucu adalah kebiasaan belanja bareng sudah tidak pernah lagi. Kehidupan kita di saat ini adalah ‘jalan sendiri-sendiri’ sepertinya. Mereka dengan kegiatan baru dan tentu saja dengan teman baru mereka. Dan saya yang masih suka menulis dan membaca buku. *nyambung gak sih? Hehe!

Hmm... aku sudah kehabisan ide untuk menggambarka perasaanku saat ini yang merasa ditinggalkan oleh mereka. Ketika hari-hari dikampus mulai indah kembali dengan kehadiran idaman hati, giliran aku merasa ditinggalkan oleh teman-teman yang aku sayangi.

Kalian masih ingat awal kita bertemu, sahabat? Siapa yang tahu Tuhan telah menakdirkan sedemikian?

 Di masa-masa akhir kuliah, menjelang perpisahan kita, semoga kita akan selalu saling mengingat di kemudian hari. Jika bukan nama, minimal wajah familiar laahh... haha!

well, karena ngantukisasi telah mengkudeta mata dan pikiran, let's sleepisasi!!!
hwahahaha *ngacoo iki ngomongnya ._.

C

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

PENYANYI PRIA TERBAIK di KOREA berdasarkan penilaian ahli vokal korea