ADA YANG HILANG
Dimana
kita menemukannya? Sesuatu yang dulu melekat pada jiwa dan raga. Dalam sekejap
mata tiba-tiba raub dari pandangan.
Dimana
kita menemukannya? Sesuatu ‘yang tak bisa disebut’. Ketika siang hari bersinar
dan menghilang di malam yang pekat.
Dimana
kita bisa menemukannya? Sesuatu yang telah menjauh, entah diambil oleh
tangan-tangan tak bertanggung jawab. Atau diterbangkan angin malam yang dingin
nan menusuk hati.
November
mendekati hari akhirnya. Bulan purnama yang dulu tampak perlahan mengerucut. Menjadi
indah untuk para pujangga. Menjadi rindu oleh para pecinta mistis. Hari-hari
panas berganti mendung yang merindingkan bulu kuduk. Menjadi santai untuk
manusia penikmat hujan. Menjadi rindu untuk mereka pekerja lapangan. Ada yang
mencintai, ada yang merindukan. Betapa suatu hal yang menyenangkan. Tidak ada
yang dicintai, tidak ada yang dirindukan. Juga hal yang menyenangkan. Semua indah
bila ditempatkan pada tempat yang sesuai suasana.
Sambil
merangkup jejak-jejak november. Tidak ada yang mengesankan. Selain kekhawatiran-kekhawatiran
yang berlebihan. Ketakutan-ketakutan yang menguras hati. Menjadikan kita berada
di sudut-sudut kemunduran. Menjauh dari terang. Berteman dengan gelap.
Masih
tersisa mimpi-mimpi. Sedikit. Karena pelan-pelan mengerucut oleh nyali yang
menciut. Lama-lama hilang jejak. Hilang impian yang indah. Lenyap semangat yang
membara. Apa gerangan?
Karena
kita tidak bisa menemukannya? Sesuatu yang dulu melekat pada jiwa dan raga. Dalam
sekejap mata tiba-tiba raub dari pandangan.
Karena
kita tidak bisa menemukannya? Sesuatu ‘yang
tak bisa disebut’. Ketika siang hari bersinar dan menghilang di malam yang
pekat.
Karena
kita tidak bisa menemukannya? Sesuatu yang telah menjauh, entah diambil oleh
tangan-tangan tak bertanggung jawab. Atau diterbangkan angin malam yang dingin
nan menusuk hati.
*sambil menatap berkas proposal yang sudah dicorat-coret
pembimbing*
C

Comments