LOTR
Kemunculan
The Hobbit membuat rasa kangen saya pada Frodo dan Persaudaraan Cincin kembali
terusik. Sudah lama sekali rasanya terakhir menonton kisah Heroik karya Peter
Jackson yang diangkat dari novel beken karya J.R.R Tolkiens.
Wew!
Melihat Shire dan Midle Earth memang membuat kita teringat akan perjuangan
Frodo untuk menyelamatkan dunia dengan berangkat menuju Mordor, tempat penguasa
kegelapan yang sangat mengerikan. Ia menginginkan kehancuran umat manusia
dengan memulai perang. Membuat banyak pasukan dan mempengaruhi mereka yang
lemah untuk berpihak padanya.
Sekilas
memang banyak kemiripan kisah ini dengan kisah akhir zaman yang banyak
diprediksikan oleh orang-orang. Mulai dari keberadaan dunia tengah yang persis
seperti asia tengah tempat kota suci mekah, hingga sosok sang mata yang persis
dengan penggambaran Dajjal.
Selain
itu, terdapat sosok pemberani yang selama ini bersembunyi tanpa ada yang tahu
ia adalah penerus kerajaan Gondor. Persis seperti sosok Imam Mahdi yang akan
datang di akhir zaman. Imam Mahdi sebenarnya telah ada namun keberadaannya
belum ada yang tahu.
Lalu,
siapa Frodo Baggins sang pemilik cincin? Apakah ia hanya pelengkap dalam
kemiripan kisah yang ada ini?
Frodo
Baggins, seorang Hobbit yang tinggal aman dan nyaman di sebuah Desa bernama
Shire. Shire itu indah sekali, dengan rumpur hijau yang menghiasi seluruh desa.
Tanaman pangan yang tumbuh subur. Danau yang bersih. Indah sekali. Dalam film
ini, Frodo bak Nabi Isa. Menurut tanda-tanda akhir zaman, kelak ALLAH akan
menurunkan Nabi Isa untuk melawan Dajjal. Dajjal akan hancur dilawan oleh Nabi
Isa. Persis Frodo saat ia akan menghancurkan Sang Mata dengan melenyapkan
cincin ke dalam kawah Mordor.
Semenjak
film ini diputar, sebenarnya banyak yang melihat bahwa terdapat kemiripan-kemiripan
antara kisah di dalam film dengan tanda-tanda akhir zaman. Namun, banyak dari
umat Islam yang tidak percaya pada kisah akhir zaman. Mereka berpikir bahwa itu
tidak rasional dan akhir zaman hanyalah rahasia ALLAH. Sebaliknya, kaum zionis
Yahudi sangat mempercayai kisah akhir zaman. Mereka membuat tembok yang tinggi
untuk melindungi mereka di akhir zaman nanti dan menanam sebuah pohon yang
konon hanya pohon itulah yang akan melindungi mereka di akhir zaman ketika
semua tanaman lain tak mau menyembunyikan mereka. Zionis Yahudi bahkan membuat
konsep “New World Order” yang saat ini sebenarnya sementara berlangsung. Sebuah
konsep untuk memiliki dunia dari segala sisi, ekonomi, militer, budaya dan
lain-lain.
Ketika
zionis percaya pada zaman akhir dan mengkonsep sebuah dunia yang berada di
bawah mereka apakah kita akan diam saja? Tentu tidak. Seperti kisah dalam film,
dua kekuatan bersar bergabung bersama menghancurkan sang mata (sauron). Maka,
saat nanti juga akan bergabung dua kekuatan besar yaitu Umat Islam dan Nasrani.
Di
akhir film, Frodo akan meninggal dan dibawa oleh orang-orang suci di pelabuhan.
Saat nanti juga Nabi Isa akhirnya meninggal dunia dan diangkat kembali ke
surga. Dalam buku petualangannya, ia menyisakan halaman terakhir untuk diisi
oleh Sam. Seperti saat nanti Nabi Isa meninggal dunia, ia menyisakan dunia yang
aman dan tentram untuk sejenak sampai hari akhir tiba.
Kedengarannya
memang seperti dongeng belaka, tetapi percaya dan tidak percaya itu adalah
tanda-tanda akhir zaman. Ketika Iman Mahdi dan Nabi Isa serta seluruh kaum
muslimin bersatu melawan fitnah Dajjal.
