Story About ME



People come and go
Memories from time well spent with them stay 



Kita bertemu karena takdir. Secara kebetulan di jalan ini. Tapi kita tidak berpisah karena takdir. Itu karena kita memilih akan pergi ke jalan mana.
Siapa yang tahu, suatu waktu di tempat yang tidak terduga lagi. Kita bertemu secara kebetulan. Maka kenangan-kenangan yang tetap tinggal mungkin menyeruak kembali...

      Setiap masa kita pasti menciptakan kenangan. Setiap kenangan yang kita ciptakan di isi oleh orang-orang yang berbeda. 

Saat kita masih kanak-kanak, kenangan di isi dengan mereka yang masih sama-sama lugu seperti kita. Mudah tertawa, mudah menangis, mudah marah, lalu berbaikan kembali. Mereka memenuhi kenangan paling banyak saat kita menginjak masa remaja. Karena dengan mereka, kita tumbuh bersama meninggalkan dunia yang penuh kesenangan menuju dunia yang penuh masalah remaja. Karena dengan mereka kita tumbuh sembari tanpa sadar perubahan apa yang terjadi pada kita. Ketika kenangan kembali terusik, kita baru sadar. Kita dan mereka sepenuhnya telah berubah.

Masa remaja masa yang penuh tantangan. Kita masih mudah tertawa, mudah marah. Tapi kita sudah tidak mudah menangis dan mudah berbaikan kembali. Emosi dan ego masing-masing menciptakan kenangan-kenangan yang lebih berwarna. Bagaimana kita belajar untuk saling mengerti sesama teman. Bagaimana kita belajar untuk saling memaafkan ketika dirundung masalah. Kenangan di masa remaja, pelan-pelan menghapus kenangan-kenangan di masa kanak-kanak. Menyimpannya di dasar ingatan. Ketika dibutuhkan, ia diputar kembali. Tetapi tidak banyak, hanya sedikit-sedikit.

Waktu semakin cepat bergulir. Banyak orang sudah yang memenuhi ingatan kita. Teman bermain di pinggir rumah, teman taman kanak-kanak, teman sekolah dasar, teman sekolah menengah pertama, teman sekolah menengah atas. Kini, waktu kembali menciptakan kenangan. Bersama mereka, teman-teman di universitas.

Belajar di sekolah dasar memang menyenangkan, di SMP juga menyenangkan, di SMA apalagi. Tetapi mungkin tidak bisa dibandingkan dengan teman-teman di universitas. Dengan peralihan mindset dari siswa ke mahasiswa, kita menjadi orang yang berbeda. Dengan menyandang status sebagai agen perubahan, kita sudah tidak bisa disebut remaja lagi. Kita punya tanggung jawab, belajar yang benar untuk bisa mengabdi pada masyarakat.

Universitas menawarkan banyak kenangan. Bertemu orang-orang hebat, dosen-dosen hebat, perkumpulan-perkumpulan keren, teman-teman yang hebat, juga cinta yang menggetarkan. Semua ada di universitas. Tinggal bagaimana kita merangkainya menjadi suatu kenangan yang indah untuk dikenang di masa yang akan datang.

Hanya saja tidak selamanya kita berada di masa-masa penuh kebebasan memilih. Kita tidak bisa bersama dengan teman-teman dan sahabat selamanya. Ada waktu yang akan memisahkan kita pelan-pelan. Tidak sampai saat gelar sarjana di sandang, jauh sebelumnya. Pelan-pelan kebersamaan yang hangat dan penuh tawa akan memudar. Waktu akan meninggalkan kenangan. Waktu akan membuat kita berjalan sendiri-sendiri. 

Itu artinya kita sudah harus meninggalkan zona itu. Zona peralihan dari remaja menuju kedewasaan. Itu artinya kita sudah harus belajar menjadi orang dewasa yang sebenarnya. Bertanggung jawab sendiri pada urusan yang lebih nyata. Bersiap memasuki dunia yang lebih berarti lagi. Berumah tangga misalnya. Atau menggembang tugas dan tanggung jawan mengabdi kepada masyarakat. 

Lalu, kita akan menciptakan kenangan-kenangan baru. Kenangan-kenangan di setiap hari yang kita lakukan sebagai orang dewasa. Memiliki pasangan, memiliki anak, menantu, cucu dan seterusnya. Hingga kenangan itu tinggal menyisakan kenangan ketika ajal menjemput.

Selagi menuliskan ini, saya mengingat kalian. Teman-teman hebat yang saya temui ketika memasuki universitas. Kita bertemu karena takdir menuliskan seperti itu. Datang dari latar belakang yang sama dari daerah yang jauh berbeda. Kita berusaha menemukan celah untuk bisa masuk ke dalam kehidupan masing-masing. Menjadi lebih akrab.
Kita berpegangan tangan bersama menghadapi tantang di dunia universitas. Dunia kampus yang juga penuh intrik dan taktik. Bersama-sama kita berusaha memberikan yang terbaik untuk mereka yang telah membantu kita sampai di bangku kuliah. Saling mengingatkan ketika ada yang menyerah, malas, tidak peduli, berbuat salah. Selalu bersama-sama menyusuri jalan-jalan kota yang baru kita lihat. Selalu bersama membuat kenangan. Selalu bersama membuat keputusan. Kita selalu bersama-sama.
Waktu tanpa sadar telah menyatukan kita untuk saling mengenal satu sama lain. Saling membantu dikala ada yang membutuhkan dorongan untuk tetap semangat. Bersama-sama berusaha keluar dari tugas-tugas yang berat, praktik-praktik yang melelahkan, hingga tugas akhir yang membuat kepala sakit dan sesak napas.
Namun, waktu juga yang akhirnya akan membuat kita berpisah. Setelah hampir empat tahun bersama-sama berjuang sebagai mahasiswa rantau. Kita tiba diujung jalan menuju kehidupan yang sebenarnya. 

Kita mungkin kebetulan bertemu karena sama-sama kuliah di tempat yang sama. Nanti setelah kita berpisah, semoga jalan kita mengarah pada kebetulan di mana kita akan bertemu lagi.
           
*for my best friend and all my friends in college


Comments

Popular posts from this blog

KEEP SHINING AND KEEP THE FAITH

S U D D E N L Y