Derita Mahasiswa Tingkat Akhir.



           Tiada yang lebih berat menjadi mahasiswa saat akan masuk ke perkuliahan dan akan menyelesaikan studi. Saat menjadi mahasiswa baru, rasa berat itu datang karena sebagai pendatang baru di dalam kampus kita perlu melakukan orientasi terhadap dunia baru kami, mahasiswa. Kegiatan yang dilakukan pun beragam, dari yang cukup penting sampai tidak penting sama sekali. 


                Di kampus saya pun begitu, kegiatan orientasi mahasiswa baru palingan yang penting Cuma sekitar 10%, lain-lainnya adalah kehebohan sendiri dari senior untuk membuat mereka senang karena mereka pun dulu diperlakukan dengan sama. Setidaknya, saat menjadi mahasiswa baru tingkat stress mahasiswa menjadi  meningkat.


                Selepas menjadi mahasiswa baru, ujian menjadi mahasiswa seutuhnya pun datang ketika sudah berada di semester akhir. Semester dimana kita diHARUSkan mampu menghasilkan suatu karya tulis ilmiah yang berasal dari ide kita sendiri untuk kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penelitian. Pada tahap ini kita dituntut berpikir layaknya akademisi yang sebenarnya, yang mampu melakukan research sendiri. Itulah yang mereka sebut sebagai SKRIPSI.


                Mendengar namanya saja sudah membuat merinding (bagi mahasiswa). Pasalnya, dalam pembuatan skripsi ini tidaklah gampang. Meskipun sebenarnya gampang, namun setiap mahasiswa merasa bahwa proses pembuatan skripsi yang menjadi syarat untuk mendapatkan gelar adalah sebuah buku yang sakral yang dalam pembuatannya diperlukan kehati-hatian. Perlu waspada karena pertanggunjawaban skripsi ini bukan hanya pada selesai ditulis, melainkan harus diseminarkan dalam tiga seminar sebelum menjadi sarjana. Seminar Proposal, Seminar Hasil Dan Seminar Skripsi atau Ujian Meja.


                Susahnya menjadi Sarjana itu ya? Tahap-tahap seperti itu kemudian banyak menjadikan mahasiswa-mahasiswa yang berada dalam tingkat akhir menjadi semakin stress. Tingkat stress mahasiswa tingkat akhir memang perlu untuk diteliti. Apakah benar proses pembuatan skripsi berhubungan dengan tingkat stress mahasiswa? *boleh nih jadi judul!*


                Ternyata cukup benar kawan-kawan. Ini saya buktikan dengan pengalaman sendiri. Dimana saya sebagai mahasiswa tingkat akhir  sudah menjadi stress hanya dengan memikirkan judul penelitian saja. Baru judul loh yang seharusnya memang menjadi tahap awal stress sih heheh. Dan, saya mengetahui saya mengidap stress karena memikirkan judul beserta dengan jurnal-jurnal yang menumpuk adalah dari bagaimana saya kemudian menghadapi kambuhnya gangguan maag saya. Betapa menderitanya! Di saat judul belum fix dimiliki, gangguan kesehatan sudah melanda.


                Iya! Penyakit Maag adalah penyakit yang 80% disebabkan gangguan fungsional seperti stress, tidak teratur makan, sering mengkonsumsi kafein (lagi-lagi), dan beberapa yang saya lupa ._. sementara 15%nya adalah penyebab dari bacteri yang menggerogoti lambung.


                Nah, kan? bagaimana stress menjadi penyebab dari penyakit lambung? Saat ini, gastritis atau maag adalah penyakit yang paling banyak diderita masyarakat indonesia. Dalam beberapa survey kecil-kecilan waktu melakukan praktek survailance di beberapa puskesmas di Makassar. Hampir dalam sepuluh penyakit teratas di puskesmas-puskesmas, Gastritis memiliki nomor di dalamnya. Di puskesmas tempat saya mengambil data pun demikian, berdasarkan data sepuluh penyakit teratas puskesmas Jongaya Tahun 2012 Gastritis menempati urutan keenam dari sepuluh penyakit. Saat melakukan Kuliah Kerja Nyata di Kabupaten Takalar dengan wilayah kerja Puskesmas Towata, bahwa dari sepuluh penyakit teratas tahun 2013 Gastritis menempati urutan ke enam (lagi-lagi).


                Begitu banyaknya masyarakat Indonesia yang menderita Gastritis membuat saya bertanya-tanya. Apakah pola makan yang menyebabkannya, apakah makanan yang tidak sehat, atau tingkat stress masyarakat Indonesia begitu parah?


                Mungkin perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.


          Hooaam! Tujuan dari penulisan ini adalah bukan untuk menyajikan data statistik dari kejadian gastritis dengan tingkat stress, namun lebih kepada memberikan penilaian dari pengalaman sendiri dan pengalaman membaca tentang kejadian gastritis dengan tingkat stress. Untuk lebih jelas mengenai analisis statistiknya, silahkan membuka link berikut : www.doaj.com dengan kata kunci “gastritis”.

             
   Oke. Selamat malam, mahasiswa tingkat akhir :D
C

Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y