[Nge-Skripsweet] Variabel Dalam Penelitian

Bingung sama variabel kontrol dan variabel antara. Setelah dibaca-baca sedikit akhirnya mulai mengerti sedikit. Sedikit loh ya, jadi kalau salah itu semata-mata karena saya baru mengerti sedikit. Yee...



Oke, kita mulai dari pengertian variabel. Karena tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka epen kaa.. *kata orang papua*

Variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh si peneliti untuk dipelajari sehingga didapatkan informasi dari itu kemudian ditarik kesimpulannya. Itu kata Om Sugiyono pada tahun 2007. Kalau kata paman Bisma Murti, variabel itu adalah fenomena yang mempunyai variasi nilai yang bisa diukur secara kuantitatif dan kualitatif. Nah, kalau kata dosen saya Dr. Buraerah, variabel itu adalah segala sesuatu yang diukur dalam penelitian.

Itu tadi pengertian variabel menurut beberapa ahli. Dari pengertian itu sebenarnya saya tidak mengerti sekali jika sudah dihadapkan dalam masalah-masalah penelitan yang memusingkan kepala sehingga saya bisa bernyanyi “kaki kepala kepala di kaki” bareng Ariel *ehh?*

Oke, back to laptop. Jadi, saya membuat kesimpulan sendiri dengan apa yang disebut variabel ini. Variabel itu adalah suatu gejala, tanda, atribut/nama, sifat, objek, kegiatan yang bervariasi yang bisa diukur yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan dari suatu penelitian. Nggak ngerti? Sama! Hehe..

Dikasih contoh aja deh biar sedikit tidak sulit. Misalnya kita ingin meneliti tentang faktor-faktor risiko kejadian malaria di daerah endemis malaria. Kita akan membuat ‘faktor-faktor’ yang menyebabkan penyakit malaria. Faktor-faktor di sini adalah penyebab dari penyakit malaria. Penyebab dari penyakit malaria itu bervariasi, memiliki nama, sejenis objek, bisa juga kegiatan, bisa juga sifat yang dinamakan variabel. Penyakit malaria sebagai akibat dari rentetan penyebab disebut juga variabel.

Penyebab dari suatu masalah dalam penelitian disebut variabel independen atau variabel bebas. Disebut variabel bebas karena hal-hal tersebut bebas mempengaruhi variabel lain. Hal-hal tersebut secara bebas memberikan dampak pada variabel lain.

Dikasih contoh lagi. Penyebab dari penyakit malaria adalah nyamuk, spesifiknya adalah Plasmodium. Nyamuk dan plasmodium sudah jelas adalah penyebab malaria yang dibuktikan secara laboratorium. Tetapi, nyamuk dan plasmodium bukan penyebab tidak langsung dari malaria. Penyebab tidak langsung adalah faktor lingkungan ; dimana banyak genangan air, tinggal dengan kandang. Faktor perilaku ; tidak pakai obat nyamuk, sering keluar malam, tidak pakai kelambu. Itu adalah variabel atau gejala/tanda yang diberi nama oleh peneliti, bisa diukur dan bervariasi. Variabel-variabel tersebut bebas/memberi pengaruh terhadap variabel lain.

Variabel lain yang dimaksud adalah variabel dependen atau variabel terikat. Bisa disebut sebagai akibat dari pengaruh variabel independen. Contohnya adalah penyakit malaria. Malaria adalah aibat dari faktor lingkungan yang tidak bagus sehingga banyak genangan air yang ditinggali oleh nyamuk aedes aegipty yang kemudian orang-orang disekitar tidak suka menggunakan kelambu saat malam sehingga mereka sering digigit oleh nyamuk yang didalam tubuhnya bisa saja terdapat plasmodium penyebab malaria. Jadi, penyakit malaria adalah variabel dependen dari masalah di atas.

Selain variabel independen dan variabel dependen, ada juga variabel kontrol dan variabel perantara. Kedua variabel ini membuat saya sakit kepala dan perlu meminum obat protokol *ehh?* karena demam dan puyeng ketika mencoba mencari tahu apa itu variabel kontrol dan variabel antara. Fiuuhh~ nasib jadi mahasiswa tingkat akhir *antara bangga, sedih, deg-degan dan pusing tujuh keliling*

Well, variabel kontrol dan variabel antara akan saya (coba) jelaskan secara singkat dan semoga jelas di bawah ini.

Kita ambil contoh saja dulu ya biar tidak sulit sedikit. Misalnya kita akan Hubungan antara perilaku dengan kejadian gingivitis pada pasien umur 25 - 45 tahun di RSG.
Variabel dependen adalah gingivitis.
Variabel independen adalah perilaku pasien yang dilihat dan diukur melalui perilaku merokok, Waktu penyikatan gigi, Jenis sikat gigi yang digunakan, Frekuensi penyikatan gigi, Teknik menyikat gigi, Kebiasaan menusuk gigi, Obat-obatan / medikasi yang digunakan.

Variabel antara adalah variabel yang secara tidak langsung mempengaruhi timbulnya efek pada variabel terikat. Variabel ini secara teoritis menyebabkan efek pada variabel terikat namun tidak dapat diamati dan diukur. Variabel antaranya adalah proses akumulasi plak dan kalkulus. Dimana akumulasi plak secara teori bisa menyebabkan perubahan warna dan bentuk pada gigi dan berujung pada penyakit gingivitis. *maybe nah, karena bukan dokter gigi ka’ #ehh*

Variabel kontrol adalah  variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat tidak dipengaruhi oleh factor luar yang tidak diteliti. Di sini yang bisa dijadikan variabel kontrol misalnya umurnya disamakan untuk usia 25 hingga 45 tahun atau berada pada golongan masyarakat yang sama.

Ngerti kawan-kawanG *ehh, okkots!* ^^V

Segitu saja yang bisa saya (coba) jelaskan. Meskipun pengetahuan saya sangat terbatas (banget), tapi saya mencoba untuk menuliskan ini karena saya ingin berbagi pada teman-teman yang juga pusing tujuh keliling materi metologi penelitian. Buat yang sedang nge-skripsi, keep fighting guys!

The last, saya mau minta maaf kalau ada (semua) tulisan saya salah. Saya hanya manusia yang penuh dengan kesalahan. Kesempurnaan hanyalah milik ALLAH. :) :) :)

Malam, readers ^^

C

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y