WELL
Kita
tinggalkan kisah heroik yang serupa dengan kisah akhir zaman tersebut. kita
kembali ke topik awal. Melihat The Hobbit yang membangkitkan rasa rindu pada
Midle-Earth bersama Aragorn (the lost King haha!), Legolas (pemanah tampan),
Frodo (si tampan), Sam (Tukang Kebun SETIA), Pippin (Pembuat masalah :D), Merry
(Hmmm...), Boromir (sang kapten Gondor), Gimli (Kurcaci kepedean), Gandalf
(Penyihir The Best). Udah yee? Lengkap persaudaraan cincin.
Di
dalam film banyak sekali wanita-wanita cantik. Berdandan ala peri dan berperang
bak ksatria. Hehe! Ada Arwen (si cantik dari Rivendal) dan Galandril (Ratu Peri
yang amat cantiiik). Juga Eowyn, si putri Raja yang pemberani.
Jangan
hanya dilihat dari kemiripan kisah, LOTR juga banyak pesan yang bisa ditangkap.
Asal jangan ditonton dengan kepala kosong. Atau hanya melihat sisi huru-hara
perkelahian antara manusia, elf dan iblis (orc).
Banyak
pesan-pesan bagus di dalamnya.
“Always there is hope..” kata
Gandalf.
Ya!
Harapan. Harapan merupakan kunci setiap orang untuk hidup. Rasanya tidak akan
ada kehidupan yang baik jika tanpa adanya harapan. Manusia selalu berharap.
Sepahit apapun hasilnya, semua di awali dengan harapan. Lalu, mengapa kita
harus berhenti berharap? Kita harus terus berharap. Selagi berusaha. Harapan
juga adalah doa.
Ketika
kegelapan mulai menguasai midle-earth. Harapan itu diberikan pada Frodo. Ketika
Frodo menghilang tanpa kabar. Berjuang bersama Sam menuju Mordor. Harapan
selalu bersama mereka yang berjuang melawan tentara iblis (orc).
Harapan
juga yang membuat Arwen tidak meninggalkan midle-earth. Ia berharap dapat
melihat Aragorn kembali selamat. Ia berharap dunia akan aman dan tentram
setelahnya. Maka, kita tidak boleh berhenti berharap.
Loyalitas!
Sam
pada Frodo Baggins. Ia tetap bersama Frodo bukan hanya karena janjinya pada
Gandalf untuk terus menjaga Frodo. Ia membawa beban yang berat, kata Gandalf.
Namun, lebih dari itu. Persahabatan yang mereka ukir sejak kecil antara Tuan
dan Tukang Kebun tidak bisa goyah begitu saja. Sam tahu bagaimana ia harus
tetap menjaga Frodo.
Aragorn,
Legolas dan Gimli. Tiga ksatria persaudaraan cincin. Selalu bersama apapun yang
menyerang. Termasuk ketika mereka menemani Aragorn melewati lembah kematian
yang berisi ribuan arwah.
Keluar dari zona Nyaman
Keindahan Shire membuat siapapun enggan meninggalkannya. Begitu pun Frodo dkk, indahnya kehidupan di Shire tidak mereka temukan di tempat lain di Middle Earth. Namun, mereka tetap meninggalkan Shire. Bergerak menuju tempat-tempat di luar zona nyaman mereka. Berpetualangan di tempat lain. Menemukan banyak pelajaran hidup. Bertemu dengan orang-orang baru yang berbeda dari mereka. Ada yang sedikit tinggi, yang tampan dengan telinga runcing, pohon yang bisa berjalan dan berbicara, yang aneh bagai monster hingga yang sempurna si manusia.
Keputusan meninggalkan Shire pernah mereka sesali. Ketika keempatnya saling terpisah. Berjalan sendiri dengan masalahnya sendiri. Namun, petualangan itu mereka syukuri. Karena dengan itu mereka menemukan siapa jati diri mereka sebenarnya.
Cukup
sampai di sini rindu-rindu nya hehe...
Meninggalkan
ketampanan Legolas, mari kita kembali ke dunia nyata bersama tugas-tugas akhir
yang menumpuk puk puk saya donk #eh

Comments