Hallyu Wave Edition



            Beberapa bulan yang lalu, Indonesia kembali kedatangan musisi korea yang melakukan konser di Jakarta. Jika kemarin-kemarin konser hanya bertajuk ‘promo album’ dari si artis, maka semakin ke sini Indonesia nampaknya menjadi negara kesekian yang sudah terinfeksi Hallyu Wave. Terbukti dengan konser-konser besar yang dulunya hanya diadakan di korea, atau paling banter di China dan Jepang. Maka, Indonesia tidak ketinggalan dengan konser seperti SMTown dan Music Bank. 
            Konser SMTown adalah konser khusus dari manajemen SM entertaiment. Sebuah manajemen yang masuk dalam Big Three Manajemen di korea. SM Ent memiliki artis-artis yang semuanya terkenal di korea baik dibidang musik, akting dan lain-lain. Mungkin yang paling dikenal di Indonesia adalah Super Junior. Tetapi SM Ent punya penyanyi kelas dunia seperti TVXQ. Konser yang mulai tahun 2011 di adakan di seluruh dunia itu begitu ‘wah’ dengan harga tiket yang mahal. Dilihat dari peminat yang tinggi di Indonesia maka tidak heran jika tahun lalu SMTown World Tour Concert menyambangi Indonesia. Histeria penonton yang kebanyakan anak remaja pun memenuhi gelora bung karno.

            Sedangkan Music Bank adalah acara musik yang terkenal di korea. Kalau di Indonesia mungkin seperti Dahsyat dan Inbox. Namun, kualitas acara di Music bank jelas beda jauh dengan dua acara itu. Mengikuti jejak SMTown, music bank juga mulai go internasional. Bulan Maret kemarin, Music Bank menyambangi Jakarta dengan tema persahabatan Indonesia dan Korea. Dalam acara yang ditonton Gubernur Jakarta itu, music bank menampilkan banyak artis dan tentu saja kolaborasi dengan musisi Indonesia. Meskipun tidak sebanyak penonton SMTown, music bank Jakarta cukup ‘wah’ untuk penonton yang kebanyakan adalah remaja putri ini.

            Lalu, apa inti dari semua ini? Baru-baru saya dapat kabar bahwa salah satu acara penghargaan musik untuk musisi korea yang cukup bergengsi, M-net Asia Music Award (MAMA) yang sejak tahun 2009 selalu diadakan di luar Korea pun ‘katanya’ akan digelar di Indonesia di akhir tahun 2013 ini. Wow~ Dengan melihat betapa Indonesia menjadi negara yang cukup ‘mampu’ untuk menjadi negara ‘sasaran’ Hallyu Wave di Asia membuat saya sedikit berpikir. Apa taraf hidup penduduk Indonesia sudah ‘maju’ melihat anggaran untuk satu kali menonton konser tidaklah murah?

            Menteri Perekonomian, Hatta Radjasa baru-baru ini pada kunjungannya di Univ. Udayana mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Indonesia terus turun dari 12% ke 7%. Bukan hanya Hatta, Bank Data dunia juga menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat dengan menurunnya angka kemiskinan di Indonesia. Dengan laporan itu, saya pikir mungkin benar. Apalagi jika kita melihat kondisi masyarakat Indonesia yang tidak ketinggalan zaman. Mampu beradaptasi dengan teknologi maupun budaya yang masuk di Indonesia, menonton konser dengan biaya mahal misalnya. Tetapi, apakah itu bisa dijadikan acuan bahwa memang benar angka kemiskinan di Indonesia menurun??

            Saya pikir tidak.

            Masih ada saudara kita yang tidur di kolong jembatan. Masih ada anak-anak putus sekolah. Masih ada penyakit tidak menular yang mayoritas diderita penduduk miskin. Masih ada anak jalanan yang untuk membantu orang tua turun ke jalan setiap hari. Masih ada premanisme. Masih ada ibu hamil yang tidak bisa melahirkan di rumah sakit. Masih ada pengangguran. Dan masih banyak lagi....

            Melihat pada kenyataan itu, mungkin benar pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat, tapi ditandai dengan meningkatnya taraf hidup golongan menengah dan golongan atas. Maka tidak heran jika penduduk Indonesia semakin inovatif. Banyak menggunakan produk luar atau sekali-kali menonton konser luar negeri. Tetapi, melupakan mereka yang di bawah. Yang masih hidup dalam kesengsaraan.

Meskipun saya penyuka musik korea, tetapi melihat budaya lain terlalu mengusik budaya sendiri dan membuat banyak orang ‘lupa’ untuk sekedar peduli pada sesama, saya pikir kita perlu membatasi diri.

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

PENYANYI PRIA TERBAIK di KOREA berdasarkan penilaian ahli vokal korea